Rabu, 24 September 2014

Waspada Anak Jenuh Sekolah

Anak sebagaimana manusia biasa juga akan mengalami kebosanan. Cuma kadangkala mereka ada yang tidak bisa atau takut untuk mengungkapkan rasa bosannya. Jika bosan pada sesuatu biasanya mereka akan melakukan pembrontakan sebagai protes mereka. Jenuh sekolah pasti sering menghampiri kepada setiap anak, mereka sering sekali menangis karena malas untuk berangkat ke sekolah. Orangtua sering kewalahan dalam menghadapi sikap anak tersebut, terlebih orangtua sulit untuk membujuk anak agar mau ke sekolah. Sebaiknya orangtua harus mengetahui mengapa anak jenuh sekolah, bukan lantas memarahi sang anak karena malas untuk bersekolah.


Anak jenuh sekolah bukan disebabkan karena faktor lingkungan sekolah, melainkan kesiapan mental sang anak dalam menghadapi pelajaran-pelajaran sekolah. Di sekolah anak akan menghadapi beberapa hal yang terkadang membuat mentalnya drop, seperti proses belajar menemukan struktur dan arti kehidupan yang lebih luas dengan menemukan peraturan, regulasi. Ketika anak bersekolah dirinya masuk dalam wilayah masyarakat baru yang mana dirinya harus bisa menyesuaikan diri terhadap kebiasaan-kebiasaan sekolah. Berangkat tepat waktu, mengerjakan pekerjaan rumah, dan sebagainya.

Usia sekolah adalah masa egosentris mulai muncul. Anak merasa menjadi pusat perhatian, sehingga cenderung manja. Bila mempunyai benda-benda, ia secara tegas memisahkan miliknya dengan milik orang lain. Ia juga mulai memonopoli permainan. Ia belum memahami nilai benar dan salah, sehingga acap kali berbuat jahil.

Demi mengatasi hal ini sebagai orangtua haruslah tanggap, mewaspadai perubahan sikap dan sifat anak. Ajarkan anak tentang ilmu displin yang telah dibentuk dalam lingkungan keluarga. Ajarkan sedari dini, atau mungkin sebelum anak menginjak bangku sekolah untuk belajar disiplin.

Jika anak selalu displin atas tugasnya maka rasa tanggung jawab anak akan timbul sendirinya. Orangtua tak perlu membentak, cukup mengingatkan kepada anak tentang tugasnya. Atau orangtua memberikan suatu perjanjian kepada anak, misal jika anak tidak sekolah tanpa alasan maka anak tersebut tidak diijinkan melakukan hal yang biasa dia lakukan seperti bermain video game.

Anak jenuh belajar, merupakan fenomena umum. Tidak perlu cemas menghadapi masalah seperti ini. Ada masa mereka memiliki kehidupan sendiri tanpa campur tangan orangtua. Pada masa-masa kejenuhan seperti ini sedang melanda mereka, yang diperlukan adalah perhatian bijaksana dari orang tua.

Sumber: kesekolah.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar