Senin, 06 April 2015

Manfaat Sehat Makan Beralas Daun Pisang

Di Indonesia, sajian makanan di atas atau berbalut daun pisang bukanlah hal yang aneh. Untuk beberapa momen, daun pisang sering dijadikan alas untuk menyantap makanan bersama rekan dengan dasar kebersamaan. Sementara di negara bagian selatan India, makanan beralas daun pisang merupakan cara tradisional untuk melayani tamu. Semua orang duduk bersama di lantai dan makan menggunakan tangan tanpa sendok. Cara tradisional ini rupanya bukan hanya sekedar praktis, tapi juga kaya manfaat.

Berikut beberapa manfaat makan dengan menggunakan alas daun pisang: 
1. Higienis 
Daun pisang hanya perlu dibersihkan dengan lap kain bersih basah untuk bisa digunakan. Jika Anda ragu dengan kebersihan suatu tempat makan, lebih baik Anda memilih makan dengan beralaskan daun pisang karena lebih bersih dari piring biasa. Ini karena daun pisang memiliki sifat antibakteri yang mencegah terjadinya penyakit.

2. Ramah lingkungan 
Daun pisang juga sangat praktis dan ramah lingkungan. Ini merupakan kelebihan utama makan dengan daun pisang. Anda tidak perlu mencuci piring dan langsung membuang daun pisang setelah makan. Daun akan kering dan menyatu sendiri dengan alam, tidak berisiko merusak lingkungan.

3. Menambah nikmat makanan 
Daun pisang memiliki lapisan lilin alami yang tidak berbahaya untuk tubuh. Justru lapisan lilin tersebut akan menambah nikmat rasa makanan dan meningkatkan nafsu makan untuk Anda yang susah makan. Makanan panas atau hangat akan melelehkan lilin dan bercampur dengan makanan.

4. Sehat 
Daun pisang mengandung senyawa nabati bernama polifenol epigallocatechin gallate, seperti yang ditemukan dalam daun teh hijau. Polifenol ini merupakan antioksidan kuat alami yang menangkal radikal bebas dan mencegah penyakit. Makanan yang ditaruh di atas daun pisang akan menyerap polifenol dari daun sehingga Anda bisa menyerap nutrisi tersembunyi dari daun pisang tersebut. Bahkan daun pisang juga diklaim memiliki sifat antibakteri yang mencegah timbulnya penyakit atau gangguan pencernaan.

5. Bebas bahan kimia 
Daripada tempat makan plastik, styrofoam, dan kertas minyak, daun pisang lebih natural dan bebas risiko keracunan karena tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Daun pisang tidak berisiko meningkatkan serangan kanker karena pengaruh bahan kimia sebagai wadah makanan.

Jadi, tidak ada salahnya mencoba untuk menggunakan daun pisang sebagai alas makan Anda.

sumber: kesekolah.com

Inilah Waktu yang Tepat untuk Mengkonsumsi Buah

Meski buah merupakan makanan alami yang menyehatkan, namun makan buah ternyata tidak boleh sembarang. Kenapa? Karena makan buah di waktu yang tepat akan memaksimalkan khasiat dan manfaat dari buah yang dikonsumsi tersebut. Banyak orang yang makan buah setelah makan, baik itu makan pagi, makan siang ataupun makan malam. Banyak juga orang tua yang melarang anaknya makan buah sebelum makan, karena mereka mengganggap bahwa konsumsi buah dalam keadaan perut kosong atau sebelum diisi dengan makanan berat merupakan hal yang menyalahi aturan pola makan karena akan berdampak tidak baik bagi tubuh semisal bisa menyebabkan sakit perut. Apakah anggapan tersebut tepat dengan aturan konsumsi kebutuhan gizi yang benar?

Ternyata makan buah-buahan juga ada aturan mainnya. Buah-buahan kaya akan serat dan berbagai macam vitamin. Konsumsi buah harus mengikuti pola makan yang baik dan pada waktu yang tepat. Namun tidak banyak orang yang tahu kapan waktu makan buah yang benar.

Berikut waktu terbaik makan buah: 
1. Saat perut kosong 
Waktu terbaik makan buah justru saat perut sedang kosong. Di sini, buah akan menjadi detoks yang efektif untuk tubuh dan semua nutrisi yang terkandung dalam buah dapat terserap dengan maksimal. Makan buah di pagi hari untuk sarapan juga baik untuk pencernaan, dan selain itu buah meningkatkan kadar gula dalam darah secara perlahan sehingga perut terasa kenyang lebih lama.

2. Saat sebelum berolahraga 
Waktu yang disarankan lainnya adalah 1 jam sebelum Anda berolahraga. Buah akan menjadi suntikan nutrisi yang baik dan meningkatkan energi tubuh tanpa membuat Anda merasa kekenyangan atau mual.

3. Setiap musimnya 
Para ahli menyarankan agar mengonsumsi buah tepat saat si buah muncul pada musimnya. Umumnya buah yang tepat muncul saat musimnya bukanlah buah yang melewati rekayasa genetik, nutrisinya lebih aman dan tidak menggunakan zat kimia yang memaksa berbuah atau juga pengawet.

4. Sebelum atau sesudah makan makan siang 
Makan buah yang dianjurkan adalah 1 jam sebelum makan siang atau 2 jam setelah makan siang. Mengapa? sebenarnya hal ini hanya untuk meyakinkan saja bahwa vitamin C, pectin dan serat benar-benar terserap secara maksimal oleh tubuh. Mengonsumsi buah sesudah makan siang ini juga membantu Anda mengurangi jumlah kolesterol yang diserap tubuh.

Mengapa tidak dianjurkan langsung makan buah setelah makan? Alasannya satu. Setelah makan penyerapan tubuh atas fruktosa akan lebih lambat, sehingga apabila dipaksa makan buah maka perut akan terasa begah akibat keluarnya asam di dalam perut. Hal ini juga yang memicu seseorang mengalami diare atau sakit perut.

Jadi, pastikan Anda mengkonsumsi buah-buahan pada waktu yang tepat untuk mendapatkan manfaat kesehatan dengan baik.

sumber: kesekolah.com

Mau Tahu Bakat Anak Sejak Dini? Inilah Tipsnya

Anak adalah buah hati kebanggaan orang tua. Semua orang tua tentu senang jika buah hatinya bisa tumbuh dengan baik dan bisa menjadi apa yang diinginkan. Sebenarnya orang tua sudah bisa membaca bakat anak dari kecil. Orang tua yang baik harus bisa mengenali bakat anak sejak kecil sehingga bakat anak Anda bisa disalurkan. Jadi apa yang bisa orang tua lakukan untuk membantu anak-anak mengembangkan diri dan menemukan bakat sejatinya?

John Medina, seorang ilmu saraf dan penulis "Brain Rules for Baby" mengatakan, apa yang orang tua lakukan di masa lima tahun pertama kehidupan anak akan sangat mempengaruhi tumbuh kembang dan perilaku anak hingga dewasa. Demikian pula, jika orang tua menginginkan anak menemukan apa antusias serta bakat yang terpendam dalam diri sang buah hati, orang tua harus selalu meningkatkan kepercayaan diri serta membantu pertumbuhan otak si kecil.

Melatih bicara 
Bahkan mungkin sejak dalam kandungan, ibu sudah berbicara dengan janin yang ada dalam perutnya untuk merangsang pertumbuhan otak. Ketika ia lahir, komunikasi yang intens ketika menyusui, bermain, dan menggendong juga sangat berpengaruh pada otak anak. Otak anak sangat cepat menyerap kata-kata yang diucapkan oleh orang tua.

Ruang bermain 
Apapun bakat yang ada dalam diri anak, sebaiknya terus diwadahi dengan jenis-jenis kegiatan serta permainan sesuai keinginan anak. Sediakan tempat atau ruang khusus bagi anak untuk bermain dan mengembangkan daya imajinasi serta bakatnya. Entah itu, akting, menyanyi, menggambar atau bakat lain, orang tua hanya bertugas sebagai pendorong dan memfasilitasi.

Pujian 
Memuji anak tidak pada saat mereka berhasil saja tetapi juga pada saat mereka gagal. Kata-kata positif dan memotivasi akan membuat mereka jauh lebih percaya diri untuk bangkit lagi memperbaiki diri saat gagal.

Menahan emosi 
Tidak banyak anak yang mampu mengubah emosi mereka menjadi hal-hal yang positif. Oleh karena itu, orang tua harus membantu anak untuk menerjemahkan emosi ke dalam kata-kata dan bukan perlakuan kasar. Jika anak merasa kesal atau marah, katakan bahwa itu hal yang wajar dan boleh dilakukan asal tidak menyakiti siapa pun. Anak-anak dengan kondisi emosi yang stabil jauh lebih mudah menemukan bakat dan jika ia memiliki bakat akting, ia akan lebih mudah memainkan peran di atas panggung.

