Semua orang tentu menginginkan kesehatan dan usia yang panjang. Namun usia
yang panjang saja tidak bisa didapatkan dengan cara instan. Usia yang
panjang didapatkan dengan menerapkan pola makan dan gaya hidup yang
benar dan sehat. Memiliki usia yang panjang berarti Anda harus bisa
mencegah berbagai macam penyakit serius seperti diabetes, penyakit
jantung, dan lainnya.
Berikut kebiasaan baik yang bisa dilakukan agar kita panjang umur:
1. Tetaplah Bergembira
Orang yang selalu bergembira, kadar hormon kortisol penyebab stres, pada diri mereka menjadi rendah. Di samping itu juga terhindar dari penyakit tekanan darah tinggi dan stroke.
2. Makan Kacang-Kacangan
Orang yang rutin makan kacang-kacangan, seperti almond dan kacang mede, akan menurunkan risiko terkena penyakit jantung, diabetes, kanker, dan penyakit paru-paru.
3. Kurangi Duduk di Depan Komputer
Duduk lama di depan komputer, lebih dari 6 jam, akan membuat Anda mudah terkena penyakit, daripada yang hanya duduk di depan komputer selama tiga jam. Usahakan berdiri sejenak, kemudian lakukan peregangan otot.
4. Olahraga
Dengan berolahraga, tubuh akan memproduksi hormon endorphin lebih banyak. Hal ini membuat Anda jarang stres dan lebih segar.
5. Tidur yang cukup
Kurang tidur dan istirahat dapat memperpendek umur. Kebiasaan tidur yang kurang dari tujuh sampai delapan jam akan meningkatkan risiko penyakit jantung, kanker, diabetes, dan obesitas. Sebaiknya, perhatikan keseimbangan antara bekerja dan istirahat.
6. Hindari Rokok
Hindarilah merokok dan asap rokok, karena dua-duanya tidak menyehatkan.
Lakukan hal-hal di atas setiap hari dan jaga pola hidup serta pola makan yang sehat. Jangan lupa, jika mengalami situasi yang dapat menyebabkan stres, hendaklah ambil nafas panjang. Tenangkan diri Anda.
sumber: kesekolah.com
Senin, 09 Februari 2015
Awas, Jangan Lakukan Hal Ini Saat Berada di Depan Anak
Merasa kesal pada anak-anak adalah hal yang lumrah selama orang tua tidak
berlebihan. Namun ada kalanya orang tua kehilangan kontrol sehingga
mereka melakukan hal-hal yang tidak pantas. Meskipun tampak normal,
sikap semacam ini seharusnya dihindari.
Tidak peduli seberapa sibuk seorang ayah atau ibu, adalah tidak tepat untuk melakukan hal-hal yang akan menghasilkan sikap buruk pada anak-anak mereka. Terutama dalam tahap-tahap awal di mana anak-anak sedang dalam pengembangan karakter, yang kelak akan menjadi bagian tidak terpisahkan dengan kepribadian mereka. Seorang anak akan lebih mudah untuk meniru apapun yang dilihatnya. Itulah sebabnya Anda sebagai orangtua berkewajiban untuk menghindari contoh buruk di depan anak. Yang mana beberapa contoh buruk yang biasa terjadi adalah sebagai berikut:
Berbicara kotor di depan anak
Berbicara kotor merupakan suatu hal yang kerap sekali terjadi tidak hanya di lingkungan rumah, namun di lingkungan sekolah pun juga sering kali terjadi ketika anak sedang bermain dengan teman sebayanya. Itulah sebabnya, guna meminimalisir hal tersebut, maka Anda harus pintar untuk tidak berbicara kotor di depan anak. Sehingga anak akan meniru Anda untuk tidak berbicara kotor.
Mengkritik anak secara langsung
Hal ini merupakan salah satu contoh buruk di depan anak. Karena anak itu sangat sensitif terhadap perkataan apapun. Sehingga, jika ia mendengar suatu kritikan yang mampu membuatnya kecewa dan tersakiti, biasanya mereka akan menjadi lebih menyendiri. Itulah sebabnya hindari untuk mengutarakan kekecewaan atau kemarahan terhadap anak dengan mengkritik secara langsung tanpa mempertimbangkan respon mereka.
