Rabu, 27 Agustus 2014

Hadapi Anak Nakal? Tidak Perlu Khawatir

Kewalahan dalam mengatur anak dengan segala kenakalannya, tidak perlu khawatir akan hal tersebut. Anda sebagai orang tua memang dituntut pandai dan sabar untuk menghadapi anak Anda yang nakal. Anak yang nakal pada dasarnya memang bukanlah dari karakter dan sifatnya, hanya saja sebuah kondisi dimana anak tersebut menjadi nakal. Ada dua faktor yang membuat anak menjadi nakal yaitu faktor lingkungan keluarga, dan di luar lingkungan keluarga.

Betapapun marah dan sebalnya Anda terhadap anak, tetaplah tenang dan jangan marah-marah atau memukul anak. Berilah pengarahan serta penjelasan, bahwa apa yang dia lakukan itu tidak boleh dilakukan. Meskipun anak Anda sendiri, sebaiknya jangan terlalu melindungi. Tetaplah obyektif. Karena pembelaan akan memberikan anak pembenaran atas tindakan yang ia lakukan. Jadi anak akan menerima pesan bahwa tindakannya benar, terbukti dengan pembelaan yang Anda lakukan.

Jika memang anak berbuat salah, jangan ragu untuk menyuruhnya meminta maaf kepada temannya dan jangan pula ragu untuk memberikan hukuman padanya. Komunikasikan dengan penuh kasih sayang. Beri waktu untuk berjalan berdua, ajak atau pancing mereka untuk membuka diri dan mengutarakan apa masalah dan keinginannya.

Meskipun demikian, lingkungan merupakan faktor dominan perubahan sikap dan perilaku anak, karenanya Anda juga harus memperhatikan anak Anda. Jangan biarkan anak lain mengganggu anak Anda. Jangan ragu untuk bekerjasama dengan pihak sekolah, rajinlah meminta laporan perkembangan perilaku, sikap, teman-temannya bergaul, bahkan gaya bicara anak kepada pihak sekolah, sehingga Anda dapat memantau setiap tindakan anak tanpa perlu mengawasinya terus-menerus.

Perkenalkan ia kepada sebuah hobi, rangsang anak untuk terus melakukan kegiatan positif yang paling disukainya. Meskipun hal tersebut merupakan hal yang paling tidak disukai Anda, selama tidak merugikan dirinya sebagai pribadi jangan Anda halangi.

Hobi akan menghindarkan anak kepada perilaku membuang waktu, dan senantiasa mengisi hari-harinya dengan aktifitas. Hal ini sekaligus menghindari anak untuk bermalas-malasan di rumah, karena itu, institusikan hobinya. Carikan lembaga yang memajukan hobi anak Anda, misalnya masukan ke sekolah sepakbola, kelompok baca, atau ikutkan anak kepada salah satu ekstrakulikuler di sekolahan. Karena sebagai lembaga, mereka akan dapat memantau perkembangan anak tanpa disadari anak Anda, jadi Anda tidak perlu melakukan wawancara intensif kepada anak Anda, sebuah tindakan yang sangat dibenci umumnya anak, terutama mereka yang memasuki fase remaja.

Jadi orang tua hendaklah bijak. Tidak ada anak yang ingin menjadi anak nakal. Sekali lagi, kenakalan anak terwujud karena lingkungan dan keluarganya. Dan kesemuanya itu bisa diubah tergantung bagaimana keluarga mendidiknya.

Sumber: kesekolah.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar