Jumat, 30 Januari 2015

Ini Alasan Mengapa Harus Melakukan "Bike to Work"

Gaya hidup sehat bukan lagi suatu hal yang baru. Banyak orang mulai sadar akan kebutuhan tubuh mereka yang paling utama yaitu kesehatan. Bahkan gaya hidup sehat muncul beraneka ragam hingga bisa dijadikan pilihan, termasuk salah satunya bike to work. Bike to work alias pergi bekerja pakai sepeda populer sejak beberapa tahun yang lalu, kegiatan bersepeda mulai digalakkan bukan hanya untuk menjaga kesehatan, namun juga mengurangi polusi udara. Apalagi kegiatan bersepeda ini paling baik dilakukan saat pagi hari. Bersepeda juga memiliki banyak manfaat secara sosial maupun kesehatan.

Berikut beberapa manfaat kesehatan yang bisa Anda dapatkan: 
1. Meningkatkan suasana hati 
Tingkat oksigen dalam tubuh yang baik juga berpengaruh pada suasana hati yang baik. Cari jalan yang halus dan banyak pepohonan, Anda akan merasa tenang dengan sendirinya. Anda mungkin juga akan menemukan pengalaman lain yang belum pernah Anda alami sebelumnya.

2. Pernapasan yang lebih baik 
Secara umum, Anda akan berolahraga di pagi hari. Seiring banyaknya Anda mengayuh sepeda, semakin keras pula Anda melatih pernapasan dengan sangat baik. Anda akan mendapatkan lebih banyak udara segar dan angin akan mengusir rasa kantuk Anda. Dengan begini, oksigen juga lebih banyak masuk dan mencukupi kebutuhan otak Anda sehingga Anda juga lebih produktif.

3. Tubuh lebih ramping 
Jelas olahraga sepeda merupakan olahraga yang akan membantu mengencangkan otot dan membakar kalori di dalam tubuh. Dengan begini, Anda yang menjalankan diet tidak perlu khawatir tubuh kurang olahraga lagi karena porsi olahraga Anda diambil alih oleh kegiatan rutin bersepeda yang sehat setiap pagi dan sore hari.

4. Jauh dari penyakit 
Selain jantung sehat dan peredaran darah yang lancar, sebuah penelitian menunjukkan bahwa pengendara sepeda memiliki lebih sedikit hari-hari terserang penyakit. Semakin jauh jarak mereka bersepeda, semakin baik tingkat kesehatan mereka.

Nah, siapkan sepeda Anda dan mulailah rutinitas sehat berangkat kerja dengan sepeda mulai sekarang .

sumber: kesekolah.com

Manfaat Sehat dalam Daun Ubi Jalar

Ketela rambat atau ubi jalar (Ipomoea batatas) merupakan sejenis tanaman budidaya yang dimanfaatkan akarnya untuk membentuk umbi dengan kadar gizi yang tinggi. Di Afrika, umbi ubi jalar atau yang dalam bahasa Inggris disebut sweet potato ini menjadi salah satu sumber makanan pokok yang penting. Sudah bukan rahasia lagi bahwa ubi jalar adalah salah satu tanaman akar-akaran yang mengandung banyak manfaat untuk kesehatan. Ubi jalar mengandung beberapa vitamin penting seperti vitamin B6 yang penting dalam metabolisme sel darah merah dan fungsi tubuh lainnya.

Namun ternyata bukan hanya ubi jalar saja yang memiliki manfaat kesehatan, bagian lain dari ubi jalar, terutama daunnya juga memiliki banyak manfaat. Peneliti mengungkap bahwa kadar vitamin B6, vitamin C, dan vitamin B2 lebih tinggi pada jaringan daun ubi jalar dibandingkan pada bagian lainnya. Peneliti menjelaskan bahwa jumlah vitamin B6 pada daun ubi jalar cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin B6 pada dietnya.

Berikut beberapa manfaat kesehatan yang bisa didapatkan dari ubi jalar dan daunnya: 
1. Menjaga pencernaan 
Serat dan magnesium yang ada dalam ubi jalar serta daunnya membantu mengatasi masalah pencernaan. Tingginya serat dalam sayuran ini 'ramah' untuk lambung dan usus, serta mampu mencegah konstipasi.

2. Menjaga sistem kekebalan tubuh 
Zat besi yang ada dalam ubi jalar dan daunnya membantu mengaktifkan produksi sel darah putih yang meningkatkan ketahanan tubuh manusia terhadap stres atau masalah kesehatan lainnya. Vitamin D yang ada di dalamnya juga penting untuk meningkatkan energi, menjaga mood, dan membantu menguatkan kekebalan tubuh.

3. Menjaga kesehatan jantung 
Potasium dan vitamin B6 yang terdapat dalam ubi jalar dan daunnya membantu mencegah penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke. Dengan menyeimbangkan cairan serta elektrolit pada tubuh, sayuran ini membantu menjaga kesehatan jantung.

Sebaiknya Anda mencobanya untuk dijadikan sayur tambahan menu makanan harian Anda. Semoga bermanfaat.

sumber: kesekolah.com

Mengapa Harus Berhenti Berkerja Keras? Ini Alasannya

Kita sering sekali mendengar perkataan bahwa dalam bekerja kita harus selalu kerja sekeras mungkin dan pada akhirnya kerja keras itu akan membuahkan hasil. Ternyata hal itu tidaklah tepat, kita harus kerja cerdas bukan sekedar kerja keras. Bekerja terlalu keras memang dapat berdampak negatif bagi para pelakunya. Akan tetapi, banyak pegawai muda yang terlalu bersemangat sehingga tidak memperhatikan diri sendiri. Ironisnya, tidak hanya menyebabkan gangguan kesehatan, bekerja terlalu keras justru dapat berpengaruh negatif pada karir yang tengah dirintis.

Berikut alasan mengapa Anda harus berhenti bekerja keras: 
1. Berkurangnya waktu tidur 
Cara untuk menjadi lebih produktif, lebih terinspirasi, dan menikmati hidup adalah cukup tidur. Tapi sayang karena banyak orang yang bekerja terlalu keras sehingga akan hilang banyak waktu tidurnya.

2. Merusak mood 
Jadi sensitif, tidak sabar dan lekas marah adalah yang terjadi pada orang yang terlalu banyak bekerja dan hal itu akan berpengaruh buruk atas orang-orang di sekitar baik di kantor maupun di rumah. Jika kita seorang karyawan, hal itu akan merusak karir dan jika seorang pemilik usaha hal itu akan merugikan bisnis.

3. Kuantitas akan membunuh berkualitas 
Pastinya kita sangat ingin menjadi yang terbaik pada apa yang kita lakukan. Tapi ingat bahwa semakin banyak tugas yang kita terima, maka kesempatan menjadi lebih kecil untuk melakukan pekerjaan yang baik di pekerjaan itu. Lebih baik mengurangi banyak item dari daftar tugas dan prioritaskan pekerjaan yang memang harus didahulukan.

4. Merusak pertemanan 
Saat harus bekerja secara extra kita akan kehilangan banyak waktu untuk bersama bersama teman dan saudara. Akibatnya akan banyak orang yang akhirnya meninggalkan kita karena terlalu egois saat bekerja.

5. Penilaian menjadi tidak objektif 
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa gangguan tidur dapat mempengaruhi keputusan pribadi. Jika berprofesi sebagai atasan, penilaian kita akan tidak objektif dan dapat merugikan pegawai di kantor. Maka sebaiknya hapus beberapa tugas dari daftar dan serahkan kepada orang lain, sehingga kita bisa berkonsentrasi penuh untuk keputusan-keputusan sulit pada sebuah pekerjaan.

6. Merusak kesehatan 
Kasus meninggalnya Mita Diran, seorang copy writer yang bekerja selama 30 jam tanpa henti telah menggegerkan dunia kerja global. Diduga bekerja terlalu keras, Mita jatuh sempat jatuh pingsan dan koma sebelum menghembuskan nafas terakhirnya. Sebaiknya para karyawan mulai berpikir dua kali untuk bekerja keras. Pasalnya, bekerja terlalu keras justru dapat merusak kesehatan hingga berujung kematian.

Dampingilah kerja keras tersebut dengan kerja secara cerdas sehingga kemungkinan kesuksesan Anda juga akan lebih mungkin tercapai.

sumber: kesekolah.com

Hindari Kebiasaan Destruktif Ini

Setiap orang mempunyai kebiasaan, entah itu baik atau buruk. Kebiasaan yang baik dan positif haruslah terus dibangun sampai menjadi karakter dalam hidup kita. Namun, ada juga beberapa kebiasaan buruk yang sepertinya sepele namun memiliki efek hancur (destruktif) yang besar.Untuk bisa mencapai kesuksesan baik dalam kehidupan pribadi maupun karier, kita perlu memperhatikan kebiasaan-kebiasaan yang kita lakukan. Ada kebiasaan-kebiasaan yang sebenarnya destruktif atau yang bisa menghancurkan diri kita sendiri. Apa sajakah kebiasaan-kebiasaan tersebut?

1. Tidak bisa meninggalkan masa lalu
2. Takut untuk gagal atau membuat kesalahan
3. Berpikiran bahwa kebahagiaan itu berkaitan dengan uang semata
4. Terus-menerus mengeluh
5. Selalu cari gampangnya dan tidak berani mengambil risiko
6. Menghabiskan waktu memikirkan hal-hal yang belum pernah dimiliki
7. Membandingkan diri kita dengan orang lain secara berlebihan
8. Menahan amarah dan rasa dendam terlalu lama
9. Suka membesar-besarkan masalah, bahkan untuk hal kecil sekalipun
10.Menuntut orang lain selalu memahami diri kita
11. Cemas berlebihan, bahkan mengkhawatirkan hal-hal yang sebenarnya belum pernah terjadi sekalipun.

Dengan menghindari kebiasaan destruktif di atas, kita sudah selangkah lebih maju untuk mencapai puncak tangga impian dan kesuksesan yang kita inginkan. Jadi, apakah Anda sudah siap untuk membentuk kebiasaan baru yang lebih baik dan meninggalkan kebiasaan buruk yang lama?

sumber: kesekolah.com

Kamis, 29 Januari 2015

Hati-Hati, Hindari Minum Teh Setelah Makan

Siapa yang tidak mengenal minuman yang satu ini, minuman yang sangat familiar bagi masyarakat Indonesia, jika kita lihat mulai dari warung pinggir jalan sampai restoran pun pasti ada teh. Teh bahkan seakan-akan menjadi urutan ke 2 setelah air putih. Teh diketahui mempunyai banyak manfaat kesehatan, antara lain menurunkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler dan menghambat perkembangan kanker mempunyai efek untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut karena kandungan natural florida yang dimilikinya dapat mencegah terjadinya karies pada gigi, mengurangi risiko terjadinya patah tulang pada usila karena densitas tulang pada mereka yang minum teh lebih baik daripada mereka yang tidak minum teh.

Pernahkah Anda sadari, baik atau tidakkah bila terbiasa minum teh setelah makan? Sebenarnya minum teh setelah makan tidak berakibat buruk bagi kesehatan asalkan memberikannya waktu jeda. Artinya tidak secara langsung atau terburu-buru setelah selesai makan. Baiknya Anda harus menundanya kurang lebih sekitar satu jam. Kenapa demikian?

1. Teh yang sering kita konsumsi itu mengandung zat yang namanya tanin. Zat itu akan mengikat mineral. Bila kita langsung minum teh setelah makan maka teh itu bisa menghambat daya serap sel darah terhadap zat besi sebesar 64 %. Padahal zat besi sangat penting dan dibutuhkan oleh tubuh.

2. Berdasarkan riset dari Bagian Kesehatan Ibu dan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang, jika terlalu sering minum teh setelah makan maka dapat menyebabkan anemia.

Bila teh tidak baik bagi tubuh setelah makan, lalu minuman apa yang paling aman untuk diminum setelah makan? Jawabannya tidak lain adalah air putih.

sumber: kesekolah.com

Cara Mendidik Anti Korupsi Sejak Dini

Berbicara tentang korupsi sepertinya memang bukan hal yang asing lagi bagi kita sebagai warga negara Indonesia. Kasus korupsi di Indonesia seolah sudah menjadi fenomena sosial yang sulit diberantas karena sudah begitu membudaya di negeri ini. Ya, di Indonesia kasus korupsi memang sudah merajalela di seluruh lapisan masyarakat. Bukan hanya di kalangan para petinggi negara saja tetapi juga sudah menyebar di kalangan masyarakat bawah bahkan anak-anak.

Rumah adalah tempat pertama dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan pada anak, termasuk di dalamnya nilai kejujuran. Di tengah maraknya kasus korupsi, mendidik anak untuk jujur menjadi salah satu poin penting dalam pengasuhan. Lalu, bagaimana cara menerapkan pendidikan tersebut secara efektif?

Jalin hubungan 
Hubungan yang hangat dan erat antara orangtua dan anak, membuat anak merasa nyaman bersikap terbuka pada orangtuanya. Sikap terbuka tentunya dapat menghindari anak dari kebiasaan berbohong.

Beri kepercayaan 
Anak akan semakin semangat untuk bersikap jujur bila diberi kepercayaan oleh orangtuanya. Sebaliknya, anak akan merasa tidak nyaman bila tidak mendapat kepercayaan dari orangtua. Beri kepercayaan pada anak sesuai umur dan kapasitasnya. Katakan juga bahwa kepercayaan dari orangtuanya tidak boleh disalahgunakan.

Jadi Panutan 
Peniru ulung itu bernama anak. Apabila mengharap mereka meniru hal yang baik maka berikanlah hal baik untuk ditiru. Mulailah dari disi sendiri untuk bersikap dan berkata jujur, anak pun akan meneladani kebaikan tersebut. Biasakan pula untuk tidak sering berjanji pada anak untuk menghindari terjadinya ingkar janji yang dapat membuat mereka merasa dibohongi oleh orangtuanya.

Terapkan hukuman 
Untuk menerapkan efek jera dan anak takut untuk berbohong, hukuman juga diperlukan. Saat mendapati anak berbohong orangtua boleh saja memberikan hukuman namun harus disesuaikan dengan usia serta tingkat kebohongan yang anak lakukan. Bila kebohongan masih dapat ditoleransi cukup ajak anak bicara dan berdiskusi tentang kebohongan yang sudah dilakukan. Jangan lupa untuk menjelaskan kerugian dari berbohong dan keuntungan dari bersikap jujur, serta beri pujian bila anak mau mengaku salah dan meminta maaf.

Latih Anti Korupsi Sesuai Usia 
Pada anak usia remaja, orangtua dapat memberikan tanggung jawab mengatur uang untuk kebutuhan sehari-harinya selama periode waktu tertentu. Bisa sebulan atau dua minggu, minta anak untuk membuat perincian keuangan selama periode waktu tersebut secara teliti dan detail. Puji anak bila tidak ada kejanggalan antara jumlah uang yang didapatkan dengan yang dikeluarkan. Sebaliknya, tidak ada toleransi bila anak tidak jujur dalam mengatur keuangan tersebut. Hal ini akan membuat anak terbiasa bersikap jujur dan menghindari korupsi.

Semoga bermanfaat...

sumber: kesekolah.com

Ajarkan Kemandirian kepada Anak dengan Cara Ini

Orang tua pasti menginginkan anaknya semakin mandiri seiring dengan bertumbuhnya anak-anak mereka. Pada saat anak menginjak usia 5 tahun ke atas, kemampuannya terbatas hanya mampu menyelesaikan berbagai macam tugas atau pekerjaan yang sederhana di rumah, akan tapi mereka memang mempunyai kemauan untuk melakukannya. Mereka sudah menunjukkan kemandirian dan mau bekerja sama sejak usia TK. Jadi, sedikit meringankan beban orang tua. Lalu Bagaimana cara membuat anak agar menjadi mandiri?

Membereskan tempat tidur 
Mungkin agak sedikit sulit untuk merapihkan seprai serta selimut oleh tangan-tangan mungil anak. Untuk sampai ke seberang tempat tidur mereka belum bisa meraihnya. Maka toleransilah jika masih ada sprei yang masih kusut. Jadikanlah acara membereskan tempat tidur adalah hal yang cukup menyenangkan baru untuk anak. Biarkan anak merapikan sendiri kasurnya serta menyusun boneka-bonekanya.

Menyiapkan makan malam 
Merupakan tugas penting lainnya adalah menyiapkan dan menata makanan. Seluruh anggota keluarga akan memperhatikan kecakapan anak pada saat mereka duduk bersama dan sekaligus memperhatikan bagaimana cara menyantap hidangan.

Merapikan mainan 
Sesudah acara bermain, sediakan waktu untuk bersih-bersih. Sambil bersenang-senang lakukan dengan cepat. Untuk meletakkan buku-buku bacaan, bermacam mainan, dan sebagainya. Gunakan keranjang-keranjang serta wadah-wadah . Suruh mereka melakukan untuk meletakkan benda-benda tadi sesuai wadahnya masing-masing serta meletakkannya di rak.

Menata pakaian 
Suruhlah anak untuk memilah serta menyusun pakaian yang sudah dicuci dan disetrika di lemarinya.

Sebenarnya apabila anak sudah mau memperlihatkan keinginan untuk mandiri, dorong ia untuk terus melakukanya. Jangan sekali-kali Anda membuatnya kehilangan motivasi atau harapannya mengenai sesuatu yang ingin dicapainya.Semoga anak Anda menjadi anak yang mandiri.

sumber: kesekolah.com

Rabu, 28 Januari 2015

Buah dan Sayuran yang Tidak Perlu Dikupas Kulitnya

Kulit memang merupakan bagian tubuh yang paling luar artinya yang pertama kali bersentuhan dengan dunia luar, seperti udara, debu, air, dan sebagainya. Begitu juga dengan buah-buahan dan sayuran. Kulit buah juga demikian, berada paling luar yang melindungi tubuh bagian dalamnya. Karena kulit merupakan bagian paling luar, tidak jarang muncul anggapan bahwa kulit buah atau sayuran itu kotor atau tidak lebih baik dari isi bagian dalamnya. Sehingga bila ingin mengonsumsi buah atau sayuran dianggap lebih baik dengan cara mengupas kulitnya terlebih dahulu.

Sering kita mendengar anjuran, jangan lupa konsumsi banyak buah dan sayuran. Tapi terkadang tidak memperhatikan cara pengolahannya yang baik dan benar, sehingga kita tidak bisa mendapatkan manfaat besar dari buah dan sayuran tersebut. Seorang ahli nutrisi Katie Cayuto, R.D., menjabarkan beberapa jenis buah dan sayuran tertentu yang sebaiknya tidak dikupas saat akan dikonsumsi.

1. Kentang 
Ternyata 20 persen nutrisi kentang seperti vitamin B dan mineral kelumit ada dalam kulit kentang. Kandungan seratnya pun ada dalam kulitnya. Jadi, ketika Anda akan mengolah kentang, cukup bersihkan saja kulitnya tanpa harus mengupasnya.

2. Terong 
Kulit terong mengandung phytonutrient yang disebut nasunin, antioksidan ampuh yang dapat mengatasi kerusakan kulit karena penuaan atau penyakit.

3. Ubi 
Kandungan nutrisi ubi berada di kulitnya. Kulit ubi mengandung vitamin C, kalium, dan betakaroten.

4. Mentimun 
Kulit mentimun mengandung antioksidan yang dapat meningkatkan imun tubuh serta serat. Kandungan seratnya juga dapat mencegah konstipasi.

5. Wortel 
Semua kandungan antioksidannya berada tepat di bawah kulit wortel. Jadi Anda cukup mencuci wortel tanpa harus mengupasnya jika akan mengolahnya.

6. Apel 
Kulit apel kaya akan serat, sehingga jika kita mengonsumsi buah ini tanpa mengupas kulitnya, kita akan merasa cepat kenyang dan pencernaan pun lancar. Kulit apel kaya akan quercitin, vitamin C, dan triterpenoid yang dapat melawan kanker.

Jadi, bila kita mengonsumsi jenis buah dan sayuran di atas dengan mengupas kulitnya, maka sama saja membuang manfaat besarnya yang mereka miliki. Jadi, cukup membersihkan kulitnya dengan mencucinya sebersih mungkin sebelum Anda makan atau mengolahnya untuk masakan.

sumber: kesekolah.com

Terapkan Kebiasaan Ini Jika Anda Selalu "Overthinking"

Kebanyakan mikir alias overthinking adalah kebiasaan menghabiskan waktu berjam-jam untuk memikirkan hal-hal yang belum tentu bermanfaat. Ini berbeda dari sifat pemikir. Sifat pemikir cenderung memikirkan hal-hal yang memang perlu dipikirkan. Overthinking biasanya muncul ketika Anda sedang menghadapi masalah atau tantangan. Anda mungkin harus membuat keputusan besar dalam hidup, apakah keputusan yang Anda ambil sudah benar atau salah? Lalu apa yang terjadi ketika ternyata Anda salah mengambil keputusan?

Nah, ketakutan dan kekhawatiran itu yang bikin Anda jadi overthinking. Padahal, penelitian selama lebih dari 20 tahun tidak bisa membuktikan kalau overthinking bakal berakibat baik. Sebaliknya, overthinking justru menghambat penyelesaian masalah. Daripada terus terjebak dalam kebiasaan tidak baik itu, lebih baik gunakan cara ini untuk menghentikannya.

1. Cari Penyebabnya 
Overthinking bukan sifat yang dibawa sejak lahir, tapi kebiasaan. Prosesnya langsung dan cepat. Jadi begitu dapat masalah, seketika itu juga Anda ingin berpikir karena Anda panik. Lalu, Anda tidak sadar kalau udah mikir selama berjam-jam dan tetap tidak dapat solusi apa-apa. Sebaiknya, Anda bisa mempelajari situasi. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menjauhi sumber-sumber masalah.

2. Cari Teman yang membuatmu ceria 
Siapa yang ada disekitarmu biasanya akan berpengaruh pada dirimu sendiri. Akan lebih baik jika Anda bisa menjauhi mereka yang selalu bersedih atau hidupnya rumit. Pasalnya, secara otomatis hal-hal negatif itu akan berpengaruh pada dirimu.

3. Cari teman ngobrol 
Bagi Anda yang merasa punya kebiasaan overthinking, sebaiknya hindari kesempatan buat sendirian. Semakin sering Anda sendiri dan berdiam diri maka semakin parah kebiasaan overthinking-mu itu. Mengurung diri di kamar atau melamun akan memancing otakmu untuk memikirkan hal yang tidak penting.

4. Cari kegiatan fisik 
Kebiasaan banyak mikir akan muncul ketika Anda tidak punya kerjaan. Nah, itulah alasannya kenapa Anda harus mulai menyibukkan diri. Buat dirimu sesibuk mungkin, pastikan kalau Anda tidak punya waktu buat diam dan berpikir.

5. Batasi waktu berpikir dan catat apa yang dipikirkan 
Jika merasa bahwa sekarang adalah saat yang tepat untuk berpikir, sebaiknya Anda lakukan hal ini. Pertama, tentukan berapa lama Anda boleh berpikir, misalkan 15 menit. Kedua, ambil kertas dan pulpen lalu tulis apa saja yang Anda pikirkan selama 15 menit itu. Setelah waktu habis, apa Anda sudah bisa membuat keputusan atau menemukan solusi untuk masalahmu? Kalau sudah tentu itu kabar baik.

Nah, mari mulai mengenali diri sendiri. Jika Anda sadar dengan kebiasaan buruk yang Anda punya, maka segeralah berubah untuk memperbaiki diri mulai sekarang.

sumber: kesekolah.com

Senin, 26 Januari 2015

Begini Cara Mengatasi Anak Susah Makan

Setiap orangtua akan selalu khawatir tentang kecukupan gizi anaknya. Biasanya anak yang susah makan akan memilih-milih makanan dan hanya mau makan makanan yang digemarinya. Saat anak Anda mulai berusia 6 bulan, ibu seharusnya sudah memberikan makanan pendamping ASI. Pada masa ini, ibu harus lebih cermat untuk memperhatikan pola makan anak. Ibu dapat memberi bubur susu dan sari buah. Setelah itu, anak dapat makan makanan yang lebih padat, misalnya nasi tim.

Namun, masalah utamanya adalah proses ini tidak selalu berjalan mulus. Banyak hal yang membuat anak susah makan dan hal ini basa terjadi saat anak mulai memasuki tahun pertama. Lalu, bagaimana cara mengatasinya ketika anak susah makan?

Berikut tips yang mungkin dapat membantu: 
1. Anda dapat mencoba menyajikan makanan dengan porsi kecil. Perlu diketahui bahwa anak-anak terutama balita, lambungnya masih belum dapat menampung terlalu banyak makanan. Oleh karena itu, berikan si kecil makanan sedikit demi sedikit.

2. Memberikan variasi makanan kepada anak. Anda dapat mencoba membuat beberapa menu makanan untuk si kecil. Ajak si kecil untuk memilih makanan-makanan yang dia sukai karena anak akan mau makan dengan makanan yang ia pilih. Buatlah saat makan menjadi saat yang menyenangkan.

Untuk membuat anak mau makan dan senang untuk menyantap makanannya, ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat memberikan anak makan, yaitu:
1. Mengancam anak
2. Menakut-nakuti anak supaya ia mau makan lebih banyak
3. Menghukum anak jika tidak mau makan atau tidak mau menghabiskan makanannya.

Jangan lupa juga untuk selalu membuat makanan si kecil terlihat menarik. Contohnya Anda dapat mencetak nasi dalam berbagai bentuk atau menghiasi makanannya dengan sayuran.

sumber: kesekolah.com

Khasiat Kulit Rambutan bagi Kesehatan

Buah yang satu ini memiliki bentuk yang unik karena berbentuk oval dan memiliki beberapa rambut. Dengan bentuknya itulah sehingga buah ini dinamakan buah rambutan, buah yang memiliki nama lain Nephelium lappaceum adalah buah yang berasal dari jenis pohon tropis. Rasanya ada yang manis, adapula asam manis. Buah yang berkerabat dekat dengan leci ini memiliki daging yang berair dan berwarna putih.

Buah rambutan terbungkus oleh kulit yang memiliki rambut di bagian luarnya (eksokarp). Warnanya hijau ketika masih muda, lalu berangsur kuning hingga merah ketika masak/ranum. Endokarp berwarna putih, menutupi daging. Pohon dengan buah masak sangat menarik perhatian karena biasanya rambutan sangat banyak menghasilkan buah. Jika pertumbuhan musiman, buah masak pada bulan Desember hingga Maret, dikenal sebagai "musim rambutan". Masanya biasanya bersamaan dengan buah musiman lain, seperti durian dan mangga.

Namun siapa sangka, selain buah rambutan yang sangat nikmat untuk disantap langsung dengan rasa khasnya yang manis ini ternyata kulit rambutan juga bisa kita manfaatkan untuk kesehatan, khasiat kulit rambutan, tentunya tidak akan dapat kita rasakan bila kita tidak mengolahnya dengar benar, dan berikut beberapa khasiat kulit rambutan, diantaranya:

Disentri 
Kulit buah rambutan (10 buah) dicuci, lalu dippotong-potong seperlunya. Lalu ditambahkan 3 gelas minum air bersih, selanjutnya rebus sampai airnya tersisa setengah. Setelah dingin, disaring dan diminum 2 kali sehari, masing-masing tiga perempat gelas.

Demam 
Kulit rambutan yang telah dikeringkan (15 gr) dicuci. Kemudian ditambah 3 gelas air bersih, lalu direbus sampai mendidih selama 15 menit. Setelah dingin, disaring dan diminum 3 kali sehari, masing-masing sepertiga bagian.

Dengan mengetahui khasiat kulit rambutan tentunya kita bisa memanfaatkan kulit rambutan untuk kesehatan. Jadi, sehabis makan buah rambutan, kulitnya jangan langsung dibuang.

sumber: kesekolah.com

Pentingnya Menanamkan Karakter Anak Lewat Tokoh Idolanya

Spider-Man,Iron Man, Thor, Rapunzel, Elsa, hingga Mickey Mouse adalah tokoh animasi populer yang disukai anak-anak. Terkadang saking terobsesinya dengan tokoh-tokoh tersebut, anak selalu minta dibelikan segala hal yang berhubungan dengan tokoh idolanya atau kerap membicarakannya di sepanjang hari. Tidak jarang, kita pun merasa gemas karena polah anak tersebut. Tapi ternyata, kita bisa mengajarkan karakter-karakter positif anak lewat tokoh idolanya.

Psikolog anak Ratih Zulhaqqi, M.Psi., mengatakan bahwa kita sebagai orangtua sebaiknya tidak perlu mengomel jika anak mulai terobsesi dengan satu tokoh. Anak-anak memiliki fase kognitif yang berkembang. Karena itu, anak-anak akan lebih mudah mengingat dan mencontoh berbagai hal menarik yang dilakukan oleh karakter favorit mereka. Pada tahap pengembangan fase kognitif, peran orangtua menjadi sangat signifikan untuk mengarahkan dan membantu anak fokus pada hal-hal positif yang ditunjukkan oleh tokoh dan karakter favoritnya. Anak perlu diajak untuk memaknai setiap sifat positif karakter favorit mereka secara lebih nyata atau konkret sehingga ia juga dengan senang hati mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Berikan Contoh 
Karakter-karakter positif tokoh dalam film animasi sangat efektif dalam menanamkan nilai-nilai kehidupan pada anak. Ingat, berikanlah contoh yang konkret pada anak. Misalnya yang sedang digemari anak sekarang, tokoh Iron Man yang cerdas. Jelaskan padanya bahwa Tony Stark adalah seorang penemu jenius dan cerdas yang dapat menciptakan robot canggih. Tekankan padanya kalau punya karakter positif seperti itu, anak juga bisa lho bikin robot dan hal lainnya. Karena itu, penting bagi orangtua untuk ikut mendampingi anak dalam menonton kartun atau film kesukaan anak.

Ajak Anak Evaluasi 
Setelah menonton atau membaca buku bersama dengan anak, kita bisa ajak anak untuk mengevaluasi karakter positif tokoh tersebut. Tanyakan padanya apa hal-hal yang bisa ia ambil dari tokoh kesukaannya tersebut.

Orang tua pun tidak boleh lupa untuk terus belajar menggali karakter dan contoh yang bisa diberikan untuk anak, kemudian mengevaluasinya. Dampingi anak, itu adalah hal yang paling penting.

sumber: kesekolah.com

Pentingnya Pendidikan dalam Keluarga

Pendidikan adalah sesuatu yang penting. Sebelum memasuki pendidikan formal di institusi-institusi sekolah, ada pendidikan yang lebih penting lagi yaitu pendidikan dalam keluarga. Pendidikan dalam Keluarga adalah tanggungjawab orang tua, dengan peran Ibu lebih banyak. Karena Ayah biasanya bekerja, maka hubungan Ibu dan anak lebih menonjol. Meskipun peran Ayah juga amat penting, terutama sebagai tauladan dan pemberi pedoman. Kalau anak sudah mendekat dewasa peran Ayah sebagai penasehat juga penting, karena dapat memberikan aspek berbeda dari yang diberikan Ibu. Oleh karena hubungan Ayah dan anak terbatas waktunya, terutama di hari kerja, maka Ayah harus mengusahakan agar pada hari libur memberikan waktu lebih banyak untuk bersama dengan anak.

Pendidikan dalam keluarga merupakan hal pokok yang mampu membentuk karakter seorang anak, jika dibandingkan dengan pendidikan formal di sekolah yang hanya berlangsung beberapa jam saja. Di rumah, anak melakukan berbagai hal yang tidak selalu atau bahkan tidak dilakukannya di luar rumah seperti tidur, makan, berbicara, duduk, bermain, menonton televisi, belajar, beribadah, dan lain-lain.

Disinilah saatnya orang tua harus memperhatikan perilaku dan sopan santun setiap anaknya dengan cara memberikan contoh yang baik dimulai dari diri sendiri seperti, makan menggunakan tangan kanan, duduk yang rapi, mengajak anak-anak cuci muka dan menyikat gigi sebelum tidur, beribadah, berbicara dengan sopan dan jujur kepada siapapun dan lain-lain. Jika orang tua mengalami kegagalan dalam mendidik anak menjadi jujur, bersemangat, dan sopan sejak usia dini maka akan sulit bagi orang tua dan lingkungan untuk memperbaiki karakternya.

Ada beberapa jenis pendidikan dalam keluarga yang harus diperhatikan oleh orang tua, diantaranya; 
1. Cinta Tuhan
2. Jujur
3. Sopan santun
4. Hormat pada orang tua
5. Tanggung jawab
6. Disiplin
7.dll

Beberapa pendidikan dalam keluarga di atas sangatlah penting diterapkan oleh para orang tua, karena pendidikan ini bertujuan untuk membentuk karakter anak.

sumber: kesekolah.com

Jumat, 23 Januari 2015

Tips Sehat Memakai Lensa Kontak Warna

Lensa kontak memang lebih populer untuk banyak alasan. Selain lebih nyaman untuk digunakan dibandingkan dengan kaca mata, dan juga untuk menunjang penampilan, terutama lensa kontak berwarna. Dengan menggunakan atau memilih lensa kontak berwarna memang bisa membuat penampilan kita jadi berbeda dan lebih istimewa. Namun sayang, saat ini banyak lensa kontak yang berbahaya karena bisa menimbulkan iritasi pada mata. Salah satu kontak lensa yang cukup berbahaya adalah lensa kontak warna. Untuk tetap menjaga keamanan dan kesehatan mata, ini tips sehat memakai lensa kontak warna.

Resep Dokter 
Meskipun lensa kontak bisa dibeli di salon, toko dan tempat lain dengan harga terjangkau. Pastikan bagi Anda untuk membeli lensa kontak warna pada dokter mata. Resep dokter disinyalir lebih sehat dan baik meskipun harga yang ditawarkan terbilang cukup mahal.

Kebersihan air 
Kebersihan dan kesehatan air yang digunakan untuk menyimpan lensa kontak sangat perlu diperhatikan. Pastikan Anda menggunakan air bersih dan sesuai dengan resep dokter. Hindari menggunakan air kran dan air berbahaya lain. Air kran memicu tumbuhnya bakteri pada kontak lensa Anda sehingga ia bisa menimbulkan iritasi serta sakit mata.

Kebersihan lensa 
Pastikan untuk selalu menjaga kebersihan lensa kontak Anda di rumah maupun saat berpergian. Kebersihan lensa kontak tidak hanya membuatnya awet dan tahan lama, tetapi juga aman bagi kesehatan mata Anda.

Lepas Lensa 
Saat Tidur Pastikan untuk melepas lensa kontak di saat Anda tidur. Selain menjamin kesehatan Anda, melepas lensa kontak warna saat tidur bisa meminimalisir risiko dari bahaya lensa kontak. Melepas lensa kontak saat tidur bisa membantu mata mendapatkan oksigen cukup.

Agar mata tetap sehat dan cantik, tentunya harus diimbangi dengan perawatan yang maksimal bukan? Termasuk perawatan terhadap penunjang kecantikan dan kesehatan mata yakni lensa kontak warna.

sumber: kesekolah.com

Susah Berdiri dengan 1 Kaki? Hati-Hati Penyakit Ini

Stroke merupakan penyakit yang sangat ditakuti ketika beranjak masa tua. Penyakit ini menyebabkan penderitanya mengalami kelumpuhan pada anggota badan tertentu. Seperti sulit berjalan, berbicara, bergerak dan lain sebagainya. Naiknya tekanan darah hingga memecahkan pembuluh darah di otak adalah penyebab stroke. Stroke merupakan silent killer, sayangnya banyak orang yang tidak mengetahui bahwa mereka terkena risiko stroke hingga akhirnya penyakit ini semakin menggawat.

Cara termudah untuk mendeteksi penyakit ini secara dini adalah dengan berdiri menggunakan 1 kaki selama 20 detik atau lebih. Sebab tes ini membutuhkan kesehatan otak yang prima untuk menjaga keseimbangan tubuh Anda. Jika terjadi kerusakan atau pendarahan pembuluh darah di otak, maka Anda akan mengalami kesulitan untuk melakukan gerakan ini.

Profesor Yasuharu Tabara, peneliti dari Center for Genomic Medicine di Kyoto University Graduate School of Medicine, Jepang mengatakan; Penelitian ini menemukan bahwa kemampuan Anda untuk menjaga keseimbangan membutuhkan kesehatan otak yang baik. Jika Anda tidak bisa melakukannya, maka hal ini adalah indikasi dari peningkatan risiko penyakit otak atau penurunan kognitif.

Penelitian yang diterbitkan di American Heart Association's journal Stroke ini melibatkan 841 wanita dan 546 pria dengan usia rata-rata 67 tahun. Setelah mereka berdiri dengan 1 kaki, otak mereka dipindai. Para peneliti kemudian menemukan bahwa mereka yang memiliki kesulitan untuk berdiri dengan 1 kaki, memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena penyakit stroke.

Itulah salah satu gejala dini yang bisa mengetahui seseorang dapat berisiko terkena stroke. Semoga bermanfaat.

sumber: kesekolah.com

Kendala Belajar Anak yang Wajib Diketahui Orang Tua

Semua orangtua tentunya menginginkan anaknya bisa belajar dengan baik dan tumbuh menjadi manusia yang cerdas. Bahkan tidak sedikit orangtua yang berupaya supaya anaknya bisa memiliki prestasi di sekolah. Anak-anak yang duduk di bangku sekolah memang memiliki permasalahan tersendiri, ini lantaran karena mereka mempunyai cara sendiri dalam memahami suatu pelajaran. Banyak yang beranggapan bahwa anak saat menghadapi kesulitan dalam memahami pelajaran, dianggap mereka tidak memiliki mampuan untuk menangkap materi pelajaran.

Jika para orang tua dan pengajar sudah terlebih dahulu menganggap tidak mampu, itu merupakan hal yang belum tentu benar. Yang harus diketahui setiap anak memiliki cara belajarnya sendiri, tidak semua anak sama dalam memahami berbagai hal. Sebagai orang tua dan pengajar, sebaiknya harus tahu bagaimana karakter anak dalam belajar. Mengamati sebelum memberikan sebuah pelajaran dimaksudkan agar anak tersebut bisa menyerap materi yang akan diberikan.

Berikut kendala anak dalam belajar yang harus dimengerti oleh orang tua: 
1. Auditory 
Anak pada kendala auditory yaitu anak cenderung lebih aktif, seperti banyak berbicara. Lebih cenderung untuk menyenangi suatu hal yang ia tekuni, sehingga tidak peduli dengan suatu hal yang baru di sekitarnya. Anak pada tipe ini tidak akan bisa belajar dengan suasana yang ribut, ramai dan lebih memilih ketenangan.

2. Visual 
Disini anak tidak suka untuk berbicara di depan kelompok dan tidak suka mendengarkan orang lain. Namun disisi lain anak tersebut tahu apa yang dimaksud namun sulit untuk mengungkapkan. Sebagai contoh umumnya anak dengan kendala ini yaitu sering lupa ketika ditanya, sering lupa untuk menyampaikan sesuatu. Seringnya terlambat untuk menyalin pelajaran, serta kesulitan mereka menerima pesan secara lisan.

3. Kinestetik 
Anak pada kendala ini sangat sulit mempelajari hal yang abstrak seperti simbol matematika atau peta. Tidak bisa belajar di sekolah yang konvensional di mana guru menjelaskan dan murid diam. Kapasitas energinya cukup tinggi sehingga bila tidak disalurkan akan berpengaruh terhadap konsentrasi belajarnya.

Secara sederhana, gaya belajar dapat kita artikan sebagai kemampuan seseorang untuk menerima, menyerap, mengatur dan mengolah informasiyang diterimannya. Jika kita kaitkan dengan dunia pendidikan, gaya belajar seorang pelajar merupakan kemampuan kombinasi yang dimiliki oleh pelajar tersebut untuk menerima, menyerap, mengatur dan mengolah materi pelajaran yang diterimanya selama proses pembelajaran. Gaya belajar tersebut merupakan kunci untuk mengembangkan motivasi dan potensi belajar anak.

sumber: kesekolah.com

Hati-Hati Jika Anak Mengaku Punya Teman Khayalan

Memiliki sahabat tentu saja menyenangkan. Kita jadi memiliki seseorang yang bisa menjadi tempat cerita, ngobrol, melakukan banyak hal dan tumbuh bersama-sama. Namun apa jadinya jika yang menjadi sahabat adalah sosok yang hanya ada dalam khayalan? Terkadang orang tua khawatir karena anaknya sering berbicara sendiri disela-sela melakukan aktivitas. Sebaiknya orang tua jangan selalu menanggapi hal yang terjadi pada buah hati sebagai hal-hal yang berbau gaib, mistis, atau berkaitan dengan indera keenam. Jika anak menginjak usia 3-4 tahun hal tersebut adalah hal yang wajar terjadi pada saat anak usia tersebut. Tetapi yang perlu orang tua perhatikan lebih lanjut adalah apabila kebiasan berimajinasi dan memiliki teman khayalan tersebut berlanjut hingga usia lebih dari 3-4 tahun.

Bisa jadi buah hati mengalami gejala awal autis. Sebagai orang tua sebaiknya jangan membiarkan anak tenggelam dalam situasi imajinasi tersebut. Alihkan perhatian anak dari imajinasinya dengan cara melakukan aktivitas-aktivitas positif, misalnya dengan segera mengajak anak berbicara dan bermain ketika asyik berimajinasi. Anak autis memang biasanya memiliki kemampuan berimajinasi yang tinggi. Anak dengan autis biasanya memiliki dunia sendiri bahkan teman khayalan.

Langkah pencegahan sejak dini adalah hal penting untuk menyembuhkan anak dari gejala awal autis. Daya imajinasi yang tinggi pada anak dengan autis sering kali membuat anak dengan autis mengisolasi diri dari lingkungan sekitarnya. Mereka menghindari berinteraksi dengan teman-teman sepermainan dan malah lebih memilih asyik bermain dengan teman khayalan.

Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menangani khayalan pada anak: 
1. Tempatkanlah posisi teman khayalan sebagai pihak yang positif. Teman khayalan bisa membantu anak dengan autis untuk mengekpresikan diri dan membuat sang anak menjadi merasa tidak kesepian. Teman khayalan bisa membuat anak dengan autis terpancing daya kreativitas dan rasa keingintahuannya.

2. Tidak mehancurkan hubungan anak dengan teman khayalannya, tetapi berusaha agar anak tidak terlalu terlibat interaksi dengan teman khayalannya. Maksudnya adalah mengikuti skenario anak tetapi orang tua juga turut memperingatkan kalau teman khayalan sang anak adalah tidak nyata.

3. Sesekali selipkan kalimat-kalimat pada saat orang tua berbicara anak bahwa teman khayalan tidaklah nyata, misalnya dengan mengatakan "Senangnya pura-pura bermain dengan Ani". Paling tidak anak lama kelamaan akan sadar bahwa teman khayalan mereka ternyata tidak nyata.