Jadi, sebagai orang tua bantu anak menghadapi segala tantangan dan menemukan bakat sejati dalam dirinya.

sumber: kesekolah.com

Yuk Ajari Anak Menerima Kekalahan dengan Cara Ini

Menang atau kalah dalam kompetisi adalah wajar. Namun, tidak semua orang bisa menerima kekalahan itu dengan wajar. Tidak sedikit pula orang yang mengalami kekecewaan berlebihan saat mendapatkan kekalahan dan mencoba segala cara untuk menang. Agar ini tidak terjadi kepada anak, ajari dia untuk bisa menerima kekalahan dengan cara ini.

1. Luapkan perasaan 
Ajarkan pada anak Anda untuk mengekspresikan kekalahan. Biasanya anak akan menangis, memukul, menendang bahkan berteriak. Meskipun sulit untuk menjaga perasaan saat kalah akan tetapi dengan mendampingi untuk meluapkan perasaan kekalahan yang sedang dialami, Anda akan mendampingi dan mencintainya akan membuatnya kembali percaya diri.

2. Akui kekurangan 
Akui kekurangan bukan berarti bahwa anak tidak jago melainkan mengajarinya untuk rendah hati, menghargai orang lain dan menerima sebuah kekalahan sebagai proses belajar. Dengan demikian tidak ada yang salah dengan sebuah kekurangan sehingga Anda dapat memastikannya anak dapat mengenal dirinya dengan kekurangan yang dimiliki.

3. Pahami kekalahan 
Kalah bukan berarti tidak juara. Pemahaman ini yang harus diberikan pada anak. Anda dapat mulai menjelaskan bahwa hasil akhir dari kompetisi bukan berarti tidak menjadi juara melainkan untuk tetap bersemangat, itu hanya sebuah permainan dan perjalanan masih panjang. Orang tua harus memahami bahwa kompetisi bukan karena hasil akhir sehingga Anda pun akan mengajarkan anak untuk menghargai upaya untuk berprestasi.

4. Hargai kerja keras anak 
Atmosfer dari lingkungan sekitar akan membantu dalam menerima kekalahannya sehingga peranan orang tua dalam menerima kekalahan anak. Mengatasi kekalahan bahwa kalah bukan berarti tidak menang melainkan proses kerja keras dan usaha, ketika anak mulai dihargai hasilnya akan membantu dalam segala prestasi untuk membuatnya percaya diri.

5. Fokus pada proses 
Memberikan motivasi ketika anak sedang berusaha keras meraih juara adalah salah satu cara yang terbaik akan tetapi apabila anda terlalu fokus pada hasil akhir yaitu menang atau kalah maka anak anda akan terbebani. Sehingga ajarkan anak anda untuk menghargai sebuah proses bukan hasil akhir, dengan begitu dia lebih mudah menerima kekalahan .

sumber: kesekolah.com

Cara Atasi Malas di Hari Senin

Senin pagi selalu menjadi momok dan membuat mood seseorang sedih, depresi dan motivasi rendah. Libur akhir pekan membuat siapa pun enggan kembali beraktivitas di hari Senin. Libur Sabtu-Minggu pun dirasa kurang. Anda selalu berharap bahwa akhir pekan masih panjang. Senin kerap membuat Anda malas dan enggan mengerjakan tugas. Bahkan itu sudah dirasakan sejak Anda bangun pagi. Itulah yang lebih dikenal sebagai sindrom freaky Monday. Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Identifikasi masalah 
Harus ada alasan mengapa Senin begitu mengerikan untuk dijalani. Mungkin karena sesuatu yang tidak atau justru harus kita lakukan. Mungkin juga karena kita memiliki masalah dengan atasan atau rekan kerja. Untuk mengalahkan sindrom Senin pagi, langkah pertama adalah mengenali masalah dan mencari solusinya.

Siapkan agenda 
Mempersiapkan agenda rutin yang akan dilakukan mulai hari Senin hingga Jumat sebelum weekend, sangatlah membantu. Cara tersebut membantu kita mengorganisasi diri dalam menyingkirkan Senin pagi yang terasa berat. Buat catatan tugas-tugas penting yang harus diselesaikan di hari Senin. Perencanaan tersebut akan membantu kita dalam berjuang mengarungi hari Senin.

Tidur lebih awal 
Tidur lebih awal akan membuat kita lebih segar dan bersemangat untuk menghadapi hari Senin. Hal itu sangat bermanfaat untuk tubuh yang lelah usai menikmati akhir pekan yang menyenangkan bersama teman atau keluarga tercinta.

Refreshing di akhir pekan 
Merencanakan akhir pekan berkualitas bersama keluarga bisa menjadi sebuah "vitamin tambahan" untuk menghadapi hari Senin. Kita perlu sejenak mengesampingkan smartphone agar bisa lebih menikmati waktu berkualitas bersama orang-orang yang dicintai.

Semoga bermanfaat..

sumber: kesekolah.com