Berbicara topik panas di depan anak
Hindari berbicara dengan topik panas ketika sedang di depan anak. Topik ini bisa berupa hal hal yang belum wajar untuk dicerna oleh anak, diantaranya adalah masalah finansial intern keluarga atau krisis keluarga. Karena jika anak sampai mendengarnya, anak-anak dapat secara magnetis tertarik dengan perdebatan dan emosional Anda, sehingga psikologis anak bisa saja menjadi terganggu. Itulah sebabnya jika ada satu hal buruk yang menimpa keluarga, sebaiknya sembunyikan dari anak Anda.
Suka mengeluh
Orang dewasa sering kali suka mengeluh atas beberapa hal yang terjadi dalam hidupnya di depan seorang anak, entah itu dikarenakan ada masalah seperti pekerjaan dan pasangan. Padahal, hal tersebut sebenarnya justru merupakan suatu contoh yang buruk bagi anak. Karena, ketika anak mendengarnya, hal tersebut dapat diimitasi saat bersosial di sekolah bahkan kelak kemudian hari dalam pekerjaannya.
Nah, itulah beberapa contoh buruk di depan anak yang patut dihindari. Semoga bermanfaat.
sumber: kesekolah.com
Tidak peduli seberapa sibuk seorang ayah atau ibu, adalah tidak tepat untuk melakukan hal-hal yang akan menghasilkan sikap buruk pada anak-anak mereka. Terutama dalam tahap-tahap awal di mana anak-anak sedang dalam pengembangan karakter, yang kelak akan menjadi bagian tidak terpisahkan dengan kepribadian mereka. Seorang anak akan lebih mudah untuk meniru apapun yang dilihatnya. Itulah sebabnya Anda sebagai orangtua berkewajiban untuk menghindari contoh buruk di depan anak. Yang mana beberapa contoh buruk yang biasa terjadi adalah sebagai berikut:
Berbicara kotor di depan anak
Berbicara kotor merupakan suatu hal yang kerap sekali terjadi tidak hanya di lingkungan rumah, namun di lingkungan sekolah pun juga sering kali terjadi ketika anak sedang bermain dengan teman sebayanya. Itulah sebabnya, guna meminimalisir hal tersebut, maka Anda harus pintar untuk tidak berbicara kotor di depan anak. Sehingga anak akan meniru Anda untuk tidak berbicara kotor.
Mengkritik anak secara langsung
Hal ini merupakan salah satu contoh buruk di depan anak. Karena anak itu sangat sensitif terhadap perkataan apapun. Sehingga, jika ia mendengar suatu kritikan yang mampu membuatnya kecewa dan tersakiti, biasanya mereka akan menjadi lebih menyendiri. Itulah sebabnya hindari untuk mengutarakan kekecewaan atau kemarahan terhadap anak dengan mengkritik secara langsung tanpa mempertimbangkan respon mereka.
Berbicara topik panas di depan anak
Hindari berbicara dengan topik panas ketika sedang di depan anak. Topik ini bisa berupa hal hal yang belum wajar untuk dicerna oleh anak, diantaranya adalah masalah finansial intern keluarga atau krisis keluarga. Karena jika anak sampai mendengarnya, anak-anak dapat secara magnetis tertarik dengan perdebatan dan emosional Anda, sehingga psikologis anak bisa saja menjadi terganggu. Itulah sebabnya jika ada satu hal buruk yang menimpa keluarga, sebaiknya sembunyikan dari anak Anda.
Suka mengeluh
Orang dewasa sering kali suka mengeluh atas beberapa hal yang terjadi dalam hidupnya di depan seorang anak, entah itu dikarenakan ada masalah seperti pekerjaan dan pasangan. Padahal, hal tersebut sebenarnya justru merupakan suatu contoh yang buruk bagi anak. Karena, ketika anak mendengarnya, hal tersebut dapat diimitasi saat bersosial di sekolah bahkan kelak kemudian hari dalam pekerjaannya.
Nah, itulah beberapa contoh buruk di depan anak yang patut dihindari. Semoga bermanfaat.
sumber: kesekolah.com
Pentingnya Makan Bersama Keluarga di Rumah
Tradisi makan bersama anggota keluarga saat ini sudah makin jarang dilakukan
karena terbatasnya waktu berkumpul. Kesibukan masing-masing anggota
keluarga lah yang umumnya menjadi alasan. Namun, sesulit apapun,
sebaiknya Anda mengusahakan untuk berkumpul di meja makan minimal sekali
sehari. Karena, kegiatan ini memiliki banyak manfaat, antara lain:
Mencegah kebiasaan buruk
Remaja menghadapi banyak tantangan di luar sana. Kebiasaan buruk seperti merokok, minuman keras, hingga obat-obatan terlarang selalu mengintai mereka untuk menjadi sasarannya. Remaja yang secara rutin berkumpul bersama keluarganya 5 kali dalam seminggu memiliki resiko lebih rendah untuk melakukan kebiasaan buruk tersebut.
Prestasi akademis
Makan bersama tidak menjamin sang anak mendapat nilai A, tetapi kegiatan ini membuat kemungkinan anak untuk berprestasi di sekolah lebih besar. Menurut penelitian, anak yang makan bersama keluarganya 7 kali dalam seminggu rata-rata memiliki prestasi lebih baik di sekolah.
Pola makan sehat
Makan makanan rumahan lebih sehat dari membeli makan di luar. Selain itu, dengan makan bersama, Anda dapat mengajarkan tentang pola makan sehat pada anak Anda. Seorang anak yang terbiasa makan di rumah memiliki kemungkinan lebih besar untuk memiliki pola makan sehat nantinya.
Mempererat hubungan keluarga
Kebersamaan dengan keluarga sangat penting. Kebersamaan memberikan rasa aman dan menyatu bagi anak-anak. Makan bersama juga kan melatih anak dalam berkomunikasi dan beretika di depan orang lain.
Meskipun kesibukan Anda penting, keluarga adalah harta Anda yang paling berharga, sempatkanlah waktu Anda untuk bersama dengan kesayangan Anda setiap hari.
sumber: kesekolah.com
Mencegah kebiasaan buruk
Remaja menghadapi banyak tantangan di luar sana. Kebiasaan buruk seperti merokok, minuman keras, hingga obat-obatan terlarang selalu mengintai mereka untuk menjadi sasarannya. Remaja yang secara rutin berkumpul bersama keluarganya 5 kali dalam seminggu memiliki resiko lebih rendah untuk melakukan kebiasaan buruk tersebut.
Prestasi akademis
Makan bersama tidak menjamin sang anak mendapat nilai A, tetapi kegiatan ini membuat kemungkinan anak untuk berprestasi di sekolah lebih besar. Menurut penelitian, anak yang makan bersama keluarganya 7 kali dalam seminggu rata-rata memiliki prestasi lebih baik di sekolah.
Pola makan sehat
Makan makanan rumahan lebih sehat dari membeli makan di luar. Selain itu, dengan makan bersama, Anda dapat mengajarkan tentang pola makan sehat pada anak Anda. Seorang anak yang terbiasa makan di rumah memiliki kemungkinan lebih besar untuk memiliki pola makan sehat nantinya.
Mempererat hubungan keluarga
Kebersamaan dengan keluarga sangat penting. Kebersamaan memberikan rasa aman dan menyatu bagi anak-anak. Makan bersama juga kan melatih anak dalam berkomunikasi dan beretika di depan orang lain.
Meskipun kesibukan Anda penting, keluarga adalah harta Anda yang paling berharga, sempatkanlah waktu Anda untuk bersama dengan kesayangan Anda setiap hari.
sumber: kesekolah.com
Kamis, 05 Februari 2015
Waspada, Pekerjaan Berat Bisa Tingkatkan Risiko Stroke
Banyak orang yang menyukai atau bahkan mencintai pekerjaan mereka, namun lebih
banyak lagi orang yang merasa stres menghadapi rutinitas kerjanya.
Meski mungkin mereka hanya duduk menghadap komputer, namun itu bisa jadi
lahan stres yang subur. Tuntutan kerja yang selalu terfokus pada target
pencapaian, deadline dan proyek-proyek yang menguras tenaga justru
mampu membuat seseorang merasa tertekan.
Studi terbaru di the School of Health Sciences di Jonkoping University, Swedia,mengemukakan; orang-orang yang menjalani pekerjaan berat ternyata memiliki potensi besar mengalami serangan stroke tertentu. Pekerjaan yang membuat seseorang tertekan memang dihubungkan dengan risiko serangan jantung, namun tidak spesifik bisa menyebabkan stroke.
Setelah diteliti dan dianalisis lagi, ternyata pekerjaan yang mudah membuat Anda stres meningkatkan risiko stroke yang disebut ischemic stroke. Stroke iskemik ini terjadi ketika otak tidak cukup mendapat asupan oksigen. Dalam penelitian tersebut, dikatakan bahwa mereka yang memiliki pekerjaan berat memiliki 24% kemungkinan lebih tinggi mengalami stroke iskemik. Selain itu, mereka juga diindikasikan mengembangkan risiko stroke hemoragik, di mana pembuluh darah pecah dan mengalami kebocoran ke dalam otak.
Stres memang menjadi salah satu faktor potensial yang bisa menentukan risiko stroke. Apalagi ketika otak dipaksa bekerja terus-menerus dan berpikir keras hampir setiap hari. Sangat mungkin hormon stres meningkat dan hormon kebahagiaan berkurang yang kemudian berakibat pada tegangnya otot syaraf di kepala.
Jadi, memang tidak ada pekerjaan yang mudah, dan selalu dibutuhkan usaha besar untuk bisa menghadapi setiap masalah dan tantangan kerja. Tinggal bagaimana cara Anda mengatasi stres yang melanda dan mencari cara agar pekerjaan tidak lebih berat setiap harinya.
sumber: kesekolah.com
Studi terbaru di the School of Health Sciences di Jonkoping University, Swedia,mengemukakan; orang-orang yang menjalani pekerjaan berat ternyata memiliki potensi besar mengalami serangan stroke tertentu. Pekerjaan yang membuat seseorang tertekan memang dihubungkan dengan risiko serangan jantung, namun tidak spesifik bisa menyebabkan stroke.
Setelah diteliti dan dianalisis lagi, ternyata pekerjaan yang mudah membuat Anda stres meningkatkan risiko stroke yang disebut ischemic stroke. Stroke iskemik ini terjadi ketika otak tidak cukup mendapat asupan oksigen. Dalam penelitian tersebut, dikatakan bahwa mereka yang memiliki pekerjaan berat memiliki 24% kemungkinan lebih tinggi mengalami stroke iskemik. Selain itu, mereka juga diindikasikan mengembangkan risiko stroke hemoragik, di mana pembuluh darah pecah dan mengalami kebocoran ke dalam otak.
Stres memang menjadi salah satu faktor potensial yang bisa menentukan risiko stroke. Apalagi ketika otak dipaksa bekerja terus-menerus dan berpikir keras hampir setiap hari. Sangat mungkin hormon stres meningkat dan hormon kebahagiaan berkurang yang kemudian berakibat pada tegangnya otot syaraf di kepala.
Jadi, memang tidak ada pekerjaan yang mudah, dan selalu dibutuhkan usaha besar untuk bisa menghadapi setiap masalah dan tantangan kerja. Tinggal bagaimana cara Anda mengatasi stres yang melanda dan mencari cara agar pekerjaan tidak lebih berat setiap harinya.
sumber: kesekolah.com
Manfaat Dibalik Ikut Lomba bagi Anak
Mengikutsertakan anak dalam lomba seperti yang sering diadakan di kota-kota seperti
fashion show, model, menyanyi, mewarnai, menggambar dan lainnya memang
menyenangkan. Apalagi jika melihat mereka sebagai juara lomba anak tentu
amat membanggakan orang tua.
Menurut Psikolog dan Pengamat Anak, Dr. Seto Mulyadi Psi, Msi, orangtua sebaiknya terus memberi semangat dengan mengatakan bahwa anak sudah berusaha maksimal walaupun mereka kalah dalam perlombaan. Hal tersebut agar anak menjadi tidak mudah putus asa dan tetap bersemangat untuk terus mencoba serta berusaha. Tidak hanya memberikan keceriaan, lomba-lomba tersebut juga membawa banyak manfaat bagi anak-anak. Berikut diantaranya:
Meningkatkan Kemampuan Bersosialisasi
Berlomba memberi anak kesempatan berinteraksi dengan banyak orang. Dengan orang yang sudah dikenalnya maupun orang yang baru pertama kali anak temui. Hal ini dapat melatih anak untuk lebih percaya diri tampil di depan umum serta menempatkan diri dalam situasi baru.
Melatih Mental Anak
Lomba akan memberi anak pengalaman bagaimana merasakan sendiri keberhasilan maupun kegagalan. Orangtua dapat melatih anak berjiwa besar saat menerima kekalahan atau sebaliknya mengajari sikap rendah hati ketika menjadi pemenang.
Belajar Mandiri dan Berpikir Kreatif
Masing-masing perlombaan memiliki aturannya sendiri. Dalam aturan tersebut anak dibebaskan untuk menyelesaikan perlombaan dengan caranya sendiri tanpa campur tangan orangtua. Hal ini akan melatih kemandirian, kreativitas, serta kemampuan anak dalam memecahkan masalah.
Mengenali Kelebihan dan Kekurangan Diri
Saat berkompetisi anak akan mengenali apa saja kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya. Anak dapat belajar mengenali kelebihannya dan mengasahnya untuk terus menjadi semakin lebih baik. Sebaliknya, dia juga dapat mencari cara untuk mengatasi kekurangannya.
Meningkatkan Ikatan antara Orangtua dan Anak
Selain menghabiskan waktu bersama, mengikuti perlombaan juga dapat membuat orangtua lebih mengenal kepribadian anak.
Pastinya dukungan orangtua penting bagi anak. Baik menang atau kalah, orangtua harus tetap dapat memberikan penghargaan atas pencapaian mereka.
sumber: kesekolah.com
Menurut Psikolog dan Pengamat Anak, Dr. Seto Mulyadi Psi, Msi, orangtua sebaiknya terus memberi semangat dengan mengatakan bahwa anak sudah berusaha maksimal walaupun mereka kalah dalam perlombaan. Hal tersebut agar anak menjadi tidak mudah putus asa dan tetap bersemangat untuk terus mencoba serta berusaha. Tidak hanya memberikan keceriaan, lomba-lomba tersebut juga membawa banyak manfaat bagi anak-anak. Berikut diantaranya:
Meningkatkan Kemampuan Bersosialisasi
Berlomba memberi anak kesempatan berinteraksi dengan banyak orang. Dengan orang yang sudah dikenalnya maupun orang yang baru pertama kali anak temui. Hal ini dapat melatih anak untuk lebih percaya diri tampil di depan umum serta menempatkan diri dalam situasi baru.
Melatih Mental Anak
Lomba akan memberi anak pengalaman bagaimana merasakan sendiri keberhasilan maupun kegagalan. Orangtua dapat melatih anak berjiwa besar saat menerima kekalahan atau sebaliknya mengajari sikap rendah hati ketika menjadi pemenang.
Belajar Mandiri dan Berpikir Kreatif
Masing-masing perlombaan memiliki aturannya sendiri. Dalam aturan tersebut anak dibebaskan untuk menyelesaikan perlombaan dengan caranya sendiri tanpa campur tangan orangtua. Hal ini akan melatih kemandirian, kreativitas, serta kemampuan anak dalam memecahkan masalah.
Mengenali Kelebihan dan Kekurangan Diri
Saat berkompetisi anak akan mengenali apa saja kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya. Anak dapat belajar mengenali kelebihannya dan mengasahnya untuk terus menjadi semakin lebih baik. Sebaliknya, dia juga dapat mencari cara untuk mengatasi kekurangannya.
Meningkatkan Ikatan antara Orangtua dan Anak
Selain menghabiskan waktu bersama, mengikuti perlombaan juga dapat membuat orangtua lebih mengenal kepribadian anak.
Pastinya dukungan orangtua penting bagi anak. Baik menang atau kalah, orangtua harus tetap dapat memberikan penghargaan atas pencapaian mereka.
sumber: kesekolah.com
Hal yang di Inginkan Anak dari Orang Tua
Siapa sih, yang tidak ingin memiliki anak yang percaya diri, merasa dicintai,
dan diperlakukan dengan baik? Bukan hanya Anda yang punya kebutuhan dan
menuntut kewajiban dari mereka. Ternyata, anak pun punya harapan kepada
orang tua. Mereka menginginkan orang tua yang punya waktu luang
untuknya, yang mau berbagi, dan sebagainya. Terlalu sibuk, itu alasan
klise kenapa banyak orang tua yang akhirnya menyerahkan urusan si kecil
pada baby sitter atau pembantu. Padahal, anak menginginkan orang tua
yang mau memerhatikan mereka. Apa lagi keinginan anak yang perlu
diketahui orang tua?
1. Waktu luang
Boleh-boleh saja Anda sibuk berkarier di luar rumah, karena tujuan bekerja pasti untuk anak juga. Namun, anak pun menginginkan Anda memiliki waktu luang baginya. Jadi, Anda harus pintar me-manage waktu. Yang pasti, Anda harus menetapkan hari libur yang tidak boleh lagi diusik dengan pekerjaan. Pergunakanlah waktu libur bersama anak.
2. Tidak bertengkar
Orang tua kadangkala tidak menyadari, saat emosi mereka memuncak, masalah anak dikesampingkan. Cekcok di depan anak tidak lagi jadi masalah, tidak peduli apakah anak merasa tertekan atau tidak, yang penting amarah itu bisa terlampiaskan.
3. Tidak pilih kasih
Jangan sekali-sekali membedakan kasih sayang antara anak yang satu dengan anak yang lain. Jelas ini akan membuat anak yang dinomorduakan cemburu. Jangan pernah membuat batasan, yang bungsu harus lebih disayang daripada yang besar.
4. Kasih sayang
Kebutuhan anak tidak hanya kebutuhan fisik. Hal ini seringkali tidak disadari para orang tua yang sibuk berkarier. Mereka berpikir, melimpahi anak dengan harta benda sudah cukup. Padahal tidak, kasih sayang dan perhatian Andalah yang paling penting untuk anak. Bentuk perhatian tidak melulu harus hadiah, tetapi dengan menemaninya belajar ataupun bermain, sudah cukup membuat anak senang.
5. Menepati janji
Janji adalah utang yang harus ditepati. Hal ini seringkali terlupakan para orang tua. Mereka menganggapnya sepele dan merasa tidak perlu harus selalu menepati janjinya pada si kecil. Bisa jadi, orang tua memang lupa, tapi sebaiknya hindari ingkar janji.
6. Jadi teman
Hubungan antara orang tua dan anak seringkali tidak harmonis, karena orang tua membuat batasan, tidak mau mengakrabkan diri pada anak dengan alasan agar anak segan. Padahal, sebagai anak, mereka juga menginginkan orang tua tidak saja menjadi tempat untuk meminta ataupun berlindung, melainkan juga bisa diajak berbagi alias curhat.
Inilah yang terkadang tidak disadari para orang tua. Sulit membaur dalam kehidupan anak dan tidak mau tahu masalah yang dihadapi anak. Mulai sekarang, cobalah menata kembali hubungan Anda dengan anak .
sumber: kesekolah.com
1. Waktu luang
Boleh-boleh saja Anda sibuk berkarier di luar rumah, karena tujuan bekerja pasti untuk anak juga. Namun, anak pun menginginkan Anda memiliki waktu luang baginya. Jadi, Anda harus pintar me-manage waktu. Yang pasti, Anda harus menetapkan hari libur yang tidak boleh lagi diusik dengan pekerjaan. Pergunakanlah waktu libur bersama anak.
2. Tidak bertengkar
Orang tua kadangkala tidak menyadari, saat emosi mereka memuncak, masalah anak dikesampingkan. Cekcok di depan anak tidak lagi jadi masalah, tidak peduli apakah anak merasa tertekan atau tidak, yang penting amarah itu bisa terlampiaskan.
