Senin, 20 April 2015

Manfaat Dibalik Minum Susu Dingin

Susu sangat baik bagi kesehatan, sering mengkonsumsi susu disaat masih remaja baik untuk masa tua, Kebiasaan sehat minum susu bisa memiliki efek jangka panjang terhadap pengurangan risiko seorang perempuan terkena diabetes. Susu merupakan salah satu sumber protein dan kalsium yang bisa Anda dapatkan untuk menjaga kesehatan tulang dan tubuh. Namun susu bukan hanya baik dalam kandungan nutrisi, susu juga memiliki manfaat lain, terutama jika diminum dalam keadaan dingin. Susu dingin atau susu yang ditambah es memiliki manfaat yang mengejutkan.

Mengontrol rasa lapar 
Alasan susu menjadi salah satu minuman baik untuk diet adalah karena susu mengandung banyak protein. Susu sangat baik diminum untuk sarapan pagi karena selain kaya protein, juga membuat perut tetap kenyang. Namun akan lebih baik memilih susu rendah lemak untuk menjaga berat badan.

Mencegah kantuk 
Jika susu hangat membantu mengurangi insomnia atau membuat Anda merasa mengantuk, sebaliknya susu dingin bisa membuat Anda tahan terhadap kantuk. Ini karena susu mengandung asam amino triptofan yang bisa merilekskan tubuh saat dikonsumsi hangat. Namun susu yang dingin membuat Anda lebih fresh dan membuat tubuh dingin.

Mengurangi keasaman 
Susu dingin bisa mengatasi kelebihan asam dalam lambung. Minum susu dingin bisa mengurangi rasa sakit saat maag dan memberikan rasa nyaman pada perut. Teksturnya yang kental bisa menetralkan asam lambung.

Jadi, tidak perlu menghangatkan susu saat sedang sarapan, karena justru akan membuat Anda mengantuk saat melakukan aktivitas. Mulai sekarang tidak ada salahnya Anda minum susu yang dingin.

sumber: kesekolah.com

Manfaat Ampuh Si Merah untuk Kesehatan Jantung

Warna merah sering di ibaratkan dengan warna darah, kekuatan, gairah dan cinta. Berbagai macam penelitian pun juga menyatakan bahwa sayuran dan buah yang berwarna merah sangat bagus buat jantung. Selain bagus untuk jantung, sayuran dan buah-buahan berwarna merah juga sangat baik bagi seluruh sistem tubuh. Alasannya karena sayuran dan buah-buahan memiliki kandungan antioksidan di dalamnya.

Berikut beberapa makanan sehat berwarna merah yang baik untuk kesehatan jantung: 
1. Semangka merah 
Semangka merupakan salah satu buah yang mengandung banyak likopen. Likopen yang terkandung dalam buah semangka berperan penting untuk menjaga kesehatan organ jantung yang anda miliki.

2. Apel merah 
Apel merah sangat kaya akan vitamin C dan kalium. Buah ini juga mengandung serat larut yang disebut pektin yang mampu meningkatkan kadar kolesterol baik dan membantu mengeluarkan kolesterol jahat dari tubuh. Oleh karena itu, apel merah dapat membantu melawan penyakit jantung.

3. Anggur merah 
Anggur merah sangat baik untuk kesehatan jantung. Buah ini dapat membantu mengurangi kolesterol jahat di dalam tubuh, meningkatkan fungsi pembuluh darah, menurunkan tekanan darah dan bahkan mencegah kerusakan otot jantung.

4. Stroberi 
Stroberi mengandung phytonutrient yang disebut fenol yang dapat melindungi jantung dengan mengelola tingkat gula darah dan mengeluarkan kolesterol jahat dari tubuh.

5. Tomat 
Tomat memiliki pigmen tanaman yang disebut likopen, yang memberikan warna merah pada tomat dan senyawa ini memiliki sifat antioksidan yang tinggi. Banyak studi menunjukkan bahwa makan tomat setiap hari dapat mengurangi risiko penyakit koroner. Tomat dapat meningkatkan kesehatan jantung dengan menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.

6. Delima merah 
Delima adalah buah yang kaya vitamin C dan E, serta kaya serat. Minum segelas jus delima setiap hari dapat membantu menghilangkan plak yang sering menumpuk dalam arteri, sehingga dapat mencegah risiko serangan jantung dan stroke.

