Senin, 26 Januari 2015

Begini Cara Mengatasi Anak Susah Makan

Setiap orangtua akan selalu khawatir tentang kecukupan gizi anaknya. Biasanya anak yang susah makan akan memilih-milih makanan dan hanya mau makan makanan yang digemarinya. Saat anak Anda mulai berusia 6 bulan, ibu seharusnya sudah memberikan makanan pendamping ASI. Pada masa ini, ibu harus lebih cermat untuk memperhatikan pola makan anak. Ibu dapat memberi bubur susu dan sari buah. Setelah itu, anak dapat makan makanan yang lebih padat, misalnya nasi tim.

Namun, masalah utamanya adalah proses ini tidak selalu berjalan mulus. Banyak hal yang membuat anak susah makan dan hal ini basa terjadi saat anak mulai memasuki tahun pertama. Lalu, bagaimana cara mengatasinya ketika anak susah makan?

Berikut tips yang mungkin dapat membantu: 
1. Anda dapat mencoba menyajikan makanan dengan porsi kecil. Perlu diketahui bahwa anak-anak terutama balita, lambungnya masih belum dapat menampung terlalu banyak makanan. Oleh karena itu, berikan si kecil makanan sedikit demi sedikit.

2. Memberikan variasi makanan kepada anak. Anda dapat mencoba membuat beberapa menu makanan untuk si kecil. Ajak si kecil untuk memilih makanan-makanan yang dia sukai karena anak akan mau makan dengan makanan yang ia pilih. Buatlah saat makan menjadi saat yang menyenangkan.

Untuk membuat anak mau makan dan senang untuk menyantap makanannya, ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat memberikan anak makan, yaitu:
1. Mengancam anak
2. Menakut-nakuti anak supaya ia mau makan lebih banyak
3. Menghukum anak jika tidak mau makan atau tidak mau menghabiskan makanannya.

Jangan lupa juga untuk selalu membuat makanan si kecil terlihat menarik. Contohnya Anda dapat mencetak nasi dalam berbagai bentuk atau menghiasi makanannya dengan sayuran.

sumber: kesekolah.com

Khasiat Kulit Rambutan bagi Kesehatan

Buah yang satu ini memiliki bentuk yang unik karena berbentuk oval dan memiliki beberapa rambut. Dengan bentuknya itulah sehingga buah ini dinamakan buah rambutan, buah yang memiliki nama lain Nephelium lappaceum adalah buah yang berasal dari jenis pohon tropis. Rasanya ada yang manis, adapula asam manis. Buah yang berkerabat dekat dengan leci ini memiliki daging yang berair dan berwarna putih.

Buah rambutan terbungkus oleh kulit yang memiliki rambut di bagian luarnya (eksokarp). Warnanya hijau ketika masih muda, lalu berangsur kuning hingga merah ketika masak/ranum. Endokarp berwarna putih, menutupi daging. Pohon dengan buah masak sangat menarik perhatian karena biasanya rambutan sangat banyak menghasilkan buah. Jika pertumbuhan musiman, buah masak pada bulan Desember hingga Maret, dikenal sebagai "musim rambutan". Masanya biasanya bersamaan dengan buah musiman lain, seperti durian dan mangga.

Namun siapa sangka, selain buah rambutan yang sangat nikmat untuk disantap langsung dengan rasa khasnya yang manis ini ternyata kulit rambutan juga bisa kita manfaatkan untuk kesehatan, khasiat kulit rambutan, tentunya tidak akan dapat kita rasakan bila kita tidak mengolahnya dengar benar, dan berikut beberapa khasiat kulit rambutan, diantaranya:

Disentri 
Kulit buah rambutan (10 buah) dicuci, lalu dippotong-potong seperlunya. Lalu ditambahkan 3 gelas minum air bersih, selanjutnya rebus sampai airnya tersisa setengah. Setelah dingin, disaring dan diminum 2 kali sehari, masing-masing tiga perempat gelas.

Demam 
Kulit rambutan yang telah dikeringkan (15 gr) dicuci. Kemudian ditambah 3 gelas air bersih, lalu direbus sampai mendidih selama 15 menit. Setelah dingin, disaring dan diminum 3 kali sehari, masing-masing sepertiga bagian.

Dengan mengetahui khasiat kulit rambutan tentunya kita bisa memanfaatkan kulit rambutan untuk kesehatan. Jadi, sehabis makan buah rambutan, kulitnya jangan langsung dibuang.

sumber: kesekolah.com

Pentingnya Menanamkan Karakter Anak Lewat Tokoh Idolanya

Spider-Man,Iron Man, Thor, Rapunzel, Elsa, hingga Mickey Mouse adalah tokoh animasi populer yang disukai anak-anak. Terkadang saking terobsesinya dengan tokoh-tokoh tersebut, anak selalu minta dibelikan segala hal yang berhubungan dengan tokoh idolanya atau kerap membicarakannya di sepanjang hari. Tidak jarang, kita pun merasa gemas karena polah anak tersebut. Tapi ternyata, kita bisa mengajarkan karakter-karakter positif anak lewat tokoh idolanya.

