Kamis, 23 Oktober 2014

Sariawan? Usir dengan Bahan Alami Ini

Sariawan bisa terjadi kepada siapa saja mulai dari balita hingga orang dewasa,walaupun bukan termasuk termasuk penyakit yang serius tapi harus segera diatasi karena dampaknya adalah ketidaknyamanan kita dalam melakukan aktifitas sehari-hari.

Tidak nyaman dan menyakitkan sering dirasakan bila sariawan tumbuh pada bagian dalam pipi atau dasar gusi kita. Biasanya, sariawan akan sembuh dengan sendirinya beberapa hari kemudian. Tapi, dengan menggunakan obat alami yang dapat Anda racik di rumah, pengobatan untuk sariawan akan berjalan cepat.

Berikut beberapa bahan alami untuk menyembuhkan sariawan: 
1. Kelapa 
Untuk mengurangi peradangan dan rasa nyeri, Anda dapat mengoleskan minyak kelapa tepat di sariawannya, atau mengunyah kelapa kering. Selain itu, Anda juga dapat minum segelas air kelapa untuk mendinginkan tubuh Anda.

2. Daun kemangi 
Daun kemangi memiliki sifat medis yang dapat mengobati sariawan pada mulut Anda. Mengunyah beberapa helai daun kemangi dengan air beberapa kali dalam sehari, juga dapat menyembuhkan penyakit maag.

3. Air garam 
Membilas dengan air garam dapat membantu mensterilkan sariawannya. Ambil satu sendok garam dan mencampurnya dengan segelas air hangat. Kemudian, tahan di mulut dan kumur-kumurlah selama beberapa detik, lalu buanglah. Ulangi sebanyak beberapa kali untuk mendapatkan hasil maksimal.

4. Madu 
Sariawan juga bisa kita atasi dengan memanfaatkan khasiat madu, caranya sangat mudah cukup oleskan madu pada luka dari sariawan kemudian diamkan beberapa saat, sariawan akan cepat terusir.

5. Kunyit 
Gunakan kunyit dan mencampurnya dengan satu sendok glisering. Oleskan di sariawan Anda untuk menyembuhkannya.

Semoga informasi tentang cara mengobati sariawan secara alami dan cepat bisa bermanfaat bagi para pembaca kesekolah.com dan dengan tips diatas pembaca dapat menghilangkan sariawannya.

sumber: kesekolah.com

Tips Ajari Anak Teruskan Usaha Keluarga

Umumnya,usaha keluarga akan diturunkan kepada anak-anak dan cucu-cucu. Seringkali anak-anak dan cucu akan diajarkan untuk bisa mengelola usaha tersebut. Hal ini tentulah membutuhkan kerja sama yang baik antara orang tua dan anak. Diperlukan juga hubungan yang harmonis dan solid antar anggota keluarga. Yang jelas hubungan keluarga yang kompak dan harmonis tersebut bisa jadi penentu utama kesuksesan usaha yang dijalankan.

Tentu akan sangat rumit jika Anda sebagai anak harus melanjutkan usaha keluarga tersebut. Masalah juga tidak terbatas pada perbedaan minat dan hobi, namun bisa juga menyangkut pilihan karir. Bukan tidak mungkin Anda dan orang tua akan sangat bertolak belakang dalam menentukan pilihan karir atau pekerjaan yang harus dijalani. Jika Anda menginginkan anak-anak untuk melanjutkan usaha yang Anda jalani, sebaiknya lakukan hal-hal berikut semenjak dini, di antaranya:

1. Kenalkan anak pada usaha sejak dini 
Bagi Anda para pengusaha, sangat penting untuk memperkenalkan anak-anak pada dunia usaha yang Anda tekuni. Hal ini tentulah harus dilakukan semenjak dini atau sejak anak bisa diajak berkomunikasi dan berbicara. Pengenalan bisa dimulai dengan menceritakan sejarah dan asal-usul usaha yang Anda miliki tersebut. Bisa juga dengan cara mengajak anak-anak untuk ikut serta ketika Anda tengah memantau dan mengawasi karyawan-karyawan Anda yang sedang bekerja.

2. Kenalkan anak pada orang-orang yang Anda percaya 
Dalam dunia usaha seringkali seorang bos akan mempunyai orang-orang kepercayaan. Orang-orang tersebut yang biasanya bertindak sebagai tangan kanan yang bertanggung jawab penuh menjalankan usaha ketika Anda sebagai bos tengah sibuk dengan urusan lain. Nah, mengenalkan anak pada orang-orang kepercayaan Anda tentu akan membantunya untuk memahami dan mengerti struktur kepegawaian dalam usaha yang Anda jalankan. Dengan begitu, ia juga akan menjalin kedekatan dengan tangan kanan Anda, yang mungkin saja suatu saat akan menjadi orang kepercayaannya juga kelak.