4. Yang patut diwaspadai oleh orang tua adalah jika anak dengan autis terlalu berinteraksi dengan teman khayalannya. Hal ini dapat membuat pribadi anak menjadi lebih tertutup dan tidak mudah berinteraksi sosial dengan orang lain.

Jangan biarkan kebiasaan anak berinteraksi dengan teman khayalan ini berlajut hingga dewasa. Karena penangannya jauh lebih sulit, lebih baik dilakukan terapi atau penanganan sejak dini. Memiliki teman khayalan adalah hal wajar yang bisa saja dialami oleh setiap anak tetapi menjadi hal yang tidak wajar lagi jika terjadi pada usia anak yang semakin dewasa. Bisa saja ini merupakan tanda adanya gangguan autis pada anak.

sumber: kesekolah.com

Rabu, 21 Januari 2015

Mengatasi Kekhawatiran Orang Tua Terhadap Anak

Kekhawatiran orang tua terhadap anak merupakan fenomena umun yang terjadi saat ini. Namun, tidak jarang dari sekian banyak orang tua, pasti ada yang memiliki rasa kekhawatiran berlebihan. Jadi jika Anda mengalami kecemasan orang tua, tidak perlu bersikap panik yang berlebihan. Ini adalah fenomena umum dan ada cara yang efektif untuk menaklukkan rasa cemas yang melanda Anda. Kali ini kesekolah.com akan menghadirkan tips untuk mengatasi rasa cemas Anda.

Anda harus tahu hal-hal apa saja yang bisa Anda kendalikan dan mana yang tidak. Langkah pertama yang harus Anda ambil adalah untuk mengetahui hal-hal yang dapat Anda kontrol dan beberapa hal yang tidak bisa. Setiap orang tua jelas memiliki kecemasan yang sedikit berlebihan terhadap putra-putri mereka. Anda harus mengetahui betul mana saja hal-hal yang sebenarnya bisa Anda atasi dan mana yang tidak. Kecemasan yang tidak perlu atas fakta bahwa anak Anda jatuh sakit meskipun makanan dan nutrisi yang masuk dalam tubuhnya selalu sehat seharusnya tidak perlu menjadi beban hidup Anda. Kebijaksanaan adalah hal yang penting yang harus Anda miliki.

Yang selanjutnya Anda harus bisa membedakan ketakutan dari fakta. Langkah kedua adalah mengetahui dari mana ketakutan Anda sebenarnya berasal. Anda nantinya akan benar-benar menyadari bahwa dalam beberapa kasus memang kekhawatiran yang terlalu berlebihan itu tidak perlu.

Langkah ketiga yang harus Anda lakukan adalah berhenti membandingkan anak Anda dengan anak lain. Kebanyakan orang tua melakukan kesalahan yang sangat besar dengan membanding-bandingkan. Ini dapat merusak pertumbuhan anak Anda.Sebagai orang tua sangat penting bahwa Anda menghargai anak Anda dan membuat dia menyadari kemampuannya. Ini akan menjadi pemicu anak untuk jadi pemberontak yang aman akan membuat Anda semakin khawatir.

Semoga bermanfaat...

sumber: kesekolah.com

Radang? Redakan dengan Makanan Merah Ini

Pada saat tubuh terbentur atau terinfeksi virus dan bakteri, secara alami tubuh akan menunjukkan reaksi seperti radang atau bengkak di tempat yang terserang penyakit. Peradangan adalah bagian dari respon kekebalan tubuh. Sebenarnya bengkak atau radang ini bisa sembuh dengan sendirinya. Namun mengapa harus menunggu lama, jika bisa diobati dengan cepat menggunakan makanan sehari-hari?

Ini beberapa makanan terbaik yang bisa meredakan peradangan secara efektif: 
1. Tomat 
Sayur sekaligus buah ini memiliki banyak vitamin A dan C sebagai antioksidan dan bersifat anti-inflamasi atau anti-radang sehingga baik menyembuhkan bengkak karena infeksi penyakit. Tomat kaya akan lycopene yang terbukti mengurangi peradangan di paru-paru dan seluruh tubuh.

2. Buah bit 
Umbi berwarna merah ungu pekat ini sangat baik dalam kandungan antioksidan dan sangat baik dalam menyembuhkan peradangan. Buah bit juga baik membantu melindungi tubuh dari sel kanker dan penyakit jantung. Banyak sekali vitamin A dan C dalam buah bit serta serat yang menurunkan kolesterol.

3. Buah strawberry 
Buah berry merah seperti strawberry dan raspberry merah adalah yang terbaik untuk menyembuhkan peradangan. Antioksidannya yang kaya, serta rendah kalori sangat baik menurunkan tekanan darah dan kolesterol. Bahkan buah berry merah juga baik mengurangi nyeri arthritis.

Nah, sekarang jadi tahukan bagaimana menghadapi masalah radang Anda?

sumber: kesekolah.com

Selasa, 20 Januari 2015

Cara Memanfaatkan Waktu dengan Efektif

Semua orang memiliki kapasitas waktu yang sama yakni 24 jam setiap harinya. Perbedaan antara orang sukses dan orang yang belum sukses dapat dilihat dari caranya mengatur waktu. Bahkan beberapa orang menganggap waktu adalah uang. 1 hari terdiri dari 24 jam. Atau setara dengan 1440 menit. Atau jika dikonversi dalam bentuk detik menjadi 86.400 detik. Sudahkah Anda memanfaatkan setiap detik yang Anda punya? Waktu tidak hanya setara dengan uang, namun lebih dari itu. Waktu merupakan aset tidak kasat mata yang paling sulit untuk dikendalikan penggunaannya. Untuk itulah diperlukan beberapa panduan yang bisa membuat Anda memanfaatkan waktu dengan lebih efisien lagi.

Berikut beberapa cara mengatur waktu dengan efektif: 
1. Bekerja di waktu-waktu produktif 
Waktu-waktu di saat badanmu masih segar, pikiran masih jernih adalah saat yang tepat untuk mengerjakan suatu pekerjaan. Pastikan Anda melakukan pekerjaan yang sulit atau memerlukan pemikiran lebih di waktu produktifmu. Jangan mengerjakan sesuatu yang sulit di saat tubuh lelah dan pikiran yang penat karena akan sulit berkonsentrasi dan pekerjaan pun tidak akan maksimal.

2. Rencanakan kegiatanmu 
Anda harus memiliki rencana jangka pendek dan panjang apa yang akan dilakukan. Buatlah catatan to-do-list (daftar pekerjaan yang harus dikerjakan) sebagai panduan dalam kegiatan sehari-hari. Pastikan rencanamu realistis. Ketahuilah kemampuanmu sendiri dan jangan membuat rencana yang muluk-muluk yang di masa depan akan membuatmu kewalahan.

3. Atasi kebiasaan menunda 
Kebiasaan ini adalah kebiasaan yang paling banyak menghalangi seseorang untuk bisa memanfaatkan waktunya dengan baik. Ingat, jika Anda mengerjakan banyak pekerjaan dalam waktu yang singkat, hasilnya cenderung tidak maksimal. Orang yang menunda pekerjaan umumnya takut stres saat mengerjakan pekerjaan yang tidak menyenangkan baginya. Padahal, saat sudah mendekati deadline, Anda justru akan jauh lebih stres.

4. Hindari sifat perfeksionis 
Sifat perfeksionis tidak akan membuat pekerjaan lebih baik secara keseluruhan. Anda hanya berkonsentrasi pada satu hal saja, tanpa memikirkan hal lain yang mungkin tidak kalah pentingnya. Akan lebih baik jika Anda juga mengerjakan yang lain juga. Apabila masih ada waktu, Anda bisa memperbaiki kekurangan tersebut.

5. Istirahat cukup 
Siapa bilang apabila kita tidur, kita sama saja membuang waktu? Beristirahat 6 sampai 8 jam sehari, memiliki efek yang sangat baik untuk mempertahankan produktivitas. Bayangkan apabila Anda kurang beristirahat lalu jatuh sakit. Hal itu justru akan menghabiskan banyak waktu untuk memulihkan kondisimu. Selain itu, terlalu sering sakit sangat tidak baik untuk tubuhmu dalam jangka panjang.

Semoga berhasil!

sumber: kesekolah.com

Anak Rewel dan Tidak Mau Bersekolah? Atasi dengan Ini

Perilaku anak dapat membuat orang tua menjadi khawatir, terutama jika mereka tidak mau bersekolah. Penyebabnya bisa berbagai macam, bisa dari dalam diri mereka sendiri maupun dari luar. Biasanya hal ini sudah dimulai dari pagi ketika anak bangun, kemudian sulit disuruh sarapan dan mandi. Hal ini bisa menjadi tantangan bagi Anda sebagai orang tua. Jika hal ini berlangsung setiap hari pasti akan membuat Anda jengkel bukan? Menyiapkan buah hati Anda masuk sekolah biasanya susah-susah gampang. Ulah balita hingga anak usia awal SD menghadapi hari pertama sekolah merupakan hal yang wajar. Memaksa anak untuk tetap bersekolah tidak selalu membuatnya menurut. Seringkali hal ini membuat orang tua menjadi kebingungan.

Berikut hal yang harus diketahui orang tua untuk mengatasi perilaku anak: 
1. Biarkan Tidur Lebih Awal 
Cobalah agar anak Anda tidur lebih awal dari jam tidur normal biasanya. Matikan televisi lebih awal dan minta mereka untuk membaca buku sehingga lebih bersantai. Menanamkan kebiasaan yang baik sedari kecil akan mempermudah Anda dimasa depan.

2. Pastikan Anak Tidur Yang Cukup 
Kebanyakan anak yang suka ngambek atau rewel seringkali tidak mendapatkan tidur yang cukup. Menurut National Sleep Foundation, anak-anak bayi dan balita biasanya membutuhkan jam tidur selama 12 jam. Anak-anak berusia 5 hingga 12 tahun membutuhkan jam tidur 10 hingga 11 jam. Jadi, jika perlu Anda dapat mengubah rutinitas tidur si kecil dengan tepat.

3. Dengarkan Keluh Kesah Anak 
Dekati anak dan dengarkan keluh kesahnya. Dengan begitu anak merasa tidak dipojokkan. Anda dapat bertanya dengan lembut dengan anak, apa alasan dirinya tidak mau masuk kesekolah. Jika Anda sudah tahu alasannya. Dengan begitu bisa dicari solusinya bersama-sama. Hal ini dapat Anda lakukan dengan cara yang santai, saat ia sedang bermain atau menonton televisi.

4. Libatkan Guru di Sekolah 
Jika semua cara yang dilakukan untuk membujuk anak agar mau bersekolah tidak berhasil, maka Anda dapat menghubungi wali kelas anak disekolah. Anda dapat membicarakan masalah ini dengan guru tersebut. Jika alasan anak tidak mau bersekolah adalah karena teman-temannya atau ia sulit menerima pelajaran, maka akan dengan mudah dicari solusinya.

