Rabu, 30 April 2014

Tanaman Okra, Ampuh Kendalikan Diabetes

Penyakit diabetes yang hampir mustahil disembuhkan menjadi momok bagi banyak orang. Untungnya banyak bahan alami yang dipercaya dapat meringankan atau mengendalikan gula darah diabetes. Salah satu tumbuhan yang dipercaya dapat meringankan diabetes tersebut adalah okra. Tanaman yang dikenal dengan sebutan Lady’s finger ini banyak ditemui di India dan Malaysia. Tumbuhan dengan nama ablemoschus esculentus ini memiliki bentuk yang panjang dengan ujung yang mengerucut. Di Inggris dan India, sayuran ini dipercaya dapat mengendalikan penyakit diabetes.

Tanaman Okra dapat tumbuh hingga ketinggian 2 meter. Daunnya mempunyai ukuran 10-20 cm memanjang dan melebar. Bunganya berdiameter sekitar 4-8 cm. Sedangkan buah bisa tumbuh memanjang hingga 18 cm dengan warna hijau atau merah keunguan dan berbiji didalamnya. Buah Okra berbentuk seperti belimbing bersegi 5-8 dan mengandung banyak lendir. Dengan pengobatan diabetes alami seperti okra, Anda tak lagi harus melakukan suntikan insulin atau menenggak banyak obat-obatan. Mengapa okra baik dikonsumsi para penderita diabetes?

Berikut beberapa manfaat yang dimiliki okra, antara lain:
1. Memiliki indeks glikemik rendah Pasien diabetes disarankan untuk mengonsumsi makanan yang memiliki indeks glikemik (IG) rendah. Sebagai patokan tertinggi, gula memiliki IG 100. Menurut standar medis, okra memiliki IG tergolong rendah yakni 20. Seperti yang telah diketahui, kadar gula darah yang terus menerus tinggi dapat memberikan efek buruk untuk ginjal. Manfaat kesehatan yang didapat dari okra termasuk menghindarkan tubuh dari penyakit ginjal. Jika Anda menderita diabetes, mengonsumsi okra dapat mengendalikan kadar gula sekaligus menyehatkan ginjal Anda.

2. Melawan penyakit ginjal Salah satu hal yang perlu diwaspadai setelah didiagnosis terkena diabetes tipe 2 adalah ancaman kerusakan ginjal. Pasalnya kadar gula darah tinggi pada penderita diabetes dapat merusak ginjal. Untungnya okra memiliki manfaat mencegah penyakit ginjal sekaligus mengendalikan gula darah. Dengan mengonsumsi okra, diabetesi mendapat manfaat tambahan berupa ginjal yang lebih sehat.

3. Sumber serat larut Serat larut sangat baik untuk penderita diabetes karena memainkan peranan penting dalam pencernaan karbohidrat. Okra yang kaya akan serat larut dapat memperlambat proses pencernaan sehingga mengurangi efek karbohidrat dalam menaikkan gula darah.

Lalu, bagaimana cara mengolah okra untuk mengobati diabetes? Inilah langkah yang harus dilakukan untuk mengolah okra sebagai obat diabetes. Fakta penting yang harus diketahui, okra mentah lebih ampuh menurunkan gula darah dibanding dengan okra yang sudah masak.
*. Ambil dua buah okra dan potong bagian ujung-ujungnya. Getah putih yang lengket akan keluar dari ujung-ujung okra. Jangan bersihkan getah itu karena getah itulah yang berfungsi mengendalikan gula darah.
*. Masukkan potongan-potongan okra ke dalam gelas berisi air sebelum tidur lantas biarkan rendaman itu. Jangan lupa untuk menutupi gelas berisi air okra dengan tatakan atau piring.
*. Keesokan harinya, singkirkan potongan okra dari gelas dan minumlah airnya. Cara ini dipercaya dapat mengurangi kadar gula darah.

Untuk hasil yang lebih baik, terapi ini harus dilakukan secara rutin setiap hari. Semoga bermanfaat.

Cara Mengasuh Anak Hiperaktif

Orang tua mana yang tidak senang bila melihat anaknya aktif dan ceria. Tapi kalau aktifnya melebihi batas kewajaran anak-anak seusianya, tentu akan membuat orang tua mulai khawatir dan kesulitan untuk menanganinya. Misalnya, saat ingin diberi makan anak selalu berlarian kesana kemari tidak bisa diam, kerap berlompatan ke segala arah tidak kenal lelah sampai Ibu kewalahan mengejarnya. Anak hiperaktif yang selalu bersemangat untuk melakukan segala sesuatunya memang membutuhkan kesabaran ekstra dari kedua orang tuanya.

Seorang anak yang hiperaktif membutuhkan pengawasan dan bimbingan agar dapat menyalurkan energinya yang selalu bersemangat dan tidak pernah capek. Sebenarnya, anak hiperaktif merupakan anak yang sangat cerdas namun mereka sering dikatakan sebagai anak nakal dan bandel karena sering mengganggu teman-temannya atau menjahili.

