Senin, 02 Juni 2014

Cara Efektif Mendidik Anak Lebih Pede

Salah satu tujuan yang ingin dicapai orangtua pastilah memiliki anak dengan kemampuan yang serba bisa dan mandiri. Namun, salah satu syarat untuk memiliki anak yang percaya diri dan bisa melakukan berbagai hal positif adalah adanya keyakinan dan kemauan si anak untuk mampu melakukan apa pun. Mendidik anak agar percaya diri bukanlah pekerjaan yang mudah. Diperlukan strategi dan pengasuhan yang baik agar anak bisa tumbuh dengan tingkat kepercayaan diri yang mantap. Karena setiap orang tua berharap anaknya aktif dengan percaya diri bukan minder ataupun penakut.

Percaya diri pada anak bisa dibangun dan dibina sejak anak usia dini. Oleh karena itu dibutuhkan cara dan tips khusus agar keberhasilan anak menjadi anak yang percaya diri bisa dicapai secara maksimal. Kuncinya sangat sederhana yang terpenting adalah fokus dan ulet serta tekun. Apa saja cara dan trik yang diterapkan agar anak tumbuh percaya diri sejak kecil?

Berikut beberapa cara untuk mendidik anak lebih percaya diri: 
1. Bicara dengan anak dan cari tahu masalahnya 
Komunikasi yang efektif itu penting untuk membangun hubungan sehat dan langgeng. Anak Anda mungkin bingung dan takut serta memiliki banyak pertanyaan tentang dunia ini. Anak-anak bisa saja merasa tidak bisa dan merasa tidak aman dengan tubuhnya atau diintimidasi. Hal ini penting untuk membangun kepercayaannya dan membiarkan anak memberitahu Anda mengapa ia merasa tidak yakin dengan dirinya sendiri sehingga Anda bisa bekerja sama untuk mencari solusinya.

2. Bantu anak menemukan kegiatan yang ia senang 
Beberapa anak dilahirkan dengan suara yang luar biasa, beberapa memiliki telinga yang baik untuk musik, dan lainnya memiliki struktur tulang dan otot yang bisa membuat mereka menjadi atlet hebat, atau memiliki imajinasi luas untuk bercerita. Cari tahu apa bakat alami anak Anda dan bantulah agar ia terlibat dalam kegiatan yang paling menyenangkan untuknya. Menari, melukis, bermain musik, atau sesuatu yang lebih pragmatis seperti matematika semuanya adalah pilihan yang baik. Hanya saja, pastikan anak Anda termotivasi.

3. Jadilah pemaaf kepada orang lain, tunjukkan anak Anda bahwa kasih sayang merupakan kebaikan 
Semua orang membuat kesalahan dan itu adalah bagian dari pendewasaan dan langkah penting dalam mencapai kebijaksaaan. Dengan berlatih memaafkan, Anda membiarkan anak Anda tahu bahwa apapun yang mereka salah karena sejumlah alasan, itu baik-baik saja. Hal ini juga menunjukkan kepada mereka bahwa meskipun orang terkadang berdebat dan perasaannya terluka, cobalah berempati dan berkompromi. Anak Anda akan mempelajarinya dari Anda dan mulai berlatih memaafkan dalam kehidupan sehari-hari.

4. Ajarkan anak menetapkan cita-cita yang dicapai 
Ingin menjadi manusia pertama di Mars, seorang balerina terkenal di dunia, atau bintang film merupakan cita-cita yang ambisius dan menunjukkan betapa kreatif anak Anda, tapi mereka mungkin tidak terjangkau. Bukan ide yang baik memberikan pujian sepanjang waktu kepada anak Anda dan berikan mereka gambaran yang realistis dari diri mereka serta kemampuannya. Biarkan mereka memilih, tapi tawarkan alternatifnya. Bantu anak-anak Anda merumuskan beberapa tujuan jangka pendek yang mudah dicapai dengan kerja keras dan tujuan yang lebih kecil untuk jangka panjang tapi masih dalam jangkauan.