5. Berikan Motivasi 
Memberikan motivasi bagi anak untuk bersekolah dapat membuat tekadnya semakin kuat dan lebih percaya diri. Perhatian orang tua kepada anak pun harus lebih ditingkatkan. Anda pun dapat mendorong anak untuk dapat beristirahat dengan lebih baik dan jangan lupa untuk menjaga asupan gizinya. Janganlah mudah untuk memarahi anak, lakukan pendekatan dengan lembut sehingga perilaku anak akan dengan mudah terkontrol.

Jadi, agar anak tidak terlalu rewel saat mendapati lingkungan sekolahnya, maka disarankan ada baiknya untuk memilih sekolah yang dekat dari rumah.

sumber: kesekolah.com

Senin, 19 Januari 2015

Penyebab Anak Jadi Berontak dan Suka Melawan

Setiap anak memang unik. Ada yang kalem dan penurut tapi ada juga yang senang memberontak. Mau tahu apakah anak Anda punya kecenderungan jadi pemberontak? Seorang psikolog anak, Setyo Mulyadi, mengatakan bahwa; jangan salahkan anak-anak Anda bila tiba-tiba mereka berani melawan Anda atau tidak mau menuruti nasehat Anda. Perlu Anda ketahui, hal ini terjadi dikarenakan ada rasa ketidakpuasan di dalam hati mereka, tentang pola Anda mengasuh, atau karena kurangnya perhatian dari Anda. Oleh karena itu, bila ada di antara Anda yang saat ini sedang menghadapi pemberontakan anak Anda, daripada Anda terus-menerus bermusuhan dengan mereka, berikut beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai penyebab mengapa seorang anak tiba-tiba menjadi pemberontak dan berani melawan orang tuanya.

1. Sikap otoriter 
Orang tua yang otoriter sangat mempengaruhi kepribadian sang anak, karena tekanan demi tekanan yang dirasakan, lama kelamaan akan membuat anak harus berani mengambil sikap, apakah akan tetap mematuhi orang tuanya atau harus menuruti kata hatinya. Berusahalah untuk tidak menjadi orang tua yang demikian, Anda boleh mengajarkan disiplin serta ketegasan kepada anak Anda, tetapi tetaplah fleksibel dalam proses penerapannya.

2. Menyuruh anak di saat yang tidak tepat 
Ketika Anda ingin menyuruh anak Anda untuk melakukan sesuatu, sedangkan dia sedang asyik dengan kegiatannya, biasanya anak akan enggan untuk mematuhi perintah dari orang tuanya karena merasa terganggu. Bila sudah demikian hindari untuk memaksanya, selama Anda tetap bisa melakukannya seorang diri, maka kerjakan. Namun, bila hal tersebut sangat mendesak dan Anda betul-betul membutuhkan bantuan darinya, maka usahakanlah untuk menyampaikannya dengan cara yang baik, beri dia pemahaman bahwa bantuan dari dia sangat Anda perlukan. Dengan demikian, mereka akan merasa dibutuhkan meskipun merasa terganggu anak Anda akan sadar karena itu adalah bagian dari tanggung jawabnya.

3. Tidak bisa memenuhi keinginan anak 
Bila orang tua tidak bisa memenuhi keinginan anaknya, sebagai bentuk protes biasanya mereka akan menunjukkan sisi keras kepalanya dengan harapan keinginannya dapat dipenuhi atau sekadar ingin mendapatkan perhatian dari orang tuanya.

4. Tidak peduli dengan keluarga 
Biasanya terjadi ketika orang tua terlalu sibuk dengan dirinya sendiri, bisa dikarenakan masalah pekerjaan atau karena benar-benar sudah tidak peduli lagi dengan keluarganya. Ketahuilah bahwa anak-anak sangat mendambakan didikan serta teladan dari orang tuanya. Namun, bila di dalam keluarganya peran orang tua sudah tidak lagi berfungsi, maka jangan heran bila mereka berani melawan Anda.

5. Pengaruh lingkungan 
Lingkungan di mana keluarga Anda tinggal juga sangat mempengaruhi perkembangan kepribadian anak Anda. Teman-teman bermainnya juga turut andil dalam proses pembentukan jati diri mereka. Oleh karena itu, bila lingkungan tempat tinggal Anda buruk, maka jangan heran bila tiba-tiba anak Anda bisa mengucapkan sumpah serapah.

Anak adalah seorang peniru sejati, mereka akan meniru apa saja yang dilihat dan didengarnya. Sebagai orang tua, bila Anda mendapati anak Anda berani melawan, maka introspeksilah diri, tanyalah pada diri Anda apakah selama ini Anda telah menunjukkan teladan yang baik kepada mereka atau justru sebaliknya. Bentuklah sikap yang positif pada anak Anda sejak mereka masih kecil, sehingga ketika nanti beranjak dewasa mereka akan segan untuk memberontak ataupun melawan Anda.

sumber: kesekolah.com

Tips Bijak Mengawasi Online Anak

Berkembangnya teknologi online saat ini tidak hanya dapat dinikmati manfaatnya oleh kaum dewasa, namun juga anak-anak. Oleh sebab itu bukanlah hal yang asing jika saat ini anda melihat anak-anak yang masih berumur belia sudah memiliki gadget digital yang mereka bawa dan gunakan setiap saat. Bahkan, banyak dari mereka yang tahu cara mengakses internet lebih dari orang tuanya.

Hal ini disebabkan tidak hanya oleh fenomena dunia online yang semakin mudah diakses, namun juga lemahnya kontrol orang tua terhadap anak-anak mereka dalam penggunaan internet. Dampak negatif internet pada anak mungkin sudah Anda ketahui, seperti anak menjadi malas belajar, anak menjadi terlalu cepat dewasa, anak mengakses situs-situs dewasa hingga penculikan maupun hal buruk lainnya yang dapat terjadi pada anak hanya karena pengawasan penggunaan internet yang sangat lemah. Bagi Anda yang memiliki anak yang sudah mulai menggunakan perangkat digital untuk mengakses internet, berikut tips untuk mengawasi penggunaannya:

1. Jadilah temannya di media sosial 
Cara pertama, buatlah kesepakatan dengan anak Anda bahwa jika ia ingin membuat akun dimedia sosial contohnya; facebook, twitter, path, dll maka ia harus berteman dengan Anda selaku orangtuanya, bisa ibu atau ayah. Aturan ini tidak bisa dinego.

2. Berteman dengan orang tua teman anak 
Bentuk perkumpulan dengan para orangtua anak yang lain, yang notabene bersahabat dengan anak Anda. Dengan begitu, Anda akan mengetahui lebih banyak tentang orang tua teman anak Anda tersebut dan tingkat tanggung jawab mereka terhadap anak. Ingatlah bahwa buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya.

3. Cek isi ponsel secara random 
Jika memungkinkan, cek isi ponsel anak Anda secara random. Periksa foto dan video apa saja yang ada di dalamnya, jam berapa anak sms-an dan menerima sms, apakah ada yang mengancam anak Anda dan lain-lain. Anak akan menunjukkan gelagat yang mencurigakan jika di ponselnya terdapat gambar, video, ataupun pesan aneh sehingga akan berusaha menolak jika orangtua ingin melihat isi ponselnya.

4. Tempatkan PC/laptop di area terbuka di rumah 
Secara psikologi, anak akan memperlihatkan sikap canggung dan merasa tidak aman jika ada orang lain yang bisa leluasa melihat apa yang mereka lakukan di depan komputer, apalagi jika ia membuka situs yang aneh-aneh (tidak pantas). Jika anak online menggunakan laptop, buat aturan bahwa ngenet tidak boleh dilakukan di kamar tidur sehingga Anda bisa tetap mengontrol aktivitas anak di internet.

5. Buat aturan waktu Ini berlaku untuk ponsel dan komputer. 
Sama halnya memberlakukan aturan bahwa tidak boleh menonton televisi jika belum mengerjakan pekerjaan rumah (PR), selama jam makan malam atau setelah jam 9 malam. Aturan serupa hendaknya juga diberlakukan untuk ponsel dan internet.

6. Jadilah sahabat 
Orang tua harus rajin berdialog dengan anak tentang bahaya predator dan cyberbully, risiko berbagi foto dan pesan yang bersifat cabul, pentingnya pengaturan privasi. Biarkan mereka tahu mengapa Anda melakukan semua ini, jelaskan alasan-alasannya secara gamblang dan jangan lupa beri kesempatan kepada anak untuk menyuarakan keberatan atau masalah mereka. Jangan ragu untuk berkompromi, namun harus tetap berpegang teguh pada aturan-aturan yang Anda anggap penting.

Sebagai orang tua, kita tidak bisa terus-menerus mengawasi anak kita seiring mereka semakin dewasa dan mandiri. Jika kita ingin mendapatkan kepercayaan dan anak berterus terang kepada kita, mulailah ajak anak berdialog sedini mungkin dan tunjukkan kalau kita mempercayai mereka.

sumber: kesekolah.com

Menumbuhkan Minat Baca pada Anak

Buku adalah jendela dunia, begitu pepatah tentang buku ini akrab didengar. Dengan membaca buku, segala informasi bisa diperoleh. Seringkali rutinitas membaca menjadi hal yang tidak bisa dilewatkan oleh seseorang setiap hari. Tanpa membaca, rasanya ada yang kurang. Kalau Anda menyadari akan pentingnya membaca hingga menjadikannya sebuah rutinitas sehari-hari, bagaimana dengan anak-anak? Apakah mereka juga dipersiapkan menjadi generasi yang suka membaca?.

Di era teknologi, gagdet dengan segalakecanggihannya, berisi berbagai permainan yang mampu menarik perhatian anak. Efeknya, banyak anak lebih memilih menghabiskan waktu dengan gadget dibanding membaca buku. Padahal, anak yang rajin membaca sejak kecil, berpotensi menjadi anak yang cerdas. Melalui apa yang dibaca, seringkali ia menemukan kosa kata baru yang belum diketahui sebelumnya, lalu ia tanyakan kepada orangtua. Dari sini, tentu berbagai pengetahuan baru pun akan ia dapatkan.Agar anak suka membaca, hal tersebut harus ditanamkan sejak kecil. Bagaimana caranya?

Kenalkan Buku Sejak kecil 
Saat ini sudah tersedia beragam buku yang ditujukan untuk bayi usia 0-2 tahun, biasanya berbahan kain atau plastik, penuh warna, dan berisi banyak gambar. Biarkan anak bermain dengan buku pertamanya karena ini adalah langkah awal yang menjadi pendorong agar anak tertarik membaca dan menikmati kegiatan menggunakan buku.

Ajak ke Toko Buku 
 Mulai usia balita, anak sudah bisa memilih barang yang disukainya, termasuk buku. Ajak anak ke toko buku secara berkala, lalu sesekali ijinkan anak memilih buku yang diinginkannya, atau pilih beberapa buku yang sesuai untuk anak dan biarkan anak memilih salah satunya.

Belikan Buku Sesuai Minat 
Membelikan buku sesuai minat adalah salah satu cara efektif membuat anak tertarik pada buku. Misalnya, jika anak menggemari suatu karakter dalam film favoritnya, belikan buku bergambar atau berisi karakter yang sama. Bila anak menyukai pesawat terbang, belikan buku tentang sejarah pesawat terbang.

Jangan Memaksa 
Anak lebih suka membaca komik? Jangan terburu-buru melarangnya dan memaksa anak membaca buku lain. Karena hal tersebut justru dapat membuatnya benci pada buku. Biarkan anak tetap membaca buku kesukaannya, sambil perlahan-lahan mengenalkan anak dengan buku jenis lainnya.

Jelaskan Manfaat 
Untuk anak yang sudah lebih dewasa, orangtua bisa mulai menjelaskan beragam manfaat dari membaca buku.

Jadilah Contoh 
Anak biasa meniru perilaku orangtuanya. Untuk menumbuhkan minat membaca pada anak, mulailah dengan diri sendiri dan membiasakan membaca di depan anak. Anak akan melihat kebiasaan tersebut dan perlahan-lahan akan menirunya.

Selamat membaca!

sumber:  kesekolah.com

Hati-Hati, Gejala Kanker yang Sering Diabaikan

Kanker, seperti yang dilansir wikipedia adalah suatu penyakit yang ditandai dengan kelainan siklus sel khas yang menimbulkan kemampuan sel untuk tumbuh tidak terkendali dan menyerang jaringan biologis di dekatnya serta dapat bermigrasi ke jaringan tubuh yang lain melalui sirkulasi darah. Kanker merupakan salah satu penyakit mematikan yang banyak ditakuti oleh sebagian besar masyarakat dunia. Sebagian besar orang menganggap bahwa gejala awal kanker tidak bisa dideteksi dengan jelas. Baru-baru ini seorang peneliti yang berasal dari University College London, mengatakan bahwa gejala awal kanker sangat mungkin dialami seseorang. Dan bahkan gejala yang dialami sering disebut sebagai penyakit biasa.

Inilah gejala kanker yang sering diabaikan karena dianggap sakit biasa: 
1. Sakit Tenggorokan 
Sakit tenggorokan sering disebut sebagai sakit radang. Namun jika hal ini terjadi secara terus-menerus, sakit tenggorokan bisa dikatakan sebagai gejala awal adanya indikasi kanker laring ataupun kanker tenggorokan. Segera berobat dan periksa ke dokter jika Anda mengalami sakit tenggorokan pada waktu yang lama.

2. Berat Badan Turun 
Ketika seseorang tidak melakukan diet namun mengalami penurunan berat badan yang signifikan, hal ini bisa dikatakan sebagai gejala awal adanya penyakit kanker di dalam tubuh. The American Cancer Society mengatakan jika terjadi penurunan berat badan secara drastis tanpa penyebab jelas merupakan salah satu gejala awal kanker.

3. Benjolan di Tubuh 
Jika Anda memiliki benjolan aneh di bagian tubuh, segeralah berobat ke dokter dan cari tahu benjolan tersebut. Benjolan bisa saja berupa sel kanker ataupun tumor. Tidak sedikit orang menganggap benjolan yang tiba-tiba tumbuh di tubuh adalah penyakit biasa, namun jika tidak segera diperiksa bisa jadi benjolan ini adalah gejala kanker.

4. Batuk 
Batuk dan flu sering terjadi di musim hujan. Virus dan bakteri disinyalir sebagai penyebab utama batuk. Namun jika Anda mengalami batuk berkepanjangan dan suara serak, bisa jadi hal ini adalah gejala kanker. Batuk berkepanjangan dan tidak lekas sembuh disebutkan sebagai gejala awal kanker toroid, kanker paru-paru ataupun limfoma. Hubungi dokter ketika Anda mengalami batuk serta suara serak berkepanjangan lebih dari satu bulan.

5. Kesulitan Menelan 
Penyempitan tenggorokan yang menyebabkan seseorang sulit menelan dikatakan sebagai gejala awal kanker. Gejala umum kanker adalah masalah pada sistem syaraf dan kekebalan tubuh. Salah satu yang bisa menunjukkan adanya kedua masalah tersebut adalah keadaan seseorang dimana ia sulit menelan dan tubuhnya lemah.

6. Nyeri di Tubuh 
Rasa nyeri banyak dianggap sebagai rasa lelah atau sakit biasa. Namun asal Anda tahu, nyeri di tubuh disinyalir bisa menjadi gejala awal tubuh terindikasi sakit kanker. Rasa nyeri di salah satu bagian tubuh bisa memicu kanker di daerah tersebut. Rasa nyeri ini bisa saja sebagai gejala awal kanker tulang, kanker ovarium, kanker payudara atau bahkan kanker rahim.

Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala tersebut, pastikan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Pemeriksaan lebih awal akan lebih baik untuk kelangsungan penyembuhan dan pengobatan. Pastikan untuk selalu menerapkan pola hidup sehat sebagai antisipasi terhadap penyakit kanker.

sumber: kesekolah.com

Efek Stres pada Kesehatan Fisik

Stres dan tekanan hidup saat ini hampir dialami oleh semua orang. Nyatanya bagi sebagian orang kondisi ini bahkan bisa sangat membahayakan kesehatannya. Tidak sedikit wanita mengalami stres saat dihadapkan pada masalah rumit baik masalah keluarga, keuangan ataupun pekerjaan. Stres merupakan salah satu kondisi yang bukan hanya menyebalkan namun juga berpengaruh buruk terhadap kesehatan. Selain berpengaruh buruk terhadap kesehatan psikis, stres juga berpengaruh buruk terhadap kesehatan fisik. Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan adanya beberapa efek stres terhadap kesehatan fisik.

Ini beberapa pengaruh buruk perasaan stres bagi kesehatan fisik: 
1. Batuk Dan Flu 
Kecemasan akibat stres dikatakan mampu menurunkan sistem kekebalan tubuh seseorang. Ketika sistem kekebalan tubuh mudah menurun, hal ini bisa menyebabkan virus serta bakteri penyebab batuk maupun flu dengan mudah menyerang. Batuk dan flu merupakan salah satu pengaruh buruk akibat stres.

2. Berat Badan Tidak Stabil 
Ada beberapa orang yang mengalami stres dan makan banyak sehingga ia mengalami obesitas. Namun tidak sedikit orang tidak nafsu makan saat dirinya tengah stres sehingga ia menjadi lebih kurus. Berat badan yang tidak stabil dan cenderung naik ataupun turun merupakan salah satu pengaruh dari perasaan stres.

3. Jerawat 
Stres dikatakan mampu meningkatkan hormon seseorang. Dan jika hormon ini terus mengalami peningkatan, tidak heran jika bisa menimbulkan jerawat di tubuh ataupun wajah. Kecemasan yang timbul akibat stres memicu sistem kekebalan tubuh menurun dan memunculkan jerawat.

4. Cepat Lelah 
Stres memicu tubuh seseorang mengalami cepat lelah. Meskipun tidak bekerja sepanjang hari dan telah memiliki istirahat yang cukup, stres sering kali menguras tenaga dan stamina. Ketika Anda merasa mudah lelah, kemungkinan besar Anda tengah dihadapkan pada kondisi stres dan berpikir terlalu berat.

5. Mengganggu Pencernaan 
Sebagian besar penderita penyakit pada gangguan pencernaannya disinyalir disebabkan oleh perasaan stres. Ketika seseorang mengalami stres, tidak jarang hal ini merubah pola makannya dan memicu terjadinya gangguan pencernaan. Berpikir terlalu berat karena stres juga memicu pencernaan di dalam tubuh tidak bekerja secara normal.

Agar tubuh tetap sehat, pastikan suasana hati Anda selalu bahagia dan jauh dari perasaan cemas agar tidak berujung stres. Usahakan untuk menjaga pola makan, olahraga, istirahat cukup dan minum vitamin agar tubuh selalu sehat.

sumber: kesekolah.com

Rabu, 14 Januari 2015

Buah Ini Bermanfaat Menangkal Diabetes

Kegagalan dalam menjaga pola hidup sehat bisa menyebabkan diabetes dan obesitas. Keduanya merupakan pintu masuk beragam penyakit. Namun dengan rajin mengonsumsi buah, beberapa penelitian mengungkap bahwa kedua masalah kesehatan tersebut tidak lagi menjadi ancaman.Hampir semua buah memberikan banyak manfaat, namun ada beberapa buah yang memiliki konsentrasi lebih tinggi dari vitamin dan nutrisi.

Beberapa buah-buahan ternyata memiliki manfaat khusus bagi tubuh: 
1. Apel: Pembersih kolesterol 
Penelitian membuktikan bahwa apel bisa melindungi terhadap risiko asma dan penyakit paru-paru obstruktif kronik berkat tingginya antioksidan flavonoid di dalamnya. Senyawa quercetin juga turut melindungi sel-sel otak dari radikal bebas.

2. Jeruk: Mencengah kanker 
Kandungan zat nobiletin di kulit jeruk efektif mencegah atheroschlerosis atau pembentukan plak (kolesterol dan lemak) di pembuluh darah. Nobiletin juga bisa meningkatkan sensitivitas insulin. Oleh karena itu, nobiletin berperan penting dalam mencegah stroke dan diabetes.Jeruk juga terbukti membantu mencegah risiko kanker. Senyawa salvestrol Q40 yang ditemukan dalam kulit jeruk dapat menghentikan aktivitas enzim yang memicu pertumbuhan sel kanker. Cobalah untuk mencampurkan kulit jeruk ke dalam teh hangat atau menaburkannya ke dalam salad.

3. Grapefruit: Penangkal diabetes 
Grapefruit bisa menurunkan risiko resistensi insulin, biang kerok munculnya diabetes tipe 2. Antioksidan naringenin yang memberikan rasa pahit di jeruk akan bertindak meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin.Naringenin juga dapat mengaktifkan protein kecil, yang disebut nuclear receptor, menyebabkan hati memecahkan lemak bukan menyimpannya. Lemak berlebihan menempatkan penderita diabetes pada masalah komplikasi kesehatan dan mengurangi efektivitas insulin. Itulah mengapa grapefruit bisa mengatasi obesitas dan diabetes sekaligus.

 4. Stroberi: Melawan kanker 
Penelitian dari University of California menemukan bahwa konsumsi stroberi secara rutin bisa melawan efek pembekuan darah dan inflamasi dari makanan tinggi lemak, karbohidrat dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Serta, vitamin C meningkatkan produksi kolagen dan faktor penyerapan zat besi, yang memberikan perlindungan dari rambut rontok.

5. Blueberi: Penghancur lemak 
Buah ini menjadi senjata ampuh melawan obesitas karena rendah kalori.Manfaat blueberi juga dirasakan bagi otak. Antioksidan anthocyanin yang memberikan pewarna ungu cerah di kulit blueberi memberi perlindungan terhadap fungsi memori otak, sehingga mencegah timbulnya kepikunan.

6. Anggur: Pembasmi peradangan 
Sebagai makanan yang kaya polifenol, anggur (terutama anggur merah), dapat mengurangi peradangan yang berkontribusi terhadap berbagai penyakit kronik, termasuk diabetes tipe 2, pengerasan arteri dan tekanan darah tinggi, serta penyakit radang, seperti rematik, encok dan asma.

Semoga bermanfaat....

sumber: kesekolah.com

Anak Suka Mengadu? Atasi dengan Cara Ini

Menghadapi anak yang selalu mengadu diperlukan sikap yang tenang, jangan gegabah mengambil sikap dan koreksilah keterangan selengkapnya dari segala sumber. Yang perlu diingat, saat mengadu, anak hanya ingin mencurahkan perasaannya saja. Nah, tidak semua pengaduan harus ditanggapi karena bisa membuat karakter anak tidak baik. Ini solusi mengatasinya.

Mengapa Dia Mengadu? 
Psikolog anak Jerry Wyckoff, penulis buku Discipline Without Shouting or Spanking, mengatakan; Sebenarnya penyebab anak mengadu itu sama saja seperti orang dewasa. Mereka ini menunjukkan kekuatannya, meningkatkan rasa percaya diri atau hanya sekadar ingin diperhatikan. Mengadu bisa membuat seorang anak merasa lebih di atas anak yang lain, agar lantas lebih disukai oleh orangtua maupun gurunya di sekolah. Sisi positif dari kebiasaan mengadu adalah, tindakan ini menandakan anak sudah memahami aturan dan bisa membedakan hal yang baik dan yang tidak. Namun, mengingat anak-anak di usia prasekolah masih dalam tahap belajar menyelesaikan masalah dan bagaimana mengatasi konflik, mengadu sering juga dijadikan mereka sebagai solusi ketika mengalami masalah.

Lihat Situasinya 
Sebelum menanggapi pengaduan anak, ada baiknya Anda lihat dulu situasinya. Anak-anak perlu belajar bahwa mengadu itu belum tentu baik, tapi mereka juga perlu merasa aman untuk meminta bantuan apabila diperlukan. Masalahnya, anak-anak masih belum bisa mengerti bahwa yang dilihat itu memang perlu diadukan atau tidak. Ajarkan mereka untuk mengadu ketika apa yang dilihat itu berbahaya, bukannya karena dia kesal melihatnya.

Hindari Memberi Hukuman 
Pada beberapa situasi, pengaduan anak mungkin tidak relevan. Dalam hal ini, tidak perlu sampai menghukum anak yang mengadu. Kembali lagi, anak mengadu supaya dia dapat kekuatan lebih. Kalau Anda memihak anak yang mengadu, itu sama saja Anda membenarkan kebiasaan ini, karena sudah membantunya mencapai apa yang dia mau. Selain itu, Anda juga bisa terperangkap memperlakukan anak yang lain dengan tidak adil, jika ternyata anak yang mengadu itu melebih-lebihkan ceritanya.

Alihkan Tindakan Pada Saat Terjadi 
Kalau anak-anak sering saling mengadukan saudaranya hampir setiap hari, salah satu cara paling jitu adalah menyibukkan mereka sehingga lupa untuk mengadu. Jadi, sewaktu salah satu dari mereka datang membawa kabar bahwa saudaranya sedang berbuat nakal (tapi tidak berbahaya), Anda bisa memintanya untuk menggambar apa yang dilakukan saudaranya itu di kertas. Lalu kalau sudah selesai ditaruh di meja untuk Anda lihat kemudian. Kemungkinan, anak itu akan merasa usahanya tidak berhasil. Tekankan padanya bahwa kamu lebih senang mendengarkannya bercerita tentang apa yang dia lakukan, ketimbang apa yang dilakukan oleh saudaranya.

Cari Jalan Lain 
Saat anak mengadu, Anda bisa mengajaknya bicara dan membahas apa yang sebenarnya terjadi. Setelahnya, mengajaknya untuk mencari solusi untuk masalah itu.

Dalam menanggapi anak yang suka mengadu, seperti banyak situasi lainnya dengan anak-anak, Anda harus berhati-hati. Menyeimbangkan upaya untuk mengurangi sikap mengadu yang mengganggu dengan membuat anak-anak merasa mereka dapat berbicara kepada Anda tentang masalah tidaklah mudah, tetapi ini layak dilakukan dengan tepat.

sumber: kesekolah.com

Selasa, 13 Januari 2015

Hal Kecil untuk Menjaga Mood Positif

Banyak orang berkata, perempuan lebih banyak dikuasai oleh mood atau suasana hatinya. Bagaimana suasana hati seorang perempuan sering kali sangat menentukan produktifitas dan seluruh aktivitasnya sepanjang hari. Bila mood sedang positif, hampir bisa dipastikan semua akan berjalan baik dan menyenangkan. Memompa suasana hati yang baik setiap hari bisa membuat Anda lebih sukses dan bahagia. Jangan sampai pengaruh negatif dari sekitar bisa menyurutkan semangat Anda. Berikut hal kecil dan simpel ini bisa membantu menjaga mood Anda tetap positif walau diserbu pengaruh negatif.

1. Berhenti mengeluh 
Mengeluh merupakan kebiasaan paling ampuh untuk memperkeruh suasana hati. Selalu mengingat hal yang negatif dan lupa bersyukur pada begitu banyak hal positif yang terjadi merupakan kebiasaan yang kurang baik. Selalu ada sisi baik dari setiap kejadian dan selalu ada hal yang bisa disyukuri setiap harinya. Mengeluh bukan hanya memengaruhi suasana hati Anda tapi juga orang lain di sekitar Anda.

2. Tersenyum 
Biasakan untuk tersenyum dengan tulus. Tersenyumlah saat bangun di pagi hari dan bersyukur Anda masih diberi kesempatan untuk menikmati hidup. Tersenyumlah ketika bertemu orang yang dikenal atau berkenalan dengan orang baru. Memasang wajah yang ceria bisa mempengaruhi mood Anda seharian. Walau masalah dan konflik terus berdatangan, senyum dan wajah yang ceria bisa membantu menguatkan Anda menghadapinya.

3. Menjaga kesehatan 
Olahraga, makan yang sehat, dan berlibur merupakan kunci untuk mengurangi stres dan hidup sehat. Luangkan waktu 30 menit setiap harinya untuk berolahraga ringan. Lakukan yoga atau meditasi untuk membantu memperkuat fisik sekaligus menenangkan pikiran. Hindari terlalu banyak mengonsumsi makanan yang memicu berbagai penyakit terutama makanan bersantan, jeroan, dan gorengan yang berkalori tinggi. Konsumsi vitamin yang cukup untuk memperkuat daya tahan tubuh.

4. Kata-kata positif 
Senang memuji seseorang juga bisa membuat mood lebih baik. Pujilah teman atau keluarga jika ia melakukan kegiatan atau perubahan yang baik. Walau sekadar potongan rambut baru atau pekerjaan baru dan prestasi lainnya, berikanlah pujian yang tulus pada teman atau kerabat. Kebahagiaan mereka atas pujian Anda bisa menular dan membuat perasaan Anda lebih senang.

5. Istirahat 
Tidur setidaknya 8 jam sehari penting untuk memperbaiki mood. Tidur yang cukup juga berpengaruh baik untuk kesehatan dan bisa membantu meningkatkan konsentrasi seharian. Pastikan lingkungan tidur Anda nyaman untuk beristirahat. Matikan lampu dan jauhkan alat elektronik agar mendapat tidur yang berkualitas.

Nah bagaimana dengan Anda, sudah siap membangkitkan mood positif?

sumber: kesekolah.com

Dijamin! Kebiasaan Ini Bikin Otak Semakin Tajam

Otak adalah komponen utama manusia dalam berpikir, semakin jenius otak seseorang maka akan semakin baik hasil pikirannya. Tahukah Anda bahwa otak yang jenius bukanlah hasil dari keturunan (genetika), melainkan adalah hasil dari kerja keras. Otak merupakan bagian tubuh Anda yang memiliki fungsi vital untuk membantu Anda agar bertahan hidup. Sehingga penting bagi Anda untuk menjaga agar otak Anda tetap sehat dan tajam. Jika otak Anda tajam, maka Anda akan semakin merasakan kemudahan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Selain itu, otak yang tajam juga membantu Anda untuk memiliki ingatan yang tajam sehingga Anda bisa terhindar dari penyakit demensia atau Alzheimer.

Berikut beberapa kebiasaan yang dijamin bikin otak Anda semakin cerdas dan tajam: 
1. Meditasi 
Penelitian telah menunjukkan bahwa meditasi akan membantu Anda untuk lebih santai, tenang, dan tidak stres. Sementara otak Anda sendiri akan lebih terbuka dalam menyerap informasi terbaru ketika sedang tidak stres.

2. Melakukan aktivitas fisik 
Jika tubuh Anda aktif, maka pikiran Anda akan cenderung aktif. Hal inilah yang kemudian mampu mempertajam otak Anda.

3. Makan makanan sehat 
Memberi otak Anda makanan yang sehat sangatlah penting. Sebab sel-sel otak membutuhkan nutrisi yang cukup untuk membuatnya sehat dan lebih tajam.

4. Melakukan aktivitas baru 
Mempelajari hal baru yang termasuk dalam aktivitas terbaru akan menantang kemampuan otak Anda. Ketika otak Anda ditantang, maka neuron otak akan terbuka. Otak cenderung akan lebih tajam ketika secara terus-menerus ditantang.

5. Bertemu dengan orang baru 
Bertemu dengan orang baru selalu menyenangkan. Ketika Anda bertemu dengan orang baru, maka pikiran Anda akan terbuka. Anda juga akan mendapatkan informasi penting terbaru terutama jika orang-orang tersebut memiliki latar belakang yang bermacam-macam. Hal ini bermanfaat positif untuk pertumbuhan dan perkembangan otak Anda.

6. Cukup tidur 
Ketika Anda tidur, maka otak akan memproduksi sel baru. Hal ini akan memberikan dampak positif untuk perkembangan otak. Oleh karena itu pastikan bahwa Anda selalu memiliki waktu yang cukup untuk tidur setiap hari.

Oleh karena itu sesibuk apapun Anda, selalu sempatkan melakukan aktivitas di atas agar otak selalu tajam. Sekali lagi, Anda tidak akan memiliki otak jenius selama Anda tidak mau berusaha keras dan mempunyai kemauan yang tinggi. Mencoba dan terus mencoba adalah kunci dari keberhasilan.

sumber: kesekolah.com