Semua orang memiliki kapasitas waktu yang sama yakni 24 jam setiap harinya.
Perbedaan antara orang sukses dan orang yang belum sukses dapat dilihat
dari caranya mengatur waktu. Bahkan beberapa orang menganggap waktu
adalah uang. 1 hari terdiri dari 24 jam. Atau setara dengan 1440 menit.
Atau jika dikonversi dalam bentuk detik menjadi 86.400 detik. Sudahkah
Anda memanfaatkan setiap detik yang Anda punya? Waktu tidak hanya setara
dengan uang, namun lebih dari itu. Waktu merupakan aset tidak kasat
mata yang paling sulit untuk dikendalikan penggunaannya. Untuk itulah
diperlukan beberapa panduan yang bisa membuat Anda memanfaatkan waktu
dengan lebih efisien lagi.
Berikut beberapa cara mengatur waktu dengan efektif:
1. Bekerja di waktu-waktu produktif
Waktu-waktu di saat badanmu masih segar, pikiran masih jernih adalah saat yang tepat untuk mengerjakan suatu pekerjaan. Pastikan Anda melakukan pekerjaan yang sulit atau memerlukan pemikiran lebih di waktu produktifmu. Jangan mengerjakan sesuatu yang sulit di saat tubuh lelah dan pikiran yang penat karena akan sulit berkonsentrasi dan pekerjaan pun tidak akan maksimal.
2. Rencanakan kegiatanmu
Anda harus memiliki rencana jangka pendek dan panjang apa yang akan dilakukan. Buatlah catatan to-do-list (daftar pekerjaan yang harus dikerjakan) sebagai panduan dalam kegiatan sehari-hari. Pastikan rencanamu realistis. Ketahuilah kemampuanmu sendiri dan jangan membuat rencana yang muluk-muluk yang di masa depan akan membuatmu kewalahan.
3. Atasi kebiasaan menunda
Kebiasaan ini adalah kebiasaan yang paling banyak menghalangi seseorang untuk bisa memanfaatkan waktunya dengan baik. Ingat, jika Anda mengerjakan banyak pekerjaan dalam waktu yang singkat, hasilnya cenderung tidak maksimal. Orang yang menunda pekerjaan umumnya takut stres saat mengerjakan pekerjaan yang tidak menyenangkan baginya. Padahal, saat sudah mendekati deadline, Anda justru akan jauh lebih stres.
4. Hindari sifat perfeksionis
Sifat perfeksionis tidak akan membuat pekerjaan lebih baik secara keseluruhan. Anda hanya berkonsentrasi pada satu hal saja, tanpa memikirkan hal lain yang mungkin tidak kalah pentingnya. Akan lebih baik jika Anda juga mengerjakan yang lain juga. Apabila masih ada waktu, Anda bisa memperbaiki kekurangan tersebut.
5. Istirahat cukup
Siapa bilang apabila kita tidur, kita sama saja membuang waktu? Beristirahat 6 sampai 8 jam sehari, memiliki efek yang sangat baik untuk mempertahankan produktivitas. Bayangkan apabila Anda kurang beristirahat lalu jatuh sakit. Hal itu justru akan menghabiskan banyak waktu untuk memulihkan kondisimu. Selain itu, terlalu sering sakit sangat tidak baik untuk tubuhmu dalam jangka panjang.
Semoga berhasil!
sumber: kesekolah.com
Selasa, 20 Januari 2015
Anak Rewel dan Tidak Mau Bersekolah? Atasi dengan Ini
Perilaku anak dapat membuat orang tua menjadi khawatir, terutama jika mereka
tidak mau bersekolah. Penyebabnya bisa berbagai macam, bisa dari dalam
diri mereka sendiri maupun dari luar. Biasanya hal ini sudah dimulai
dari pagi ketika anak bangun, kemudian sulit disuruh sarapan dan mandi.
Hal ini bisa menjadi tantangan bagi Anda sebagai orang tua. Jika hal ini
berlangsung setiap hari pasti akan membuat Anda jengkel bukan?
Menyiapkan buah hati Anda masuk sekolah biasanya susah-susah gampang.
Ulah balita hingga anak usia awal SD menghadapi hari pertama sekolah
merupakan hal yang wajar. Memaksa anak untuk tetap bersekolah tidak
selalu membuatnya menurut. Seringkali hal ini membuat orang tua menjadi
kebingungan.
Berikut hal yang harus diketahui orang tua untuk mengatasi perilaku anak:
1. Biarkan Tidur Lebih Awal
Cobalah agar anak Anda tidur lebih awal dari jam tidur normal biasanya. Matikan televisi lebih awal dan minta mereka untuk membaca buku sehingga lebih bersantai. Menanamkan kebiasaan yang baik sedari kecil akan mempermudah Anda dimasa depan.
2. Pastikan Anak Tidur Yang Cukup
Kebanyakan anak yang suka ngambek atau rewel seringkali tidak mendapatkan tidur yang cukup. Menurut National Sleep Foundation, anak-anak bayi dan balita biasanya membutuhkan jam tidur selama 12 jam. Anak-anak berusia 5 hingga 12 tahun membutuhkan jam tidur 10 hingga 11 jam. Jadi, jika perlu Anda dapat mengubah rutinitas tidur si kecil dengan tepat.