3. Tidak pilih kasih
Jangan sekali-sekali membedakan kasih sayang antara anak yang satu dengan anak yang lain. Jelas ini akan membuat anak yang dinomorduakan cemburu. Jangan pernah membuat batasan, yang bungsu harus lebih disayang daripada yang besar.
4. Kasih sayang
Kebutuhan anak tidak hanya kebutuhan fisik. Hal ini seringkali tidak disadari para orang tua yang sibuk berkarier. Mereka berpikir, melimpahi anak dengan harta benda sudah cukup. Padahal tidak, kasih sayang dan perhatian Andalah yang paling penting untuk anak. Bentuk perhatian tidak melulu harus hadiah, tetapi dengan menemaninya belajar ataupun bermain, sudah cukup membuat anak senang.
5. Menepati janji
Janji adalah utang yang harus ditepati. Hal ini seringkali terlupakan para orang tua. Mereka menganggapnya sepele dan merasa tidak perlu harus selalu menepati janjinya pada si kecil. Bisa jadi, orang tua memang lupa, tapi sebaiknya hindari ingkar janji.
6. Jadi teman
Hubungan antara orang tua dan anak seringkali tidak harmonis, karena orang tua membuat batasan, tidak mau mengakrabkan diri pada anak dengan alasan agar anak segan. Padahal, sebagai anak, mereka juga menginginkan orang tua tidak saja menjadi tempat untuk meminta ataupun berlindung, melainkan juga bisa diajak berbagi alias curhat.
Inilah yang terkadang tidak disadari para orang tua. Sulit membaur dalam kehidupan anak dan tidak mau tahu masalah yang dihadapi anak. Mulai sekarang, cobalah menata kembali hubungan Anda dengan anak .
sumber: kesekolah.com
Selasa, 03 Februari 2015
Lindungi Anak dari Pengaruh Buruk Teman
Sangatlah penting bagi orang tua untuk mengetahui bahwa berteman itu merupakan
sesuatu yang sangat penting bagi anak, bahkan anak yang tidak mempunyai
teman bisa dikatakan kurang normal dari segi sosial dan pastinya dia
memiliki problem tersendiri yang menyebabkannya tidak bisa berbaur
dengan orang lain, karena anak kecil yang normal dia akan senang
berkumpul dengan teman-temannya dan bermain bersamanya. Semakin
bertambahnya umur anak, maka bertambah pula kebutuhannya untuk berteman.
Teman adalah salah satu faktor yang dapat memberi pengaruh yang baik dan yang buruk pada anak. Berteman dengan anak yang nakal dapat membuat anak meniru perilaku nakalnya. Anak yang berperilaku nakal tersebut bisa saja teman sekolah, teman sepermainan atau bahkan anak tetangga yang kita kenal dengan baik. Sebagai orangtua, tentu akan merasa khawatir jika anak memiliki teman-teman yang memberikan pengaruh buruk terhadap prilakunya sehari-hari. Lalu bagaimana jika pengaruh buruk tersebut didapatkan anak karena bergaul dengan anak tetangga yang orangtuanya kita kenal dekat?
Mulai menciptakan ruang
Jika kita ingin melepaskan anak dari pengaruh buruk anak tetangga, batasi intensitas bertemu atau bermain mereka secara perlahan-lahan. Hal ini memang tidak mudah dikarenakan rumah dekat dengan rumah tetangga. Namun cobalah atur jam main anak kita secara seksama. Jangan biarkan anak bermain pada jam main si anak tetangga. Namun biarkan anak sesekali bermain dengan anak tetangga tersebut tetapi dalam pengawasan kita. Sehingga, jika ada perilaku anak tetangga yang kurang berkenan kita dapat langsung menegurnya.
Ajak anak berkomunikasi
Pada titik tertentu, anak mungkin bertanya mengapa ia dilarang atau dibatasi untuk bermain bersama anak tetangga. Jika sudah begitu, cobalah menjelaskan tentang perilaku anak tetangga yang tidak baik dan tidak patut ditiru. Katakan pada anak, bahwa ia bebas berteman dengan siapapun asal memberi pengaruh yang baik. kita bisa berkomunikasi dengan anak tentang prilaku yang buruk sambil mendongeng. Karena dongeng adalah cara yang paling efektif untuk berkomunikasi dan menanamkan pesan moral pada anak tanpa terkesan menggurui.