5. Ajarkan anak bagaimana teratur dan belajar untuk hasil terbaik 
Banyak orang percaya belajar adalah duduk dan menatap buku selama berjam-jam. Ini bisa menyebabkan anak frsutasi dan percayalah dia tak menjadi pintar. Seorang anak membutuhkan keseimbangan yang baik antara belajar, melakukan tugas mereka, dan bersenang-senang. Keseimbangan itu hanya bisa dicapai dengan mengatur waktu secara efektif. Beberapa mata pelajaran bisa lebih sulit bagi anak-anak dibanding yang lain dan mereka mungkin memiliki masalah ketika berlomba melawan jam. Tes bisa membuat stres dan mengambil semua kesenangan dari belajar. Anda bisa mencoba membuat belajar menjadi menyenangkan dengan film, video game, atau contoh-contoh praktis, yang bisa memberikan keajaiban agar anak-anak tertarik.

Rasa percaya diri pada anak tidaklah datang sendiri. Anak yang memiliki bakat namun tidak pernah diasah dan dibina maka akan sangat mustahil kemampuannya akan berkembang dengan baik. Namun ketika anak hanya memiliki kemampuan yang biasa saja akan tetapi senantiasa diasah, niscaya kemampuannya akan bisa melebihi anak yang berbakat. Perlu diingat bahwa masa kecil anak sangat berperan dalam pembentukan rasa percaya diri anak terutama ketika nanti anak sudah menginjak usia dewasa.

Waspadai Kleptomania pada Anak

Kleptomania merupakan suatu penyakit yang berhubungan dengan kejiwaan seseorang yang mana tanpa sadar dirinya mencuri barang-barang yang ada disekitarnya. Umumnya kleptomania sendiri sering dialami oleh para perempuan serta barang-barang yang dicurinya pun bukanlah barang yang tidak terlalu berharga seperti makanan, pulpen, pakaian dan lainnya.

Lantas apa jadinya jika hal ini terjadi pada keluarga sendiri khususnya anak sendiri? Penyakit kleptomania ini bukanlah suatu penyakit turunan orangtua atau keluarga seperti apa yang banyak diperbincangkan. Lebih tepatnya penyakit ini berhubungan gangguan psikologis dan biologis dalam diri sendiri. Justru kejadian kleptomania ini lebih sering terjadi di luar lingkungan keluarga, misalnya saja di supermarket, mall, dan lainnya. Jika para orangtua menemui kasus kleptomania terjadi pada anaknya sendiri, sebaiknya untuk dicegah lebih awal.

Berikut beberapa cara orangtua untuk mencegah penyakit kleptomania pada anak: 
1.Pendekatan Orangtua Kepada Anak 
Banyak para penderita kleptomania disebabkan oleh kurang dekatnya komunikasi antara anak dan orangtua. Lebih tegasnya orangtua harus memberikan suatu pemahaman tentang mencuri itu merupakan suatu tindakan dosa. Jika anak mengingikan sesuatu sebaiknya orangtua jangan langsung melarangnya, karena ini akan membuat anak akan nekat untuk mencuri. Misalnya saja anak ingin membeli mainan seperti temannya, namun orangtua melarang dengan keras. Sehingga anak mencari cara apa saja untuk memiliki mainan tanpa sepengetahuan orangtua.

2.Memasukkan konsep nilai yang benar 
Sejak kecil orang tua sudah harus mendidik perbedaan antara "ini milik kamu" dan "ini milik saya". Jangan membiarkan anak sembarangan mengambil barang orang lain. Kalau dalam tas atau di saku ditemukan barang milik teman, anak harus segera mengembalikannya. Menerapkan konsep yang benar harus disertai dengan teladan yang baik supaya anak tidak tamak terhadap hal apa pun sekalipun itu hal yang kecil atau sembarangan meminjam barang milik orang lain. Berikanlah penghargaan dan pujian bila mereka mampu mengurus atau mengatur barangnya sendiri.

3.Periksakan Anak ke Psikiater 
Jika mendapatkan anak sering melakukan klepto, maka orangtua segera menindak lanjutinya dengan memeriksakan kejiwaan sang anak pada ahlinya. Membawa anak ke psiakter bertujuan untuk mencari cara agar kebiasaan tersebut tidak terus berlanjut hingga dewasa. Biasanya anak akan diperiksa secara detail mengapa anak cenderung menjadi kleptomania dan tentunya anak akan diterapi dari sikap buruknya itu.

Dengan begitu sebaiknya para orangtua harus lebih antusias dalam mengawasi perkembangan anak. Jangan sampai menyesal di kemudian harinya.