3. Dengarkan Keluh Kesah Anak
Dekati anak dan dengarkan keluh kesahnya. Dengan begitu anak merasa tidak dipojokkan. Anda dapat bertanya dengan lembut dengan anak, apa alasan dirinya tidak mau masuk kesekolah. Jika Anda sudah tahu alasannya. Dengan begitu bisa dicari solusinya bersama-sama. Hal ini dapat Anda lakukan dengan cara yang santai, saat ia sedang bermain atau menonton televisi.
4. Libatkan Guru di Sekolah
Jika semua cara yang dilakukan untuk membujuk anak agar mau bersekolah tidak berhasil, maka Anda dapat menghubungi wali kelas anak disekolah. Anda dapat membicarakan masalah ini dengan guru tersebut. Jika alasan anak tidak mau bersekolah adalah karena teman-temannya atau ia sulit menerima pelajaran, maka akan dengan mudah dicari solusinya.
5. Berikan Motivasi
Memberikan motivasi bagi anak untuk bersekolah dapat membuat tekadnya semakin kuat dan lebih percaya diri. Perhatian orang tua kepada anak pun harus lebih ditingkatkan. Anda pun dapat mendorong anak untuk dapat beristirahat dengan lebih baik dan jangan lupa untuk menjaga asupan gizinya. Janganlah mudah untuk memarahi anak, lakukan pendekatan dengan lembut sehingga perilaku anak akan dengan mudah terkontrol.
Jadi, agar anak tidak terlalu rewel saat mendapati lingkungan sekolahnya, maka disarankan ada baiknya untuk memilih sekolah yang dekat dari rumah.
sumber: kesekolah.com
Berikut hal yang harus diketahui orang tua untuk mengatasi perilaku anak:
1. Biarkan Tidur Lebih Awal
Cobalah agar anak Anda tidur lebih awal dari jam tidur normal biasanya. Matikan televisi lebih awal dan minta mereka untuk membaca buku sehingga lebih bersantai. Menanamkan kebiasaan yang baik sedari kecil akan mempermudah Anda dimasa depan.
2. Pastikan Anak Tidur Yang Cukup
Kebanyakan anak yang suka ngambek atau rewel seringkali tidak mendapatkan tidur yang cukup. Menurut National Sleep Foundation, anak-anak bayi dan balita biasanya membutuhkan jam tidur selama 12 jam. Anak-anak berusia 5 hingga 12 tahun membutuhkan jam tidur 10 hingga 11 jam. Jadi, jika perlu Anda dapat mengubah rutinitas tidur si kecil dengan tepat.
3. Dengarkan Keluh Kesah Anak
Dekati anak dan dengarkan keluh kesahnya. Dengan begitu anak merasa tidak dipojokkan. Anda dapat bertanya dengan lembut dengan anak, apa alasan dirinya tidak mau masuk kesekolah. Jika Anda sudah tahu alasannya. Dengan begitu bisa dicari solusinya bersama-sama. Hal ini dapat Anda lakukan dengan cara yang santai, saat ia sedang bermain atau menonton televisi.
4. Libatkan Guru di Sekolah
Jika semua cara yang dilakukan untuk membujuk anak agar mau bersekolah tidak berhasil, maka Anda dapat menghubungi wali kelas anak disekolah. Anda dapat membicarakan masalah ini dengan guru tersebut. Jika alasan anak tidak mau bersekolah adalah karena teman-temannya atau ia sulit menerima pelajaran, maka akan dengan mudah dicari solusinya.
5. Berikan Motivasi
Memberikan motivasi bagi anak untuk bersekolah dapat membuat tekadnya semakin kuat dan lebih percaya diri. Perhatian orang tua kepada anak pun harus lebih ditingkatkan. Anda pun dapat mendorong anak untuk dapat beristirahat dengan lebih baik dan jangan lupa untuk menjaga asupan gizinya. Janganlah mudah untuk memarahi anak, lakukan pendekatan dengan lembut sehingga perilaku anak akan dengan mudah terkontrol.
Jadi, agar anak tidak terlalu rewel saat mendapati lingkungan sekolahnya, maka disarankan ada baiknya untuk memilih sekolah yang dekat dari rumah.
sumber: kesekolah.com
Senin, 19 Januari 2015
Penyebab Anak Jadi Berontak dan Suka Melawan
Setiap anak memang unik. Ada yang kalem dan penurut tapi ada juga yang senang
memberontak. Mau tahu apakah anak Anda punya kecenderungan jadi
pemberontak? Seorang psikolog anak, Setyo Mulyadi, mengatakan bahwa;
jangan salahkan anak-anak Anda bila tiba-tiba mereka berani melawan Anda
atau tidak mau menuruti nasehat Anda. Perlu Anda ketahui, hal ini
terjadi dikarenakan ada rasa ketidakpuasan di dalam hati mereka, tentang
pola Anda mengasuh, atau karena kurangnya perhatian dari Anda. Oleh
karena itu, bila ada di antara Anda yang saat ini sedang menghadapi
pemberontakan anak Anda, daripada Anda terus-menerus bermusuhan dengan
mereka, berikut beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai penyebab
mengapa seorang anak tiba-tiba menjadi pemberontak dan berani melawan
orang tuanya.
1. Sikap otoriter
Orang tua yang otoriter sangat mempengaruhi kepribadian sang anak, karena tekanan demi tekanan yang dirasakan, lama kelamaan akan membuat anak harus berani mengambil sikap, apakah akan tetap mematuhi orang tuanya atau harus menuruti kata hatinya. Berusahalah untuk tidak menjadi orang tua yang demikian, Anda boleh mengajarkan disiplin serta ketegasan kepada anak Anda, tetapi tetaplah fleksibel dalam proses penerapannya.