Tumbuhkan pemahaman positif pada anak
Karakter anak terbentuk dari hasil pemahaman tiga hubungan yang pasti dialami setiap manusia yang biasa disebut triangle relationship. Triangle relationship adalah hubungan dengan diri sendiri (intrapersonal), hubungan dengan lingkungan (dengan manusia lain dan alam sekitar), dan hubungan dengan Tuhan (spiritual). Hubungan dengan Tuhan sangat penting ditanamkan pada anak sejak dini.
Jika pemahaman positif sudah tertanam kuat pada diri anak, anak tidak akan mudah goyah pendiriannya dan tidak mudah terpengaruh dengan hal-hal buruk. Sebaliknya, justru anak kita yang senantiasa memberikan pengaruh positif kepada teman-temannya.
sumber: kesekolah.com
Teman adalah salah satu faktor yang dapat memberi pengaruh yang baik dan yang buruk pada anak. Berteman dengan anak yang nakal dapat membuat anak meniru perilaku nakalnya. Anak yang berperilaku nakal tersebut bisa saja teman sekolah, teman sepermainan atau bahkan anak tetangga yang kita kenal dengan baik. Sebagai orangtua, tentu akan merasa khawatir jika anak memiliki teman-teman yang memberikan pengaruh buruk terhadap prilakunya sehari-hari. Lalu bagaimana jika pengaruh buruk tersebut didapatkan anak karena bergaul dengan anak tetangga yang orangtuanya kita kenal dekat?
Mulai menciptakan ruang
Jika kita ingin melepaskan anak dari pengaruh buruk anak tetangga, batasi intensitas bertemu atau bermain mereka secara perlahan-lahan. Hal ini memang tidak mudah dikarenakan rumah dekat dengan rumah tetangga. Namun cobalah atur jam main anak kita secara seksama. Jangan biarkan anak bermain pada jam main si anak tetangga. Namun biarkan anak sesekali bermain dengan anak tetangga tersebut tetapi dalam pengawasan kita. Sehingga, jika ada perilaku anak tetangga yang kurang berkenan kita dapat langsung menegurnya.
Ajak anak berkomunikasi
Pada titik tertentu, anak mungkin bertanya mengapa ia dilarang atau dibatasi untuk bermain bersama anak tetangga. Jika sudah begitu, cobalah menjelaskan tentang perilaku anak tetangga yang tidak baik dan tidak patut ditiru. Katakan pada anak, bahwa ia bebas berteman dengan siapapun asal memberi pengaruh yang baik. kita bisa berkomunikasi dengan anak tentang prilaku yang buruk sambil mendongeng. Karena dongeng adalah cara yang paling efektif untuk berkomunikasi dan menanamkan pesan moral pada anak tanpa terkesan menggurui.
Tumbuhkan pemahaman positif pada anak
Karakter anak terbentuk dari hasil pemahaman tiga hubungan yang pasti dialami setiap manusia yang biasa disebut triangle relationship. Triangle relationship adalah hubungan dengan diri sendiri (intrapersonal), hubungan dengan lingkungan (dengan manusia lain dan alam sekitar), dan hubungan dengan Tuhan (spiritual). Hubungan dengan Tuhan sangat penting ditanamkan pada anak sejak dini.
Jika pemahaman positif sudah tertanam kuat pada diri anak, anak tidak akan mudah goyah pendiriannya dan tidak mudah terpengaruh dengan hal-hal buruk. Sebaliknya, justru anak kita yang senantiasa memberikan pengaruh positif kepada teman-temannya.
sumber: kesekolah.com
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Vitamin D atau calciferol adalah salah satu vitamin penting bagi kesehatan tubuh. Kekurangan vitamin D dapat meningkatkan resiko osteoporo...
-
Tidak dapat dipungkiri, bahwa keluarga merupakan lembaga pendidikan yang pertama dan utama bagi seorang anak. Peranan keluarga memiliki pot...
-
Berlibur atau liburan untuk anak-anak tidak selamanya hanya sekedar untuk bersenang-senang dengan menghabiskan waktu dan sejumlah uang s...