Sebagai orang tua yang mempunyai anak hiperaktif harus dapat memahami dan menggali bakat yang dimiliki oleh anak sehingga dapat dikembangkan dan disalurkan secara positif. Dan energi yang berlebihan tersebut akan digunakan secara positif pula. Lantas, apa saja yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk mengasuh anak yang hiperaktif dan selalu bersemangat tinggi?

Berikut beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengasuh anak yang hiperaktif: 
1.Melatih anak untuk diam. 
Orang tua tetap harus melatih anak untuk duduk diam, misalnya pada saat makan. Anak yang hiperaktif harus mengikuti aturan dan kesopanan saat di meja makan. Hal yang sama dapat dilakukan saat anak memperoleh pelajaran agar tidak mengganggu temannya.

2.Menggali bakat anak. 
Orang tua harus mengetahui bakat yang dimiliki oleh anak sehingga orang tua dapat mengarahkan energi berlebihan dari anak ke kegiatan positif.

3.Menyalurkan bakat anak. 
Orang tua dapat menyalurkan bakat anak pada kegiatan positif yang menjadi minat anak. Misalnya dengan mengikuti kegiatan ekstra kurikuler di sekolah atau mengikuti kursus. Sebaiknya anak juga diikutkan pada kegiatan yang membutuhkan energi besar seperti olah raga.

4.Memberi fasilitas kepada anak. 
Buku dan game dapat menjadi hiburan bagi anak hiperaktif. Kedua fasilitas tersebut dapat melatih anak untuk berkonsentrasi dan duduk diam.

 5.Memilih sekolah yang tepat. 
Untuk anak hiperaktif sebaiknya dimasukkan ke sekolah inklusi yang dapat memberikan penanganan khusus pada perkembangan anak. Di sekolah ini biasanya terdapat terapi yang dapat membantu menangani anak hiperaktif dan ada pendampingan khusus.

 6.Kasih sayang orang tua. 
Anak yang hiperaktif adalah tetap anak normal yang memiliki kelebihan energi dan sebagai orang tua wajib memberikan kasih sayang yang sama dengan anak lainnya.

Tentunya orang tua sangat diharapkan lebih menaruh perhatian khusus kepada anak hiperaktif. Bukan berarti melebihkan dari anak lainnya, tetapi harus mendidik dengan cara yang berbeda dengan biasanya.

Cara Merangsang IQ Bayi Sejak dalam Kandungan

Orang tua sangat mendambakan anaknya memiliki IQ yang tinggi. IQ yang tinggi sering dikaitkan dengan kecerdasan anak dan kesuksesan di masa yang akan datang. Namun, hingga kini belum banyak orang yang tahu bagaimana cara merangsang IQ bayi. Ada banyak cara yang bisa dilakukan ibu untuk merangsang perkembangan otak bayi seperti dengan memberikan pijatan, memberikan rangsang cahaya, suara, dan sebagainya.

Rangsangan terhadap IQ pada bayi sebenarnya tidak hanya bisa dilakukan ketika bayi sudah lahir. Saat masih dalam kandungan pun ibu sudah bisa merangsang IQ bayi.

Berikut beberapa cara untuk merangsang IQ bayi sejak dalam kandungan:
1. Ajak Bicara
Sering-seringlah mengajak janin bicara atau mengobrol untuk merangsang IQ bayi. Pada usia kehamilan di atas 23 minggu, janin sudah bisa mendengarkan, merespon gerakan, dan melihat cahaya. Oleh karena itu, sering-seringlah mengajaknya bicara. Bisa juga dilakukan dengan mengajak janin mendengarkan music.

 2. Merangsang Visual
Rangsangan visual bisa Anda lakukan dengan cara melihat gambar-gambar indah, memotret, atau melihat pemandangan alam. Dengan melihat gambar-gambra seperti ini, Anda akan menjadi lebih rileks dan inilah yang akan merangsang perkembangan IQ pada bayi.

3. Nutrisi Cukup
Penuhi kebutuhan nutrisi bayi agar perkembangan dan pertumbuhannya bisa berjalan dnegan baik, terutama yang berhubungan dengan otak dan saraf. Anda bisa mengkonsumsi makanan dengan kandungan Omega 3 serta DHA yang tinggi seperti salmon, tuna, daging unggas, telur, dan sebagainya. Kandungan omega 3 dan DHA ini memungkinkan perkambangan otak secara optimal.

4. Rangsangan Cahaya
Cahaya redup yang didekatkan pada perut ibu bisa merangsang bayi untuk memberikan responnya. Hindari cahaya yang terlalu terang karena akan membuat bayi merasa tidak nyaman. Jika bayi Anda bergerak, ini menjadi sebuah pertanda bahwa ia merespon rangsangan Anda.

5. Jangan Stres
Ibu hamil memang sering mengalami perubahan emosi yang cukup drastis. Ibu akan lebih mudah merasa khawatir, cemas, takut atau tegang dalam menjalani kehamilan. Ia juga akan mudah stres, sensitive, depresi, dan sebagainya. Hindari stres dengan melakukan meditasi, yoga, dzikir, atau relaksasi. Tetaplah berpikiran positif tentang apapun agar kehamilan Anda bisa berjalan dengan baik hingga nanti terjadi proses persalinan.

Itulah ulasan terkait cara merangsang IQ bayi sejak dalam kandungan. Semoga dapat bermanfaat!