2. Menyuruh anak di saat yang tidak tepat
Ketika Anda ingin menyuruh anak Anda untuk melakukan sesuatu, sedangkan dia sedang asyik dengan kegiatannya, biasanya anak akan enggan untuk mematuhi perintah dari orang tuanya karena merasa terganggu. Bila sudah demikian hindari untuk memaksanya, selama Anda tetap bisa melakukannya seorang diri, maka kerjakan. Namun, bila hal tersebut sangat mendesak dan Anda betul-betul membutuhkan bantuan darinya, maka usahakanlah untuk menyampaikannya dengan cara yang baik, beri dia pemahaman bahwa bantuan dari dia sangat Anda perlukan. Dengan demikian, mereka akan merasa dibutuhkan meskipun merasa terganggu anak Anda akan sadar karena itu adalah bagian dari tanggung jawabnya.
3. Tidak bisa memenuhi keinginan anak
Bila orang tua tidak bisa memenuhi keinginan anaknya, sebagai bentuk protes biasanya mereka akan menunjukkan sisi keras kepalanya dengan harapan keinginannya dapat dipenuhi atau sekadar ingin mendapatkan perhatian dari orang tuanya.
4. Tidak peduli dengan keluarga
Biasanya terjadi ketika orang tua terlalu sibuk dengan dirinya sendiri, bisa dikarenakan masalah pekerjaan atau karena benar-benar sudah tidak peduli lagi dengan keluarganya. Ketahuilah bahwa anak-anak sangat mendambakan didikan serta teladan dari orang tuanya. Namun, bila di dalam keluarganya peran orang tua sudah tidak lagi berfungsi, maka jangan heran bila mereka berani melawan Anda.
5. Pengaruh lingkungan
Lingkungan di mana keluarga Anda tinggal juga sangat mempengaruhi perkembangan kepribadian anak Anda. Teman-teman bermainnya juga turut andil dalam proses pembentukan jati diri mereka. Oleh karena itu, bila lingkungan tempat tinggal Anda buruk, maka jangan heran bila tiba-tiba anak Anda bisa mengucapkan sumpah serapah.
Anak adalah seorang peniru sejati, mereka akan meniru apa saja yang dilihat dan didengarnya. Sebagai orang tua, bila Anda mendapati anak Anda berani melawan, maka introspeksilah diri, tanyalah pada diri Anda apakah selama ini Anda telah menunjukkan teladan yang baik kepada mereka atau justru sebaliknya. Bentuklah sikap yang positif pada anak Anda sejak mereka masih kecil, sehingga ketika nanti beranjak dewasa mereka akan segan untuk memberontak ataupun melawan Anda.
sumber: kesekolah.com
1. Sikap otoriter
Orang tua yang otoriter sangat mempengaruhi kepribadian sang anak, karena tekanan demi tekanan yang dirasakan, lama kelamaan akan membuat anak harus berani mengambil sikap, apakah akan tetap mematuhi orang tuanya atau harus menuruti kata hatinya. Berusahalah untuk tidak menjadi orang tua yang demikian, Anda boleh mengajarkan disiplin serta ketegasan kepada anak Anda, tetapi tetaplah fleksibel dalam proses penerapannya.
2. Menyuruh anak di saat yang tidak tepat
Ketika Anda ingin menyuruh anak Anda untuk melakukan sesuatu, sedangkan dia sedang asyik dengan kegiatannya, biasanya anak akan enggan untuk mematuhi perintah dari orang tuanya karena merasa terganggu. Bila sudah demikian hindari untuk memaksanya, selama Anda tetap bisa melakukannya seorang diri, maka kerjakan. Namun, bila hal tersebut sangat mendesak dan Anda betul-betul membutuhkan bantuan darinya, maka usahakanlah untuk menyampaikannya dengan cara yang baik, beri dia pemahaman bahwa bantuan dari dia sangat Anda perlukan. Dengan demikian, mereka akan merasa dibutuhkan meskipun merasa terganggu anak Anda akan sadar karena itu adalah bagian dari tanggung jawabnya.
3. Tidak bisa memenuhi keinginan anak
Bila orang tua tidak bisa memenuhi keinginan anaknya, sebagai bentuk protes biasanya mereka akan menunjukkan sisi keras kepalanya dengan harapan keinginannya dapat dipenuhi atau sekadar ingin mendapatkan perhatian dari orang tuanya.
4. Tidak peduli dengan keluarga
Biasanya terjadi ketika orang tua terlalu sibuk dengan dirinya sendiri, bisa dikarenakan masalah pekerjaan atau karena benar-benar sudah tidak peduli lagi dengan keluarganya. Ketahuilah bahwa anak-anak sangat mendambakan didikan serta teladan dari orang tuanya. Namun, bila di dalam keluarganya peran orang tua sudah tidak lagi berfungsi, maka jangan heran bila mereka berani melawan Anda.
5. Pengaruh lingkungan
Lingkungan di mana keluarga Anda tinggal juga sangat mempengaruhi perkembangan kepribadian anak Anda. Teman-teman bermainnya juga turut andil dalam proses pembentukan jati diri mereka. Oleh karena itu, bila lingkungan tempat tinggal Anda buruk, maka jangan heran bila tiba-tiba anak Anda bisa mengucapkan sumpah serapah.
Anak adalah seorang peniru sejati, mereka akan meniru apa saja yang dilihat dan didengarnya. Sebagai orang tua, bila Anda mendapati anak Anda berani melawan, maka introspeksilah diri, tanyalah pada diri Anda apakah selama ini Anda telah menunjukkan teladan yang baik kepada mereka atau justru sebaliknya. Bentuklah sikap yang positif pada anak Anda sejak mereka masih kecil, sehingga ketika nanti beranjak dewasa mereka akan segan untuk memberontak ataupun melawan Anda.
sumber: kesekolah.com
Tips Bijak Mengawasi Online Anak
Berkembangnya teknologi online saat ini tidak hanya dapat dinikmati manfaatnya oleh
kaum dewasa, namun juga anak-anak. Oleh sebab itu bukanlah hal yang
asing jika saat ini anda melihat anak-anak yang masih berumur belia
sudah memiliki gadget digital yang mereka bawa dan gunakan setiap saat.
Bahkan, banyak dari mereka yang tahu cara mengakses internet lebih dari
orang tuanya.
Hal ini disebabkan tidak hanya oleh fenomena dunia online yang semakin mudah diakses, namun juga lemahnya kontrol orang tua terhadap anak-anak mereka dalam penggunaan internet. Dampak negatif internet pada anak mungkin sudah Anda ketahui, seperti anak menjadi malas belajar, anak menjadi terlalu cepat dewasa, anak mengakses situs-situs dewasa hingga penculikan maupun hal buruk lainnya yang dapat terjadi pada anak hanya karena pengawasan penggunaan internet yang sangat lemah. Bagi Anda yang memiliki anak yang sudah mulai menggunakan perangkat digital untuk mengakses internet, berikut tips untuk mengawasi penggunaannya:
1. Jadilah temannya di media sosial
Cara pertama, buatlah kesepakatan dengan anak Anda bahwa jika ia ingin membuat akun dimedia sosial contohnya; facebook, twitter, path, dll maka ia harus berteman dengan Anda selaku orangtuanya, bisa ibu atau ayah. Aturan ini tidak bisa dinego.
2. Berteman dengan orang tua teman anak
Bentuk perkumpulan dengan para orangtua anak yang lain, yang notabene bersahabat dengan anak Anda. Dengan begitu, Anda akan mengetahui lebih banyak tentang orang tua teman anak Anda tersebut dan tingkat tanggung jawab mereka terhadap anak. Ingatlah bahwa buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya.
3. Cek isi ponsel secara random
Jika memungkinkan, cek isi ponsel anak Anda secara random. Periksa foto dan video apa saja yang ada di dalamnya, jam berapa anak sms-an dan menerima sms, apakah ada yang mengancam anak Anda dan lain-lain. Anak akan menunjukkan gelagat yang mencurigakan jika di ponselnya terdapat gambar, video, ataupun pesan aneh sehingga akan berusaha menolak jika orangtua ingin melihat isi ponselnya.
4. Tempatkan PC/laptop di area terbuka di rumah
Secara psikologi, anak akan memperlihatkan sikap canggung dan merasa tidak aman jika ada orang lain yang bisa leluasa melihat apa yang mereka lakukan di depan komputer, apalagi jika ia membuka situs yang aneh-aneh (tidak pantas). Jika anak online menggunakan laptop, buat aturan bahwa ngenet tidak boleh dilakukan di kamar tidur sehingga Anda bisa tetap mengontrol aktivitas anak di internet.
5. Buat aturan waktu Ini berlaku untuk ponsel dan komputer.
Sama halnya memberlakukan aturan bahwa tidak boleh menonton televisi jika belum mengerjakan pekerjaan rumah (PR), selama jam makan malam atau setelah jam 9 malam. Aturan serupa hendaknya juga diberlakukan untuk ponsel dan internet.
6. Jadilah sahabat
Orang tua harus rajin berdialog dengan anak tentang bahaya predator dan cyberbully, risiko berbagi foto dan pesan yang bersifat cabul, pentingnya pengaturan privasi. Biarkan mereka tahu mengapa Anda melakukan semua ini, jelaskan alasan-alasannya secara gamblang dan jangan lupa beri kesempatan kepada anak untuk menyuarakan keberatan atau masalah mereka. Jangan ragu untuk berkompromi, namun harus tetap berpegang teguh pada aturan-aturan yang Anda anggap penting.
Sebagai orang tua, kita tidak bisa terus-menerus mengawasi anak kita seiring mereka semakin dewasa dan mandiri. Jika kita ingin mendapatkan kepercayaan dan anak berterus terang kepada kita, mulailah ajak anak berdialog sedini mungkin dan tunjukkan kalau kita mempercayai mereka.
sumber: kesekolah.com
Hal ini disebabkan tidak hanya oleh fenomena dunia online yang semakin mudah diakses, namun juga lemahnya kontrol orang tua terhadap anak-anak mereka dalam penggunaan internet. Dampak negatif internet pada anak mungkin sudah Anda ketahui, seperti anak menjadi malas belajar, anak menjadi terlalu cepat dewasa, anak mengakses situs-situs dewasa hingga penculikan maupun hal buruk lainnya yang dapat terjadi pada anak hanya karena pengawasan penggunaan internet yang sangat lemah. Bagi Anda yang memiliki anak yang sudah mulai menggunakan perangkat digital untuk mengakses internet, berikut tips untuk mengawasi penggunaannya:
1. Jadilah temannya di media sosial
Cara pertama, buatlah kesepakatan dengan anak Anda bahwa jika ia ingin membuat akun dimedia sosial contohnya; facebook, twitter, path, dll maka ia harus berteman dengan Anda selaku orangtuanya, bisa ibu atau ayah. Aturan ini tidak bisa dinego.
2. Berteman dengan orang tua teman anak
Bentuk perkumpulan dengan para orangtua anak yang lain, yang notabene bersahabat dengan anak Anda. Dengan begitu, Anda akan mengetahui lebih banyak tentang orang tua teman anak Anda tersebut dan tingkat tanggung jawab mereka terhadap anak. Ingatlah bahwa buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya.
3. Cek isi ponsel secara random
Jika memungkinkan, cek isi ponsel anak Anda secara random. Periksa foto dan video apa saja yang ada di dalamnya, jam berapa anak sms-an dan menerima sms, apakah ada yang mengancam anak Anda dan lain-lain. Anak akan menunjukkan gelagat yang mencurigakan jika di ponselnya terdapat gambar, video, ataupun pesan aneh sehingga akan berusaha menolak jika orangtua ingin melihat isi ponselnya.
4. Tempatkan PC/laptop di area terbuka di rumah
Secara psikologi, anak akan memperlihatkan sikap canggung dan merasa tidak aman jika ada orang lain yang bisa leluasa melihat apa yang mereka lakukan di depan komputer, apalagi jika ia membuka situs yang aneh-aneh (tidak pantas). Jika anak online menggunakan laptop, buat aturan bahwa ngenet tidak boleh dilakukan di kamar tidur sehingga Anda bisa tetap mengontrol aktivitas anak di internet.
5. Buat aturan waktu Ini berlaku untuk ponsel dan komputer.
Sama halnya memberlakukan aturan bahwa tidak boleh menonton televisi jika belum mengerjakan pekerjaan rumah (PR), selama jam makan malam atau setelah jam 9 malam. Aturan serupa hendaknya juga diberlakukan untuk ponsel dan internet.
6. Jadilah sahabat
Orang tua harus rajin berdialog dengan anak tentang bahaya predator dan cyberbully, risiko berbagi foto dan pesan yang bersifat cabul, pentingnya pengaturan privasi. Biarkan mereka tahu mengapa Anda melakukan semua ini, jelaskan alasan-alasannya secara gamblang dan jangan lupa beri kesempatan kepada anak untuk menyuarakan keberatan atau masalah mereka. Jangan ragu untuk berkompromi, namun harus tetap berpegang teguh pada aturan-aturan yang Anda anggap penting.
Sebagai orang tua, kita tidak bisa terus-menerus mengawasi anak kita seiring mereka semakin dewasa dan mandiri. Jika kita ingin mendapatkan kepercayaan dan anak berterus terang kepada kita, mulailah ajak anak berdialog sedini mungkin dan tunjukkan kalau kita mempercayai mereka.
sumber: kesekolah.com
Menumbuhkan Minat Baca pada Anak
Buku adalah jendela dunia, begitu pepatah tentang buku ini akrab didengar.
Dengan membaca buku, segala informasi bisa diperoleh. Seringkali
rutinitas membaca menjadi hal yang tidak bisa dilewatkan oleh seseorang
setiap hari. Tanpa membaca, rasanya ada yang kurang. Kalau Anda
menyadari akan pentingnya membaca hingga menjadikannya sebuah rutinitas
sehari-hari, bagaimana dengan anak-anak? Apakah mereka juga dipersiapkan
menjadi generasi yang suka membaca?.
Di era teknologi, gagdet dengan segalakecanggihannya, berisi berbagai permainan yang mampu menarik perhatian anak. Efeknya, banyak anak lebih memilih menghabiskan waktu dengan gadget dibanding membaca buku. Padahal, anak yang rajin membaca sejak kecil, berpotensi menjadi anak yang cerdas. Melalui apa yang dibaca, seringkali ia menemukan kosa kata baru yang belum diketahui sebelumnya, lalu ia tanyakan kepada orangtua. Dari sini, tentu berbagai pengetahuan baru pun akan ia dapatkan.Agar anak suka membaca, hal tersebut harus ditanamkan sejak kecil. Bagaimana caranya?
Kenalkan Buku Sejak kecil
Saat ini sudah tersedia beragam buku yang ditujukan untuk bayi usia 0-2 tahun, biasanya berbahan kain atau plastik, penuh warna, dan berisi banyak gambar. Biarkan anak bermain dengan buku pertamanya karena ini adalah langkah awal yang menjadi pendorong agar anak tertarik membaca dan menikmati kegiatan menggunakan buku.
Ajak ke Toko Buku
Mulai usia balita, anak sudah bisa memilih barang yang disukainya, termasuk buku. Ajak anak ke toko buku secara berkala, lalu sesekali ijinkan anak memilih buku yang diinginkannya, atau pilih beberapa buku yang sesuai untuk anak dan biarkan anak memilih salah satunya.
Belikan Buku Sesuai Minat
Membelikan buku sesuai minat adalah salah satu cara efektif membuat anak tertarik pada buku. Misalnya, jika anak menggemari suatu karakter dalam film favoritnya, belikan buku bergambar atau berisi karakter yang sama. Bila anak menyukai pesawat terbang, belikan buku tentang sejarah pesawat terbang.
Jangan Memaksa
Anak lebih suka membaca komik? Jangan terburu-buru melarangnya dan memaksa anak membaca buku lain. Karena hal tersebut justru dapat membuatnya benci pada buku. Biarkan anak tetap membaca buku kesukaannya, sambil perlahan-lahan mengenalkan anak dengan buku jenis lainnya.
Jelaskan Manfaat
Untuk anak yang sudah lebih dewasa, orangtua bisa mulai menjelaskan beragam manfaat dari membaca buku.
Jadilah Contoh
Anak biasa meniru perilaku orangtuanya. Untuk menumbuhkan minat membaca pada anak, mulailah dengan diri sendiri dan membiasakan membaca di depan anak. Anak akan melihat kebiasaan tersebut dan perlahan-lahan akan menirunya.
Selamat membaca!
sumber: kesekolah.com
Di era teknologi, gagdet dengan segalakecanggihannya, berisi berbagai permainan yang mampu menarik perhatian anak. Efeknya, banyak anak lebih memilih menghabiskan waktu dengan gadget dibanding membaca buku. Padahal, anak yang rajin membaca sejak kecil, berpotensi menjadi anak yang cerdas. Melalui apa yang dibaca, seringkali ia menemukan kosa kata baru yang belum diketahui sebelumnya, lalu ia tanyakan kepada orangtua. Dari sini, tentu berbagai pengetahuan baru pun akan ia dapatkan.Agar anak suka membaca, hal tersebut harus ditanamkan sejak kecil. Bagaimana caranya?
Kenalkan Buku Sejak kecil
Saat ini sudah tersedia beragam buku yang ditujukan untuk bayi usia 0-2 tahun, biasanya berbahan kain atau plastik, penuh warna, dan berisi banyak gambar. Biarkan anak bermain dengan buku pertamanya karena ini adalah langkah awal yang menjadi pendorong agar anak tertarik membaca dan menikmati kegiatan menggunakan buku.
Ajak ke Toko Buku
Mulai usia balita, anak sudah bisa memilih barang yang disukainya, termasuk buku. Ajak anak ke toko buku secara berkala, lalu sesekali ijinkan anak memilih buku yang diinginkannya, atau pilih beberapa buku yang sesuai untuk anak dan biarkan anak memilih salah satunya.
Belikan Buku Sesuai Minat
Membelikan buku sesuai minat adalah salah satu cara efektif membuat anak tertarik pada buku. Misalnya, jika anak menggemari suatu karakter dalam film favoritnya, belikan buku bergambar atau berisi karakter yang sama. Bila anak menyukai pesawat terbang, belikan buku tentang sejarah pesawat terbang.
Jangan Memaksa
Anak lebih suka membaca komik? Jangan terburu-buru melarangnya dan memaksa anak membaca buku lain. Karena hal tersebut justru dapat membuatnya benci pada buku. Biarkan anak tetap membaca buku kesukaannya, sambil perlahan-lahan mengenalkan anak dengan buku jenis lainnya.
Jelaskan Manfaat
Untuk anak yang sudah lebih dewasa, orangtua bisa mulai menjelaskan beragam manfaat dari membaca buku.
Jadilah Contoh
Anak biasa meniru perilaku orangtuanya. Untuk menumbuhkan minat membaca pada anak, mulailah dengan diri sendiri dan membiasakan membaca di depan anak. Anak akan melihat kebiasaan tersebut dan perlahan-lahan akan menirunya.
Selamat membaca!
sumber: kesekolah.com
Hati-Hati, Gejala Kanker yang Sering Diabaikan
Kanker, seperti yang dilansir wikipedia adalah suatu penyakit yang ditandai
dengan kelainan siklus sel khas yang menimbulkan kemampuan sel untuk
tumbuh tidak terkendali dan menyerang jaringan biologis di dekatnya
serta dapat bermigrasi ke jaringan tubuh yang lain melalui sirkulasi
darah. Kanker merupakan salah satu penyakit mematikan yang banyak
ditakuti oleh sebagian besar masyarakat dunia. Sebagian besar orang
menganggap bahwa gejala awal kanker tidak bisa dideteksi dengan jelas.
Baru-baru ini seorang peneliti yang berasal dari University College
London, mengatakan bahwa gejala awal kanker sangat mungkin dialami
seseorang. Dan bahkan gejala yang dialami sering disebut sebagai
penyakit biasa.
Inilah gejala kanker yang sering diabaikan karena dianggap sakit biasa:
1. Sakit Tenggorokan
Sakit tenggorokan sering disebut sebagai sakit radang. Namun jika hal ini terjadi secara terus-menerus, sakit tenggorokan bisa dikatakan sebagai gejala awal adanya indikasi kanker laring ataupun kanker tenggorokan. Segera berobat dan periksa ke dokter jika Anda mengalami sakit tenggorokan pada waktu yang lama.
2. Berat Badan Turun
Ketika seseorang tidak melakukan diet namun mengalami penurunan berat badan yang signifikan, hal ini bisa dikatakan sebagai gejala awal adanya penyakit kanker di dalam tubuh. The American Cancer Society mengatakan jika terjadi penurunan berat badan secara drastis tanpa penyebab jelas merupakan salah satu gejala awal kanker.
