Senin, 15 September 2014

Rahasia Kesehatan Dibalik Bumbu Dapur

Indonesia merupakan negara dengan budaya kuliner yang kaya. Berbagai rempah dan bumbu dapur selalu tersedia di dapur setiap keluarga. Mulai dari rempah-rempah kering seperti cengkeh, kayu manis, ketumbar, dan jintan, sampai rempah-rempah segar seperti jahe, kunyit, kencur, lengkuas, daun salam, dan asam jawa. Rempah-rempah tidak hanya berfungsi sebagai penyedap masakan, tetapi juga kerap digunakan sebagai sarana pengobatan oleh orang-orang dari berbagai belahan dunia.


Meskipun belum banyak penelitian tentang manfaat langsung rempah-rempah dan herbal ini bagi pengobatan, sudah banyak fakta membuktikan bahan-bahan yang dipetik dari alam ini mempunyai dampak positif, termasuk untuk mencegah dan melawan kanker tanpa efek samping. Salah satu efek positif dari bumbu dapur ini adalah sensasi rasanya yang unik serta aroma khas yang menyegarkan. Menambahkan rempah-rempah untuk memasak dapat membantu merangsang selera makan sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup seseorang.

Berikut beberapa jenis bumbu dapur yang dapat membantu mencegah kanker: 
1. Kunyit 
Kunyit merupakan bumbu dapur berbentuk umbi. Kunyit banyak digunakan sebagai bumbu kari yang memberikan rasa yang khas. Curcumin adalah senyawa aktif yang ada dalam kunyit, yang dikenal luas mempunyai sifat antioksidan dan anti-inflamasi, yang berpotensi melindungi sel tubuh terhadap perkembangan kanker. Suplemen ekstrak kunyit saat ini sedang dipelajari untuk melihat khasiat kunyit sebagai pencegah dan pengobatan beberapa jenis kanker, seperti kanker usus besar, prostat, payudara, dan kanker kulit.

2. Jahe 
Jahe telah lama dikenal dalam pengobatan alternatif untuk mengobati bermacam-macam keluhan kesehatan, seperti pilek, batuk, mual sampai sembelit. Jahe dapat digunakan dalam bentuk segar maupun bubuk bahkan manisan. Mengkonsumsi jahe dengan varian pengolahannya, terutama untuk minuman, dapat memberikan kenyamanan pada perut mual selama pengobatan kanker.

3. Bawang putih 
Bawang putih memiliki kandungan sulfur yang tinggi dan merupakan sumber arigin, oligosakarida, flavonoid, dan selenium yang semuanya bermanfaat bagi kesehatan. Senyawa aktif bawang putih, yang disebut allicin, memberikan bau yang khas saat bawang diiris, dicincang, atau ditumbuk. Beberapa studi menunjukkan bahwa meningkatkan asupan bawang putih mengurangi risiko kanker perut, usus besar, esofagus, pankreas, dan payudara. Tampaknya bawang putih dapat melindungi dari kanker melalui beberapa mekanisme, di antaranya menghambat infeksi bakteri dan pembentukan zat penyebab kanker, meningkatkan perbaikan DNA, dan menginduksi kematian sel.

4. Kayu manis 
Kayu manis umumnya digunakan pada masakan Mediterania dan sering dijumpai sebagai bahan utama dalam bumbu masakan Italia. Anda dapat menggunakannya untuk menambah rasa pada sup, pasta tomat, roti, dan sebagai bumbu pada masakan tinggi protein seperti unggas, daging sapi, dan domba. Kayu manis membantu proses detoksifikasi pada penderita kanker, meringankan gangguan pencernaan, perut kembung, kehilangan nafsu makan, dan masalah pencernaan lain.

5. Cabai 
Cabai mengandung capaisin, senyawa yang dapat mengurangi rasa sakit. Ketika capaisin dioleskan pada kulit yang sakit, hal ini menyebabkan pelepasan bahan kimia yang disebut substance P sehingga mengurangi rasa sakit pada area tersebut. Dalam dunia pengobatan modern, capaisin kini digunakan sebagai bahan utama salep untuk mengobati nyeri neuropatik, yaitu nyeri yang sangat mengikuti jalur saraf setelah operasi kanker.

Nah, tunggu apalagi. Cek dapur Anda dan cari rempah-rempah tersebut, kemudian rasakan kebaikannya.

Sumber: kesekolah.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar