Senin, 11 Mei 2015

Ini Makanan dan Minuman untuk Mengatasi Darah Rendah

Masih ada sedikit kerancuan tentang masalah tekanan darah ini. Banyak orang yang beranggapan bahwa tekanan darah rendah dan kurang darah adalah sama. Disini perlu diketahui (bagi yang masih rancu), bahwa tekanan darah rendah dan kurang darah itu berbeda. Memang gejala yang bisa ditimbulkan keduanya nyaris sama, yaitu badan lemah, kurang semangat, mengantuk dll. Penyebab utama terjadinya tekanan darah rendah adalah anemia atau kekurangan darah. Hal ini terjadi ketika Anda kekurangan asam folat dan Vitamin B12 yang merupakan bahan utama untuk menghasilkan sel darah Anda. Untuk mengatasinya, Anda sebaiknya mengonsumsi beberapa makanan dan minuman ini.

Air putih 
Hal lain yang menyebabkan tekanan darah rendah adalah dehidrasi. Maka dari itu, cara ampuh mengatasinya tentu saja adalah dengan banyak minum air putih. Dengan meminum air putih yang cukup, Anda tidak saja mencegah dehidrasi tapi juga meningkatkan volume darah dalam tubuh sehingga tekanan darah Anda juga akan meningkat.

Cara lain untuk meningkatkan tekanan darah Anda adalah dengan mencampurkan satu sendok teh garam dengan segelas air lalu aduk. Minum minuman ini setiap hari agar kadar garam pada darah Anda bertambah sehingga tekanan darah Anda juga meningkat. Namun dalam melakukan hal ini, lebih baik Anda selalu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda.

Minuman berkafein 
Jika Anda ingin meningkatkan tekanan darah Anda, minumlah minuman yang mengandung kafein. Anda bisa meminumnya ketika Anda sedang makan siang atau mungkin sore hari. Namun karena kafein bisa memicu beberapa masalah kesehatan yang lain, ada baiknya Anda terus berkonsultasi dengan dokter untuk hal ini.

Sereal 
Para ahli sepakat bahwa untuk mengatasi tekanan darah rendah, Anda sebaiknya mengonsumsi Sereal yang diperkaya dengan nutrisi. Hal ini karena makanan tersebut dapat memenuhi kebutuhan Vitamin B12 Anda sepenuhnya. Selain makanan ini, Anda juga bisa mendapatkan Vitamin B12 dari hati ayam, keju, susu dan yogurt. Sedangkan untuk mendapatkan tambahan asam folat, Anda bisa mengonsumsi alpukat, hati ayam, brokoli dan bayam.

Minuman berenergi 
Contohnya seperti Mizone atau minuman berenergi lainnya. Jika Anda ingin menaikkan tekanan darah, Anda bisa memanfaatkan minuman ini. Minuman-minuman tersebut mengandung cukup banyak sodium yang membantu Anda meningkatkan tekanan darah.

Daging Ayam 
Daging ayam mengandung protein hewani yang dipercaya bisa meningkatkan tekanan darah. Alasannya? Karena tubuh membutuhkan protein untuk membangun sel, termasuk sel dalam pembuluh darah. Pembuluh darah yang lemah akan mempengaruhi aliran dan tekanan darah ke seluruh tubuh.

Jadi mulai sekarang Anda bisa mulai memasukkannya ke dalam menu makanan Anda.

sumber: kesekolah.com

Ini Manfaat Bergerak untuk Tubuh

Satu hal yang mesti kita ingat baik-baik: Tubuh sebenarnya dirancang untuk bergerak dan melakukan aktivitas yang membuat kita tetap aktif. Jika tubuh diam saja atau duduk berjam-jam di depan komputer saja sepanjang hari, tidak heran jika tubuh justru terasa sakit semua. Bahkan jika Anda tidak suka olahraga, tubuh tetap harus bergerak agar tetap bugar dan tidak gampang sakit. Ada banyak manfaatnya melakukan olahraga ringan atau bergerak sepanjang hari seperti berjalan santai, berlari-lari di pasir atau di kebun, bersepeda, berenang atau hanya membersihkan rumah dan menyiangi taman, salah satunya adalah menjaga stamina dan menurunkan kolesterol.

Membangun stamina 
Latihan ringan merupakan titik awal yang baik untuk membangun stamina prima dan menjaga fungsi organ tubuh, terutama sistem gerak bekerja dengan baik. Latihan ringan seperti berjalan dan bersepeda juga berperan penting melancarkan peredaran darah dan meningkatkan imun tubuh.

Menurunkan kolestrol 
Olahraga ringan seperti jalan-jalan, berlari atau naik dan turun tangga sangat baik menjaga kesehatan jantung. Hal ini akan mencegah serangan jantung dan stroke karena dapat menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Latihan ringan akan merangsang proses pengeluaran LDL (kolesterol jahat) dan melancarkan peredaran darah.

Meningkatkan sistem kekebalan tubuh 
Tubuh yang bergerak akan menghasilkan keringat dan keringat membantu tubuh untuk membuang racun. Efek positifnya, berkeringat akan membantu menjaga sistem tubuh tetap bersih dan meningkatkan kekebalan terhadap penyakit.

Jadi, tidak harus olahraga ekstrem untuk bisa sehat, cukup Anda bergerak setiap hari.

sumber: kesekolah.com

Mengenal Ciri-Ciri Anak Hiperaktif

Jika kita dengar ada anak hiperaktif dalam bayangan kita pasti anak itu selalu bertingkah berlebihan dan mengganggu. Sebenarnya apa itu hiperaktif? Hiperaktif adalah anak yang mengalami gangguan pemusatan perhatian dengan hiperaktifitas (GPPH) atau Attention Deficit and Hyperactifity Disorder (ADHD). Kondisi ini juga disebut sebagai gangguan hiperkinetik. Gangguan hiperkinetik adalah gangguan pada anak yang timbul pada masa perkembangan dini (sebelum berusia 7 tahun) dengan ciri utama tidak mampu memusatkan perhatian, hiperkatif, dan impulsif. Ciri perilaku mewarnai berbagai situasi dan dapat berlanjut sampai dewasa.

Jadi anak yang mengalami kekurangan perhatian dia bisa menjadi hiperaktif. Anak hiperaktif dan aktif itu berbeda. Anak hiperkatif bergerak dan melakukan sebuah tindakan tanpa tujuan. Jika anak aktif dia selalu mempunyai tujuan dalam setiap gerakan dan tindakannya.

Bahkan para ahli mulai menyepakati, bahwa penyebab anak hiperaktif yaitu adanya kerusakan kecil yang terjadi pada sistem saraf pusat juga gangguan terhadap otak, sehingga rentang konsentrasi yang terjadi pada anak menjadi sangat pendek serta sangat sulit untuk di kendalikan. Bahkan anak yang menderita hiperaktif akan bergerak kesana kemari tanpa adanya satu tujuan, tidak sesuai dengan situasi yang dihadapinya. Bahkan mereka juga kerap gagal dalam menyelesaikan tugas, walaupun tugas yang di hadapinya kecil.

Mengatasi anak hiperaktif sangatlah sulit, karena hal ini disebabkan oleh sejumlah faktor berupa tempremen bawaan lahir, pengaruh lingkungan sekitarnya, malfungsi otak, juga epilepis. Bukan hanya itu, faktor lainnya yang menyebabkan anak hiperaktif yaitu kondisi gangguan di kepala seperti geger otak, trauma kepala yang dikarenakan proses persalinan yang berjalan sangat sulit atau kepala yang pernah terbentur keras, infeksi, keracunan, gizi buruk, serta terjadinya alergi terhadap makanan.

Gangguan yang dialami ini tidak ketara, dikarenakan anak tidak mengeluh kesakitan, walaupun sebenarnya telah terjadi gangguan terhadap susunan saraf si kecil. Namun sangat di sayangkan, orangtua kerap salah dalam menduga, anak yang berumur masih 2 tahun yang memang lagi senang-senangnya bergerak dan sangat sulit untuk duduk divonis sebagai anak hiperaktif. Padahal, ciri-ciri anak hiperaktif baru bisa terdeteksi ketika anak sudah berusia 4 tahun, atau di awal ia memasuki bangku sekolah.