3. Benjolan di Tubuh
Jika Anda memiliki benjolan aneh di bagian tubuh, segeralah berobat ke dokter dan cari tahu benjolan tersebut. Benjolan bisa saja berupa sel kanker ataupun tumor. Tidak sedikit orang menganggap benjolan yang tiba-tiba tumbuh di tubuh adalah penyakit biasa, namun jika tidak segera diperiksa bisa jadi benjolan ini adalah gejala kanker.
4. Batuk
Batuk dan flu sering terjadi di musim hujan. Virus dan bakteri disinyalir sebagai penyebab utama batuk. Namun jika Anda mengalami batuk berkepanjangan dan suara serak, bisa jadi hal ini adalah gejala kanker. Batuk berkepanjangan dan tidak lekas sembuh disebutkan sebagai gejala awal kanker toroid, kanker paru-paru ataupun limfoma. Hubungi dokter ketika Anda mengalami batuk serta suara serak berkepanjangan lebih dari satu bulan.
5. Kesulitan Menelan
Penyempitan tenggorokan yang menyebabkan seseorang sulit menelan dikatakan sebagai gejala awal kanker. Gejala umum kanker adalah masalah pada sistem syaraf dan kekebalan tubuh. Salah satu yang bisa menunjukkan adanya kedua masalah tersebut adalah keadaan seseorang dimana ia sulit menelan dan tubuhnya lemah.
6. Nyeri di Tubuh
Rasa nyeri banyak dianggap sebagai rasa lelah atau sakit biasa. Namun asal Anda tahu, nyeri di tubuh disinyalir bisa menjadi gejala awal tubuh terindikasi sakit kanker. Rasa nyeri di salah satu bagian tubuh bisa memicu kanker di daerah tersebut. Rasa nyeri ini bisa saja sebagai gejala awal kanker tulang, kanker ovarium, kanker payudara atau bahkan kanker rahim.
Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala tersebut, pastikan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Pemeriksaan lebih awal akan lebih baik untuk kelangsungan penyembuhan dan pengobatan. Pastikan untuk selalu menerapkan pola hidup sehat sebagai antisipasi terhadap penyakit kanker.
sumber: kesekolah.com
Inilah gejala kanker yang sering diabaikan karena dianggap sakit biasa:
1. Sakit Tenggorokan
Sakit tenggorokan sering disebut sebagai sakit radang. Namun jika hal ini terjadi secara terus-menerus, sakit tenggorokan bisa dikatakan sebagai gejala awal adanya indikasi kanker laring ataupun kanker tenggorokan. Segera berobat dan periksa ke dokter jika Anda mengalami sakit tenggorokan pada waktu yang lama.
2. Berat Badan Turun
Ketika seseorang tidak melakukan diet namun mengalami penurunan berat badan yang signifikan, hal ini bisa dikatakan sebagai gejala awal adanya penyakit kanker di dalam tubuh. The American Cancer Society mengatakan jika terjadi penurunan berat badan secara drastis tanpa penyebab jelas merupakan salah satu gejala awal kanker.
3. Benjolan di Tubuh
Jika Anda memiliki benjolan aneh di bagian tubuh, segeralah berobat ke dokter dan cari tahu benjolan tersebut. Benjolan bisa saja berupa sel kanker ataupun tumor. Tidak sedikit orang menganggap benjolan yang tiba-tiba tumbuh di tubuh adalah penyakit biasa, namun jika tidak segera diperiksa bisa jadi benjolan ini adalah gejala kanker.
4. Batuk
Batuk dan flu sering terjadi di musim hujan. Virus dan bakteri disinyalir sebagai penyebab utama batuk. Namun jika Anda mengalami batuk berkepanjangan dan suara serak, bisa jadi hal ini adalah gejala kanker. Batuk berkepanjangan dan tidak lekas sembuh disebutkan sebagai gejala awal kanker toroid, kanker paru-paru ataupun limfoma. Hubungi dokter ketika Anda mengalami batuk serta suara serak berkepanjangan lebih dari satu bulan.
5. Kesulitan Menelan
Penyempitan tenggorokan yang menyebabkan seseorang sulit menelan dikatakan sebagai gejala awal kanker. Gejala umum kanker adalah masalah pada sistem syaraf dan kekebalan tubuh. Salah satu yang bisa menunjukkan adanya kedua masalah tersebut adalah keadaan seseorang dimana ia sulit menelan dan tubuhnya lemah.
6. Nyeri di Tubuh
Rasa nyeri banyak dianggap sebagai rasa lelah atau sakit biasa. Namun asal Anda tahu, nyeri di tubuh disinyalir bisa menjadi gejala awal tubuh terindikasi sakit kanker. Rasa nyeri di salah satu bagian tubuh bisa memicu kanker di daerah tersebut. Rasa nyeri ini bisa saja sebagai gejala awal kanker tulang, kanker ovarium, kanker payudara atau bahkan kanker rahim.
Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala tersebut, pastikan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Pemeriksaan lebih awal akan lebih baik untuk kelangsungan penyembuhan dan pengobatan. Pastikan untuk selalu menerapkan pola hidup sehat sebagai antisipasi terhadap penyakit kanker.
sumber: kesekolah.com
Efek Stres pada Kesehatan Fisik
Stres dan tekanan hidup saat ini hampir dialami oleh semua orang. Nyatanya
bagi sebagian orang kondisi ini bahkan bisa sangat membahayakan
kesehatannya. Tidak sedikit wanita mengalami stres saat dihadapkan pada
masalah rumit baik masalah keluarga, keuangan ataupun pekerjaan. Stres
merupakan salah satu kondisi yang bukan hanya menyebalkan namun juga
berpengaruh buruk terhadap kesehatan. Selain berpengaruh buruk terhadap
kesehatan psikis, stres juga berpengaruh buruk terhadap kesehatan fisik.
Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan adanya beberapa efek stres
terhadap kesehatan fisik.
Ini beberapa pengaruh buruk perasaan stres bagi kesehatan fisik:
1. Batuk Dan Flu
Kecemasan akibat stres dikatakan mampu menurunkan sistem kekebalan tubuh seseorang. Ketika sistem kekebalan tubuh mudah menurun, hal ini bisa menyebabkan virus serta bakteri penyebab batuk maupun flu dengan mudah menyerang. Batuk dan flu merupakan salah satu pengaruh buruk akibat stres.
2. Berat Badan Tidak Stabil
Ada beberapa orang yang mengalami stres dan makan banyak sehingga ia mengalami obesitas. Namun tidak sedikit orang tidak nafsu makan saat dirinya tengah stres sehingga ia menjadi lebih kurus. Berat badan yang tidak stabil dan cenderung naik ataupun turun merupakan salah satu pengaruh dari perasaan stres.
3. Jerawat
Stres dikatakan mampu meningkatkan hormon seseorang. Dan jika hormon ini terus mengalami peningkatan, tidak heran jika bisa menimbulkan jerawat di tubuh ataupun wajah. Kecemasan yang timbul akibat stres memicu sistem kekebalan tubuh menurun dan memunculkan jerawat.
4. Cepat Lelah
Stres memicu tubuh seseorang mengalami cepat lelah. Meskipun tidak bekerja sepanjang hari dan telah memiliki istirahat yang cukup, stres sering kali menguras tenaga dan stamina. Ketika Anda merasa mudah lelah, kemungkinan besar Anda tengah dihadapkan pada kondisi stres dan berpikir terlalu berat.
5. Mengganggu Pencernaan
Sebagian besar penderita penyakit pada gangguan pencernaannya disinyalir disebabkan oleh perasaan stres. Ketika seseorang mengalami stres, tidak jarang hal ini merubah pola makannya dan memicu terjadinya gangguan pencernaan. Berpikir terlalu berat karena stres juga memicu pencernaan di dalam tubuh tidak bekerja secara normal.
Agar tubuh tetap sehat, pastikan suasana hati Anda selalu bahagia dan jauh dari perasaan cemas agar tidak berujung stres. Usahakan untuk menjaga pola makan, olahraga, istirahat cukup dan minum vitamin agar tubuh selalu sehat.
sumber: kesekolah.com
Ini beberapa pengaruh buruk perasaan stres bagi kesehatan fisik:
1. Batuk Dan Flu
Kecemasan akibat stres dikatakan mampu menurunkan sistem kekebalan tubuh seseorang. Ketika sistem kekebalan tubuh mudah menurun, hal ini bisa menyebabkan virus serta bakteri penyebab batuk maupun flu dengan mudah menyerang. Batuk dan flu merupakan salah satu pengaruh buruk akibat stres.
2. Berat Badan Tidak Stabil
Ada beberapa orang yang mengalami stres dan makan banyak sehingga ia mengalami obesitas. Namun tidak sedikit orang tidak nafsu makan saat dirinya tengah stres sehingga ia menjadi lebih kurus. Berat badan yang tidak stabil dan cenderung naik ataupun turun merupakan salah satu pengaruh dari perasaan stres.
3. Jerawat
Stres dikatakan mampu meningkatkan hormon seseorang. Dan jika hormon ini terus mengalami peningkatan, tidak heran jika bisa menimbulkan jerawat di tubuh ataupun wajah. Kecemasan yang timbul akibat stres memicu sistem kekebalan tubuh menurun dan memunculkan jerawat.
4. Cepat Lelah
Stres memicu tubuh seseorang mengalami cepat lelah. Meskipun tidak bekerja sepanjang hari dan telah memiliki istirahat yang cukup, stres sering kali menguras tenaga dan stamina. Ketika Anda merasa mudah lelah, kemungkinan besar Anda tengah dihadapkan pada kondisi stres dan berpikir terlalu berat.
5. Mengganggu Pencernaan
Sebagian besar penderita penyakit pada gangguan pencernaannya disinyalir disebabkan oleh perasaan stres. Ketika seseorang mengalami stres, tidak jarang hal ini merubah pola makannya dan memicu terjadinya gangguan pencernaan. Berpikir terlalu berat karena stres juga memicu pencernaan di dalam tubuh tidak bekerja secara normal.
Agar tubuh tetap sehat, pastikan suasana hati Anda selalu bahagia dan jauh dari perasaan cemas agar tidak berujung stres. Usahakan untuk menjaga pola makan, olahraga, istirahat cukup dan minum vitamin agar tubuh selalu sehat.
sumber: kesekolah.com
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Vitamin D atau calciferol adalah salah satu vitamin penting bagi kesehatan tubuh. Kekurangan vitamin D dapat meningkatkan resiko osteoporo...
-
Tidak dapat dipungkiri, bahwa keluarga merupakan lembaga pendidikan yang pertama dan utama bagi seorang anak. Peranan keluarga memiliki pot...
-
Berlibur atau liburan untuk anak-anak tidak selamanya hanya sekedar untuk bersenang-senang dengan menghabiskan waktu dan sejumlah uang s...