Yuk, menjaga kesehatan jantung kita dengan cara rutin mengkonsumsi buah buahan tersebut di atas.

sumber: kesekolah.com

Mengatasi Kurangnya Konsentrasi Anak

Sebagian besar orang tua mengeluh karena menghadapi anaknya yang sulit untuk berkonsentrasi. Orang tua sering melihat anaknya kehilangan minat belajar bahkan ekspresi wajahnya sering melamun di saat seharusnya mereka sedang belajar. Rendahnya perhatian terhadap studi akademik menyebabkan prestasi mereka menurun. Ironisnya, banyak ditemui pula seorang anak yang tadinya memiliki prestasi baik, tiba-tiba kehilangan minat dalam belajar. Harapan orang tua agar prestasi mereka semakin meningkat, justru sebaliknya, ternyata anak memiliki permasalahan dalam konsentrasi.

Kesulitan konsentrasi pada anak dapat diindikasi bila perhatian mereka mudah terpecah atau mudah teralih. Anak sulit untuk fokus dalam memperhatikan suatu hal.Jadi, untuk suatu pekerjaan, mereka tidak bisa menuntaskannya. Sedikit-sedikit, perhatiannya sudah berubah dan itu terjadi pada semua hal. Akan tetapi orang tua baru dapat menyimpulkan bahwa anaknya mengalami sulit konsentrasi, setelah dibandingkan dengan anak normal umumnya.

Berikut beberapa hal yang dapat membantu orang tua untuk meningkatkan konsentrasi pada anak. 
1. Istirahat yang cukup 
Bila tubuh anak sudah lelah, jangan dipaksakan untuk terus belajar. Biarkan anak beristirahat yang cukup, karena bila dipaksakan pun belajarnya akan menjadi kurang optimal. Misalnya ketika mereka pulang sekolah, biasakan agar anak tidur siang walau hanya 1-2 jam. Ini membuat otak dan fisik mereka istirahat, sehingga bila bangun tidur anak akan lebih segar untuk diajak berpikir. Selain itu atur waktu tidur malam mereka, jangan sampai terlalu larut.

2. Mengontrol asupan makanan 
Pola makan sehat sangat berpengaruh terhadap daya konsentrasi anak. Hindari mengkonsumsi makanan yang mengandung gula terlalu tinggi. Memiliki kadar gula yang tinggi dalam sistem tubuh dapat menyebabkan sistem tubuh mudah terganggu. Misalnya mudah mengantuk dan lesu. Kurangi makanan yang berlemak, pertinggi protein tanpa lemak seperti telur. Dengan protein tinggi akan berpengaruh pada fungsi otak, yakni untuk meningkatkan konsentrasi lebih mudah.

Usahakan agar anak menghindari makanan siap saji yang mengandung bahan perwarna, vetsin, kafein, dan zat-zat pengawet. Perbanyak makan buah dan sayur karena akan sangat berguna untuk menunjang kesegaran dan kesehatan tubuh mereka. Minuman yang sehat, seperti air putih dapat juga membantu untuk meningkatkan konsentrasi. Biasakan agar anak mau minum banyak air putih. Bila anak kurang minum, mereka akan dehidrasi sehingga otak merekapun akan menjadi lesu.

3. Olah raga teratur 
Tetapi tidak harus dengan olah raga yang berat, melainkan aktifitas yang menyenangkan bagi mereka, seperti bersepeda dan bermain bola. Ketika anak melakukan aktifitas fisik, darah akan dipompa dan kirim ke otak, sehingga otak anak tidak mudah lesu dan dapat meningkatkan konsentrasi pada mereka

4. Komunikasi dua arah 
Sama halnya orang dewasa. Salah satu penyebab anak sulit berkonsentrasi karena adanya masalah yang mengganggu pikiran mereka. Hal ini dapat menyumbat konsentrasinya, dan akan cair sampai mereka berhasil untuk mengeluarkan hal yang sedang dipikirkannya tersebut. Buatlah komunikasi dua arah yang baik. Telusuri apa yang mengganjal pikiran mereka. Orang tua dapat menjadi pendengar yang baik.

Semua aktivitas yang dilakukan membutuhkan usaha maksimal, konsistensi, dan kesabaran dalam melatih, mengarahkan dan memotivasi anak. Semua aktivitas yang dilakukan tidak ada yang sifatnya instan, cepat mendapatkan hasil. Semuanya ada pengorbanan, terutama untuk orang tua, agar meluangkan waktu bersama dengan anak dan melatihnya dengan penuh kesabaran.

sumber: kesekolah.com

Yang Perlu Dilakukan Seorang Ibu Agar Anak Tidak Salah Jalan

Sebagai orang tua harus pandai-pandai berkomunikasi agar bisa memahami pemikiran anak. Menjalin komunikasi yang baik dengan anak sangat penting untuk mencegah masalah kesehatan dan psikologis yang mungkin timbul. Anda punya anak-anak remaja? Merasa sedikit kehilangan waktu Anda bersama mereka? Tidak perlu kecewa. Hal itu wajar terjadi terutama pada usia remaja. Saat anak-anak sering mengikuti kegiatan di luar rumah, menunjukkan bahwa mereka Anda adalah anak-anak yang aktif dan dapat bersosialisasi dengan baik.

Namun banyak orang tua yang merasa khawatir dengan pergaulan anak-anak yang tidak bisa selalu dalam pengawasannya, terlebih lagi anak perempuan. Salah satu cara agar Anda tetap dapat menjangkau pergaulan anak-anak adalah dengan menjadi ibu sekaligus sahabat yang baik bagi anak-anak.

Berikut cara untuk menjadi sosok ibu ideal bagi anak-anak usia remaja. 
1. Percaya pada Anak 
Percayalah pada anak-anak Anda. Karena pada dasarnya, anak-anak lebih menghargai kepercayaan yang diberikan orang tua. Biarkan anak-anak menerima konsekuensi atas apa yang ia lakukan. Jika Anda sudah memberi informasi akan suatu hal, namun anak-anak cenderung mengabaikannya, biarkan mereka menerima konsekuensi atas kesalahannya. Langkah ini akan membuat anak-anak lebih mandiri dan berhati-hati dalam mengambil keputusan.

2. Bertindak sebagai Sahabat Anak 
Tempatkan diri Anda sebagai sahabat mereka. Perbedaan usia antara ibu dan anak akan membuat anak-anak canggung dalam menyampaikan pendapat. Ketika mereka sedang bercerita, tempatkan diri Anda sebagai orang yang membuatnya semakin nyaman. Berilah masukan ataupun sekedar pandangan Anda terhadap apa yang telah diceritakan.

3. Berikan Kenyamanan 
Berikan anak-anak ruang yang nyaman. Bukan hanya soal memberi kebebasan anak-anak untuk bersosialisai dan berkreasi, Anda juga tidak dianjurkan memaksa mereka untuk selalu bercerita tentang apa yang dilakukannya hari ini. Anda bisa mengarahkan pembicaraan mulai dari cerita lucu yang Anda alami, maupun informasi-informasi tentang hal-hal yang mereka sukai. Dengan cara itu anak-anak akan merasa masih diperhatikan dan tidak merasa asing. Tanpa diminta, mereka akan menceritakan apa yang dialaminya, dan keinginannya. Sehingga Anda tahu bagaimana perkembangan anak-anak Anda sendiri.

4. Luangkan Waktu 
Malam hari merupakan waku yang sangat hangat bagi kebanyakan keluarga, selain hari libur. Pada saat-saat itu luangkan waktu Anda untuk menggali cerita tentang anak, jika ia terlihat lebih murung dari biasanya. Berikan kenyamanan sehingga ia tidak akan merasa sendiri, ada Anda yang selalu peduli, menyayangi serta mendukungnya.

5. Tanamkan Tanggung Jawab 
Mulailah dengan meyakinkan diri sendiri, bahwa sang anak sedang mengalami perkembangan dalam kehidupan sosialnya. Sebaiknya Anda memberikan kebebasan pada anak-anak, diikuti dengan tanggung jawab yang tidak boleh dilanggar. Katakan bahwa Anda mendukung dan membebaskan mereka untuk berkreasi selama berada di jalur yang positif.

sumber: kesekolah.com

Ini Dia Tipe Anak, Anda Termasuk yang Mana?

Sosok wanita yang kita kenal begitu lama adalah Ibu. Sejak lahir hingga kita tumbuh dewasa, kita selalu menjadikannya sebagai panutan utama. Bagaimana karakter kita sekarang, semua tidak lepas dari caranya mendidik kita. Seorang penulis asal Inggris bernama Natasha Fennel melakukan penelitian tentang perasaan yang dirasakan oleh seorang anak terhadap ibunya. Dalam penelitiannya, ia menemukan beberapa tipe anak, mulai dari tipe anak yang sibuk, mandiri, narsis dan lain sebagainya.

Berikut ini akan dibahas tentang tipe-tipe anak, kira-kira Anda termasuk tipe yang mana? 
1. Anak yang sibuk 
Apakah ketika ibu Anda menelepon Anda, Anda sering mengabaikannya? Atau ketika Anda baru saja menutup telepon darinya, Anda akan mengatakan pada rekan Anda "Cuma ibuku"? Jika ya, berarti Anda termasuk ke dalam tipe ini. Anda terlalu sibuk dengan kehidupan Anda hingga mengabaikan perhatian dari ibu Anda. Selain itu, karena Anda terlalu fokus pada kegiatan Anda sendiri, Anda seringkali memberikan janji pada ibu Anda yang jarang Anda penuhi. Mulai saat ini, cobalah kurangi kegiatan Anda dan luangkan waktu untuk ibu Anda.

2. Anak yang ogah-ogahan 
Tipe anak yang satu ini adalah ia yang enggan membantu ibunya. Tipe anak seperti ini biasanya adalah anak remaja, mereka lebih memilih hang out bersama teman-teman daripada di rumah dan membantu ibunya melakukan pekerjaan rumah. Selain itu, anak tunggal juga biasanya akan menjadi tipe seperti ini. Ketika sang ibu sakit, ia akan merawat sang ibu tapi dengan ogah-ogahan. Ketika para remaja yang menjadi tipe anak seperti ini telah dewasa, yaitu berusia sekitar 20-40 tahun, mereka akan mulai sadar akan sikap mereka dan berusaha mengubahnya. Tapi ketika sang ibu menjadi semakin tua, hubungan mereka akan retak kembali. Ketika sang ibu telah jompo, anak tipe ini biasanya akan menjual rumah keluarga dan mengirim ibunya ke panti jompo.

3. Anak yang tidak mandiri 
Tipe anak seperti ini akan selalu melibatkan ibu Anda dalam setiap permasalahan yang Anda hadapi. Anda selalu bergantung padanya dalam situasi apapun. Misalnya untuk memasak makan malam, Anda akan meminta ia mengajari Anda, atau jika tidak bisa, Anda akan memintanya memasak untuk Anda. Ketika Anda berbicara padanya, Anda akan menceritakan tentang diri Anda saja tanpa pernah bertanya apa yang ia rasakan. Anda masih memperlakukannya layaknya seorang ibu, bukan sebagai seseorang yang juga butuh dimengerti. Anda bahkan masih menggantungkan beberapa hal padanya padahal Anda sudah dewasa. Anda bisa menjadi beban baginya. Tapi ibu Anda tidak akan mengatakannya karena dia adalah ibu Anda.

4. Anak yang dewasa 
Anda memasak dengan ibu Anda, pergi berjalan-jalan dengannya. Anda tidak lagi memperlakukannya sebagai seorang ibu. Hubungan Anda berdua sudah layaknya sahabat, meskipun di sisi lain Anda menyadari bahwa tidak banyak waktu tersisa. Anda sudah mencoba mengerti dirinya dan tidak meminta untuk dimengerti. Anda juga semakin perhatian padanya dan menanyakan apa yang diinginkan atau dibutuhkannya, dan Anda akan berusaha mengabulkan hal tersebut. Namun hal negatif dari anak tipe ini adalah mereka memiliki kecenderungan untuk memerintah ibunya untuk melakukan beberapa hal.

5. Anak yang selalu dituntut 
Anak tipe ini memiliki ibu yang selalu menuntutnya agar memenuhi kriteria yang ia tetapkan, dan biasanya kriteria tersebut lebih tinggi dari kemampuan yang Anda miliki. Misalnya, ketika di sekolah Anda mendapat nilai B, ia akan meminta Anda mendapat nilai A. Karena hal ini, Anda akan selalu mencoba mencapai apa yang ia harapkan, tapi di sisi lain ibu Anda akan selalu mengkritik Anda. Hal ini biasanya akan Anda sadari ketika Anda sudah dewasa dan sudah memiliki anak. Ketika ibu Anda berkunjung, ia akan mengkritik cara bagaimana Anda membesarkan anak Anda. Saat inilah, hubungan Anda dengannya rawan terganggu karena di satu sisi Anda tidak ingin sang ibu mengkritik anak Anda.

sumber: kesekolah.com

Menjadikan Anak Pribadi yang Gembira

Sebagai orang tua tugasnya sebenarnya bukanlah hanya sebatas mengurus dan mendidik anak, melainkan bagaimana orang tua mampu menjadi penghibur bagi si anak. Memiliki anak yang gembira dan senang tentunya sangat bermanfaat, lantaran anak tersebut akan tumbuh menjadi seorang anak yang mungkin lebih kreatif dan tidak tertutup.

Anak yang gembira mampu menghindari dirinya dari sebuah depresi dini. Tentunya ini sangat tidak baik bagi usianya yang terlalu muda. Jurus jitu bagi orang tua untuk bisa membuat anaknya menjadi seorang yang gembira dan serta kreatif, yaitu mencakup tiga hal. Hal positif seperti mengenal, mencintai, dan meniru. Itu cukup membantu anak tersebut.

Mengenalkan dengan berbagai hal yang positif kepada anak, membuat dirinya akan menjadi lebih mampu berimajinasi dengan baik. Sebuah pemikiran yang kreatifitas mungkin akan menggugah pertumbuhanya untuk tumbuh secara optimal.

Ketika anak tersebut telah mengenal dengan apa yang kita berikan maka akan timbul rasa mencintai. Dalam konteks ini mencintai adalah bagaimana anak tersebut sudah mulai mendalami tentang apa yang dia kenal.

Setelah anak mengenal dan mencintai maka secara otomatis dirinya akan meniru sebuah hal yang baik untuk ditiru. Konteks meniru ini mencakup sebuah latihan dan penerapan.

Contohnnya, jika anak tersebut dikenalkan dengan apa yang dinamakan sebuah alat musik piano, maka anak itu akan bertanya tentang piano tersebut. Dengan sendirinya anak itu tertarik dan mencintai untuk mempelajari piano. Meski belum terlalu mahir namun anak tersebut akan mencoba untuk meniru bagaimana orang bisa memainkannya. Hingga pada akhirnya memiliki idolanya maka anak tersebut akan berlatih agar bisa bermain seperti musisi idolanya. Tentunya ini akan membuat suatu hiburan tersendiri bagi dirinya.

Melihat anak bisa menghibur dirinya sendiri dan tumbuh menjadi seorang anak yang senang serta bahagia, orang tua tidak perlu takut jika kelak anaknya tidak akan tumbuh menjadi seorang yang tertutup dan pemalu.

Semoga bermanfaat.

sumber: kesekolah.com

Tips Membuat Anak-Anak Agar Selalu Rukun

Hubungan antara saudara kandung, baik yang berjenis kelamin lelaki maupun wanita, tidak selalu berjalan mulus. Namun, hal itu justru penting bagi mereka sebagai ajang latihan bersosialisasi dalam mengatasi ketidaksepahaman. Sekaligus tempat bagi mereka belajar cara menjalin hubungan dengan rekan sebaya atau orang dewasa. Konflik yang terjadi pada saudara sedarah memang tidak terelakkan. Adik dan kakak yang bertengkar memperebutkan sesuatu atau kecemburuan yang kerap kali hadir dalam sebuah keluarga memang selalu kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Anda sebagai orangtua perlu mengingatkan dan menghentikan pertengkaran antara anak-anak Anda. Anda juga harus mengetahui tips efektif yang dilakukan dalam rangka untuk membuat anak-anak akur dan rukun satu sama lain.

Berikut beberapa tips agar anak-anak bisa selalu rukun. 
1. Cobalah untuk selalu bersikap adil pada semua buah hati Anda.
2. Arahkan anak Anda untuk selalu berpikiran positif terhadap saudaranya.
3. Tunjukkan pada mereka bahwa konflik selalu bisa dipecahkan dan diselesaikan dengan baik-baik dan ajari cara pemecahan suatu masalah.
4. Ajari anak-anak Anda untuk mulai melihat segala sesuatu dari perspektif orang lain. Ajari mereka untuk mulai bisa menghormati orang lain.
5. Beri pengarahan kepada mereka untuk bisa mengenali dan mengendalikan emosi mereka saat mereka ada dalam posisi atau keadaan yang sukar.
Berilah pujian kepada anak saat mereka berhasil menghadapi masalah dan berbaikan.