Anak-anak yang mengalami gejala hiperaktif akan lebih cenderung tidak akan menyelesaikan pekerjaannya. Mereka akan lebih cepat beralih dari satu pekerjaan atau kegiatan kepekerjaan yang lainnya. Terkadang perkembangan motoriknya serta perkembangan bahasanya juga sangat lambat. Mereka akan jauh lebih mudah terangsang, perhatian yang gampang teralihkan, tidak tahan akan frustasi, serta kurang dapat dalam mengontrol diri.

Suasana hati anak hiperaktif juga sangat labil, sebentar gembira sebentar lagi sedih, sebentar ngambek sebentar baik lagi. Jika ciri-ciri di atas terjadi pada anak Anda, maka sebaiknya Anda jangan terburu-buru untuk mengambil vonis kalau anak Anda hiperaktif. Anda harus mengamati perkembangannya, dan cobalah bandingkan dengan anak-anak yang lainnya yang memiliki usia yang sama.

sumber: kesekolah.com

Ini Perilaku Buruk yang Berbahaya bagi Perkembangan Anak

Setiap orangtua tentunya mengharapkan seorang anak yang akan berguna bagi orang lain dan memiliki kepribadian yang baik. Akan tetapi terkadang banyak orangtua yang tidak menyadari kalau mereka memberikan contoh dan perilaku yang tidak baik bagi anak. Karakter seorang anak akan dibentuk melalui pendidikan karakter, salah satunya yaitu lingkungan keluarga. Anak akan mempelajari semua perilaku yang dilakukan oleh orangtua mereka. Anak akan mempelajari setiap perkataan ataupun tindakan yang dilihatnya. Secara tidak langsung perilaku buruk yang dilakukan oleh orangtua akan ditiru dan dipraktekan oleh anak. Maka dari itu, Anda sebagai orangtua harus memberikan contoh yang baik buat anak. Perilaku buruk dari orangtua akan membahayakan perkembangan anak sehingga anak akan tumbuh dengan kepribadian yang tidak baik dan tidak beretika.

Berikut beberapa perilaku buruk yang sebaiknya tidak dilakukan oleh orangtua: 
1. Bertengkar di depan anak 
Pertengkaran dalam sebuah rumah tangga pasti terjadi. Banyak hal yang bisa menjadi pemicu suami isteri bertengkar. Akan tetapi tahukah Anda bahwa kebiasaan bertengkar di depan anak-anak bisa berdampak negatif terhadap perkembangannya. Anak-anak yang sering mendengar dan melihat orangtuanya bertengkar akan merasa jenuh dan tidak betah ketika berada dirumah sehingga mereka cenderung terjerumus ke dalam pergaulan yang tidak seharusnya.

2. Merokok depan anak 
Salah satu kebiasaan buruk orangtua yang bisa memberikan dampak buruk terhadap perkembangan anak adalah kebiasaan merokok depan anak. Merokok merupakan salah satu aktivitas yang berbahaya bagi kesehatan. Selain itu, kebiasaan merokok bisa berdampak buruk terhadap perkembangan anak karena aktivitas tersebut akan mempengaruhi pola pikir anak dan anak akan menganggap bahwa hal tersebut boleh dilakukan oleh siapapun. Kebiasaan tersebut sewaktu-waktu bisa saja ditiru oleh anak-anak. Banyak fakta pada zaman sekarang, seorang anak yang masih dibawah umur sudah punya kebiasaan merokok. Hal tersebut bisa saja berawal dari kebiasaan buruk dari orangtua yang merokok depan anak sehingga anak meniru.

3. Melakukan perbuatan yang tidak baik 
Anak yang sedang dalam masa pertumbuhan akan cenderung lebih mudah dalam meniru setiap perbuatan dan perkataan orang, terutama dari lingkungan terdekatnya yaitu orangtua. Perbuatan yang menurut Anda dianggap sepele seperti membuang sampah sembarangan, bisa berdampak negatif terhadap pola pikir anak. Perbuatan buruk tersebut akan ditiru oleh anak dan anak akan beranggapan kalau membuang sampah sembarangan adalah hal biasa untuk dilakukan.

Itulah beberapa kebiasaan buruk orangtua yang sangat berbahaya bagi perkembangan anak. Oleh karena itu, supaya anak-anak tumbuh dan berkembang dengan kepribadian yang baik maka Anda sebagai orangtua harus memberi contoh dan mengajarkan kebiasaan baik pada anak.

sumber: kesekolah.com