Psikolog anak Ratih Zulhaqqi, M.Psi., mengatakan bahwa kita sebagai orangtua sebaiknya tidak perlu mengomel jika anak mulai terobsesi dengan satu tokoh. Anak-anak memiliki fase kognitif yang berkembang. Karena itu, anak-anak akan lebih mudah mengingat dan mencontoh berbagai hal menarik yang dilakukan oleh karakter favorit mereka. Pada tahap pengembangan fase kognitif, peran orangtua menjadi sangat signifikan untuk mengarahkan dan membantu anak fokus pada hal-hal positif yang ditunjukkan oleh tokoh dan karakter favoritnya. Anak perlu diajak untuk memaknai setiap sifat positif karakter favorit mereka secara lebih nyata atau konkret sehingga ia juga dengan senang hati mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Berikan Contoh 
Karakter-karakter positif tokoh dalam film animasi sangat efektif dalam menanamkan nilai-nilai kehidupan pada anak. Ingat, berikanlah contoh yang konkret pada anak. Misalnya yang sedang digemari anak sekarang, tokoh Iron Man yang cerdas. Jelaskan padanya bahwa Tony Stark adalah seorang penemu jenius dan cerdas yang dapat menciptakan robot canggih. Tekankan padanya kalau punya karakter positif seperti itu, anak juga bisa lho bikin robot dan hal lainnya. Karena itu, penting bagi orangtua untuk ikut mendampingi anak dalam menonton kartun atau film kesukaan anak.

Ajak Anak Evaluasi 
Setelah menonton atau membaca buku bersama dengan anak, kita bisa ajak anak untuk mengevaluasi karakter positif tokoh tersebut. Tanyakan padanya apa hal-hal yang bisa ia ambil dari tokoh kesukaannya tersebut.

Orang tua pun tidak boleh lupa untuk terus belajar menggali karakter dan contoh yang bisa diberikan untuk anak, kemudian mengevaluasinya. Dampingi anak, itu adalah hal yang paling penting.

sumber: kesekolah.com

Pentingnya Pendidikan dalam Keluarga

Pendidikan adalah sesuatu yang penting. Sebelum memasuki pendidikan formal di institusi-institusi sekolah, ada pendidikan yang lebih penting lagi yaitu pendidikan dalam keluarga. Pendidikan dalam Keluarga adalah tanggungjawab orang tua, dengan peran Ibu lebih banyak. Karena Ayah biasanya bekerja, maka hubungan Ibu dan anak lebih menonjol. Meskipun peran Ayah juga amat penting, terutama sebagai tauladan dan pemberi pedoman. Kalau anak sudah mendekat dewasa peran Ayah sebagai penasehat juga penting, karena dapat memberikan aspek berbeda dari yang diberikan Ibu. Oleh karena hubungan Ayah dan anak terbatas waktunya, terutama di hari kerja, maka Ayah harus mengusahakan agar pada hari libur memberikan waktu lebih banyak untuk bersama dengan anak.

Pendidikan dalam keluarga merupakan hal pokok yang mampu membentuk karakter seorang anak, jika dibandingkan dengan pendidikan formal di sekolah yang hanya berlangsung beberapa jam saja. Di rumah, anak melakukan berbagai hal yang tidak selalu atau bahkan tidak dilakukannya di luar rumah seperti tidur, makan, berbicara, duduk, bermain, menonton televisi, belajar, beribadah, dan lain-lain.

Disinilah saatnya orang tua harus memperhatikan perilaku dan sopan santun setiap anaknya dengan cara memberikan contoh yang baik dimulai dari diri sendiri seperti, makan menggunakan tangan kanan, duduk yang rapi, mengajak anak-anak cuci muka dan menyikat gigi sebelum tidur, beribadah, berbicara dengan sopan dan jujur kepada siapapun dan lain-lain. Jika orang tua mengalami kegagalan dalam mendidik anak menjadi jujur, bersemangat, dan sopan sejak usia dini maka akan sulit bagi orang tua dan lingkungan untuk memperbaiki karakternya.

Ada beberapa jenis pendidikan dalam keluarga yang harus diperhatikan oleh orang tua, diantaranya; 
1. Cinta Tuhan
2. Jujur
3. Sopan santun
4. Hormat pada orang tua
5. Tanggung jawab
6. Disiplin
7.dll

Beberapa pendidikan dalam keluarga di atas sangatlah penting diterapkan oleh para orang tua, karena pendidikan ini bertujuan untuk membentuk karakter anak.

sumber: kesekolah.com