Sebagai orangtua, Anda juga bisa mengatur jadwal bagi mereka untuk beraktivitas bersama-sama dengan lebih intens. Ini akan semakin memperkuat ikatan mereka. Selalu awasi kegiatan mereka dan ajarkan semua poin di atas untuk meminimalisir pertikaian dan konflik.

sumber: kesekolah.com

Tips Mudah Mengingat Pelajaran

Dalam perkembangan zaman yang semakin maju ini, tingkat kesulitan pelajaran dan penguasaan materi terhadap pelajaran meningkat, sehingga anak sulit mengingat dan memahami pelajaran yang mereka dapatkan. Banyak orang tua maupun peserta didik yang mencari cara agar kemampuan mengingat dan memahami mudah untuk dilakukan. Yang perlu Anda ketahui adalah, kemampuan untuk mengingat maupun memahami pelajaran itu terpusat pada otak, jadi solusi yang paling tepat adalah meningkatkan kemampuan otak Anda maupun anak Anda dalam mengingat dan memahami pelajarannya.

Berikut tips mudah untuk mengingat pelajaran: 
1. Mencatat hal-hal penting dan mengulang kembali 
Anda harus mengambil intisari atau kesimpulan dari setiap pelajaran yang sudah dibaca ulang. Kata-kata kunci itulah yang nanti berguna saat ujian nanti karena Anda sudah mengingatnya. Dengan mencatat hal-hal penting itu, sebagian besar akan Anda ingat. Setelah mencatat hal penting tersebut, maka ulangi materi yang Anda terima sesuai daya ingat Anda, maka otak Anda akan dilatih untuk mengembangkan materi tersebut.

2. Membaca 
Membaca merupakan kunci belajar supaya mudah dipahami. Bacalah materi baru 2 kali dalam sehari, yaitu sebelum dan sesudah materi itu diterangkan. Otak yang sudah mengolah materi itu sebanyak 3 kali bakal tersimpan cukup lama di otak Anda.

3. Memahaminya 
Belajar yang benar itu bukan sekadar menghapal, tapi harus memahaminya. Anda boleh saja menghafal 100% semua detail pelajaran, tapi yang lebih penting adalah apakah Anda memahami semua materi yang di hafal itu? Agar yang dipelajari itu tidak cepat dilupakan, alangkah baiknya untuk memahami dulu garis besar materi pelajaran sebelum Anda menghafal.

4. Pilih waktu belajar yang tepat 
Belajar yang paling enak adalah pada saat badan masih segar, waktu belajar yang dilakukan setiap orang itu berbeda-beda, tapi biasanya, pagi hari merupakan waktu yang tepat untuk berkonsentrasi penuh. Anda bisa memanfaatkan waktu ini untuk mengolah materi-materi baru. Sisa-sisa energi bisa digunakan untuk mengulang pelajaran dan mengerjakan pekerjaan rumah.

5. Bangun suasana belajar yang nyaman 
Banyak hal yang bisa membuat suasana belajar Anda nyaman, salah satu cara yang bisa Anda lakukan yaitu memilih tempat yang sunyi agar bisa berkonsentrasi. Namun ada juga orang yang belajar sambil mendengarkan musik kesukaannya. Berbagai cara tersebut bisa Anda lakukan asalkan bisa membuat nyaman dan tetap berkonsentrasi.

6. Melatih kemampuan 
Pada setiap akhir bab pelajaran, biasanya selalu diberikan soal-soal latihan. Tanpa perlu menunggu perintah dari guru, Anda bisa langsung menjawab semua pertanyaan tersebut dan periksa sejauh mana kemampuan yang Anda miliki. Jika ada yang kurang jelas mengenai pertanyaannya, maka Anda bisa bertanya pada guru.

7. Beristirahat 
Belajar boleh-boleh saja tapi jangan sampai lupa juga menyediakan waktu untuk beristirahat. Setelah 30-45 menit belajar di rumah, Anda harus segera beristirahat untuk melemaskan badan dan pikiran. Jangan memaksakan belajar jika pikiran sedang suntuk karena hanya membuang waktu kamu saja.

sumber: kesekolah.com