3. Jangan memaksa 
Yang terpenting dan wajib dipahami oleh semua orang tua adalah bahwa hal-hal yang dipaksakan tidak akan pernah berakhir baik. Jadi, jika ternyata setelah usaha-usaha yang sudah Anda lakukan tapi anak tetap saja enggan, maka jangan memaksakan kehendak. Berilah anak Anda kebebasan untuk memilih jalan bagi masa depannya

4. Ajarkan untuk ikut andil dalam usaha Anda 
Mengajarkan anak untuk bisa berpartisipasi dalam usaha yang Anda dijalankan tentunya bisa dimulai dari hal-hal kecil. Misalnya, ajarkan anak untuk ikut membantu mengangkat barang, mengantar pesanan, atau berbelanja bahan-bahan produksi. Sekalipun terkesan sepele, hal-hal tersebut jelas akan bermanfaat di masa yang akan datang.

5. Ciptakan suasana menyenangkan 
Jika Anda menginginkan anak-anak untuk bisa tertarik pada usaha yang Anda tekuni, maka ciptakan suasana kerja yang menyenangkan. Hal ini tentu akan sangat penting untuk menarik minat anak akan usaha yang Anda jalankan. Ciptakan suasana kekeluargaan, santai, dan cenderung fun agar anak tidak merasa sedang bekerja.

sumber: kesekolah.com

Rasa Takut Berlebihan pada Anak? Ini Cara Mengatasinya

Rasa takut yang dialami anak adalah hal biasa. Namun, ada baiknya para orangtua membantu mengatasinya agar ketakutan tersebut tidak berlanjut menjadi fobia. Mungkin orangtua harus bisa memahami dengan rasa takut anak terhadap sesuatu. Misalkan saja anak kita sering takut jika bertemu dengan badut, atau kesenian tradisional yang menggunakan berbagai macam topeng seperti reog, ondel-ondel dan yang lainnya.

Ketakutan anak ini, sebenarnya terjadi lantaran anak tersebut sering sekali didoktrin dengan berbagai hal yang menakutkan. Ketika anak dihadapkan dengan berbagai jenis hal yang mereka takutkan maka tidak jarang anak tersebut sering menangis dan cenderung untuk mengurung dirinya lantaran rasa takut. Lantas bagaimana cara orangtua agar anak tidak lagi merasa takut dengan berbagai hal yang menyeramkan seperti di atas.

Berikut cara terbaik bagi orangtua untuk mengatasi ketakutan anak: 
1. Pahami rasa takut anak, jangan memaksakannya untuk berani berinteraksi dengan si badut. Dekatkan anak dengan hal-hal yang menyeramkan, bukan malah menjauhkannya. Cukup Anda beri contoh seperti berfoto dengan badut dan berinteraksi dengan mereka agar anak tahu bahwa badut tidak membahayakan. Beri pengertian pula bahwa badut sama seperti kita hanya saja mereka memakai kostum lucu. Bila perlu, mintalah si badut untuk membuka topengnya agar anak tahu bahwa di balik topeng badut adalah manusia biasa.

2. Jika anak punya teman atau kakak yang sering menggodanya, ingatkan mereka agar mereka tidak mencela dan menjadikan objek tertawaan akan ketakutannya tersebut. Celaan akan membuatnya semakin benci dan takut dengan figur-figur tersebut.

3. Adakalanya Anda harus mengarang cerita imajinasi tentang kebaikan figur-figur tersebut yang suka menolong anak-anak dan baik hati. Berikan image positif tentang badut, ondel-ondel, dan topeng agar anak mau mengenal mereka.

4. Jika anak tetap mengalami rasa takut berlebihan, tunjukkan pada mereka bahwa Anda memahami rasa takutnya dan siap menemaninya. Berikan ucapan-ucapan yang lembut dan menenangkan dan mintalah orang di sekitar untuk memahaminya juga.

5. Pastikan anak merasa dicintai. Jika anak anda merasa bahwa Anda sangatlah mencintainya, maka iapun merasa bahwa anda akan selalu ada untuk dirinya. Hal itu tentu saja dapat mengatasi rasa takut.

Jangan biarkan rasa takutnya terbawa hingga dewasa. Menangani rasa takut anak dengan cara yang tepat akan membuat anak lebih ceria dalam menghadapi kesehariannya dan mengenal dunia apa adanya.

sumber: kesekolah.com