Rabu, 11 Februari 2015

Bahaya Menahan Buang Air Kecil

Keinginan untuk Kencing bisa muncul kapan saja. Pada pertemuan penting, di tempat-tempat tertentu yang tidak memungkinkan untuk ke kamar mandi. Dan karena alasan tersebut Anda harus menahan kencing sampai menemukan toilet atau waktu yang memungkinkan. Tapi sebenarnya bahaya tidak menahan buang air kecil?

Benjamin Brucker, M. D, asisten profesor di jurusan urologi NYU Langone Medical Center menjelaskan; Meskipun menahan buang air kecil tampak sebagai hal yang sepele, tapi dampak yang ditimbulkan bisa dibilang berbahaya.

Haruskah Buang Air Kecil Dilakukan Saat Itu Juga? 
Rasa ingin buang air kecil yang ditahan terlalu lama bisa begitu menyakitkan. Brucker menyarankan untuk buang air kecil pada 'saat yang tepat'. Dengan kata lain, kita memang sebaiknya langsung pergi ke toilet saat sudah terasa ingin buang air kecil. Jangan sampai ditahan terlalu lama yang malah bisa menimbulkan rasa sakit.

Berapa Lama Kita Boleh Menahan Buang Air Kecil? 
Pada dasarnya, kemampuan tubuh kita untuk menyimpan air seni itu dipengaruhi oleh sejumlah hal. Brucker menjelaskan bahwa biasanya wanita bisa menahan buang air kecil selama tiga hingga enam jam. Tapi tidak semua wanita bisa melakukannya. Semua tergantung dengan banyaknya air seni yang dimiliki orang tersebut yang dipengaruhi oleh kadar hidrasi dan asupan cairan, dan juga kapasitas kandung kemihnya yang ditentukan oleh besarnya kandung kemih dan sensitivitas kandung kemih tersebut.

Bagaimana Kalau Terpaksa Menahan Buang Air Kecil ? 
Tidak ada komplikasi khusus yang bisa terjadi ketika Anda menahan buang air kecil, meskipun masih ada kemungkinan untuk terkena infeksi saluran kencing yang bisa disembuhkan dengan anti biotik.

Salah satu tanda Anda terkena infeksi saluran kencing adalah keinginan untuk buang air kecil yang lebih sering dari biasanya. Atau bisa juga kondisi seperti kandung kemih yang terlalu sensitif dan sakit. Dan jangan lupa baca juga Jangan Biasakan untuk Menahan Buang Air Kecil. Intinya tetap cukupi asupan cairan tubuh dengan baik. Dan demi kebaikan tubuh, sebaiknya memang tidak menahan untuk buang air kecil terlalu lama.

sumber: kesekolah.com

Ungkap Kepribadian dari Tipe Kuku

Disaat berinteraksi dengan seseorang, biasanya mata kita akan tertuju pada karakter fisiknya. Misalnya, warna rambut, warna bola mata, tinggi dan bentuk tubuh atau pakaian yang dikenakan. Tak jarang hal ini menjadi penilaian kita terhadap pribadi seseorang. Apa yang melekat dalam diri orang yang kita lihat akan dikumpulkan informasinya oleh otak dan diproses sehingga membuat informasi tentang kesan seseorang di mata kita. Tetapi tahukah Anda, ada hal kecil yang jarang menjadi perhatian tetapi rupanya juga dapat menguak kepribadian seseorang, yaitu dilihat dari kukunya. Penasaran seperti apa kepribadian seseorang berdasar kuku tangan?

Kotak 
Tergolong orang yang terlalu serius dan keras kepala, selain punya sikap tegas dan berani. Sikap serius dan keras kepala membuat mereka kurang bisa diterima di lingkungan sosial sehingga disarankan untuk bisa lebih fleksibel. Kuku kotak lebih banyak pada pria daripada wanita.

Bulat Telur 
Kuku bulat atau berbentuk seperti telur adalah kelompok orang yang santai. Sangat ramah dan sering menjadi mediator atau penengah orang yang sedang bertengkar. Punya kepribadian ceria sehingga disukai dan dipercaya banyak orang.

Pedang 
Bentuk kuku seperti pedang, segitiga tumpul ke bawah. Tipe idealis dan ambisius. Tidak pernah ragu dengan apa yang dilakukan selama bisa mencapai tujuan. Kurang bisa bekerja sama dalam tim, cenderung tidak sabaran ketika berhadapan dengan orang yang terlalu santai.

Pendek Melebar 
Pemilik kuku pendek dan melebar ke samping cenderung tempramental. Termasuk orang yang tegas dan pintar berbicara, tetapi tidak sabaran dan mudah marah. Lebih mempertahankan ego daripada logika. Disarankan agar terus belajar mengendalikan perasaan tersebut.

Panjang 
Cenderung romantis, tetapi mudah marah. Ditengarai lebih sering menggunakan otak kanan serta termasuk tipe kreatif dan suka berimajinasi. Sayangnya, mereka mudah dipengaruhi sehingga sering menjadi korban penipuan.

Almon 
Pemilik kuku bentuk almon cenderung setia dan jujur. Merupakan tipe yang rendah hati dan tulus. Dikenal sebagai pribadi yang sangat sopan, tetapi kurang memiliki rasa toleransi terhadap sesama.

Segitiga 
Kelompok orang yang jenius, tetapi sensitif. Merupakan penggagas ide yang hebat dan selalu diterima dengan baik di tempat kerja, tetapi suka memaksa. Bila ide tidak tersalurkan menjadi sensitif dan mudah marah. Biasanya tidak bisa bekerja sama dengan orang-orang yang setipe.

sumber: kesekolah.com

Pentingnya Menjadi Pendengar yang Baik bagi Anak

Mendengar dan didengar merupakan proses yang terjadi dalam sebuah komunikasi efektif. Kemampuan Anda berkomunikasi, tidak saja ditentukan oleh keterampilan Anda dalam menyampaikan pesan, melainkan juga kemampuan dalam mendengar. Kemampuan mendengar ini tidak datang begitu saja, karena hampir setiap orang lebih suka berada dalam posisi didengarkan daripada mendengarkan. Terlebih bila yang menjadi lawan bicara adalah buah hati kita sendiri.

Sebagai orang tua, mendengarkan jelas bukanlah pekerjaan mudah. Ilmu serta pengalaman hidup yang kita miliki kerap memposisikan kita sebagai orang yang harus didengar. Diminta ataupun tidak, kita seringkali memberikan nasehat-nasehat, larangan-larangan ataupun sekadar berbagi cerita.

Kemampuan kita dalam berbicara pada anak-anak seringkali tidak diimbangi dengan kemauan kita untuk mendengarkan mereka. Kita lebih sering bereaksi cepat dengan mengumbar petuah-petuah sebelum mengetahui apa yang sesungguhnya ingin disampaikan oleh anak-anak kita. Di sinilah kesalahan komunikasi terjadi. Agar kita mampu menjalin komunikasi efektif dengan anak-anak, alangkah baiknya bila kita belajar menjadi pendengar yang baik.

Apa saja manfaat menjadi pendengar yang baik? 
1. Mengetahui persoalan anak 
Mendengarkan apa yang ingin anak sampaikan membuat kita mengetahui dan memahami kesulitan yang dihadapi anak.

2. Menambah wawasan 
Mendengarkan anak akan membuat kita tahu berbagai informasi yang berkaitan dengan anak, baik teman-temannya, kegiatannya, dan hal-hal lain yang mungkin tidak pernah kita ketahui sebelumnya.

3. Membuat lebih memahami anak
 Mendengarkan anak akan membuat kita menyadari bahwa anak memiliki pemahaman dan pengalaman yang berbeda dengan apa yang kita miliki. Mendengarkan mereka membuat kita belajar memahami kebutuhan, kepribadian dan keinginan mereka.

4. Membuat lebih bijaksana 
Informasi yang kita terima membuat kita lebih bijak memilih kata-kata ataupun tindakan, sehingga menghasilkan sebuah pengertian yang sama. Pada titik itu, orang tua dan anak akan sama-sama saling memahami.

5. Menghilangkan rasa marah dan membuahkan kesabaran 
Usaha kita untuk mendengarkan anak, akan membuat kita sadar dan mengetahui mengapa anak melakukan sesuatu yang bisa membuat kita kesal atau marah, sehingga membuat kita lebih sabar menghadapinya.

Dengan memperhatikan hal-hal di atas diharapkan kita dapat menjadi pendengar yang baik buat anak.

sumber: kesekolah.com